Siapa yang tak kenal dengan Filippo Inzaghi? Bomber gaek andalan AC Milan ini masih tetap semangat dalam bermain. Meskipun saat ini tengah dalam proses penyembuhan cederanya tapi Inzaghi tetap memendam semangat untuk kembali bermain setelah sembuh dari cedera musim depan bersama tim merah hitam. Mengapa dia tetap semangat di usianya sekarang?
Sebagai penyerang, usia Filippo Inzaghi sudah terhitung senja. Meski begitu pemain depan AC Milan itu masih menyimpan ambisi. Bagaimana cara dia menjaga semangatnya agar tetap membara?
Inzaghi tahun ini akan berusia 38 tahun. Usia yang cukup uzur bagi seorang berposisi penyerang. Meski begitu pria berjuluk Super Pippo itu masih belum mau bicara soal pensiun.
"Setiap pemain harus mengatur karir mereka masing-masing, sepanjang mereka masih fit. Secara natural, bagi saya sungguh berarti melihat seorang juara dan pemain luar biasa seperti Ronaldo pensiun dari sepakbola," ujar Inzaghi di situs resmi FIFA.
"Itu mengatakan bahwa saya bahkan lebih beruntung karena saya masih bisa bertarung di usia 38 tahun ini, dan ini semua karena faktor dukungan dari klub, rekan satu tim, dan fans yang ada di belakang saya," tandas mantan pemain Juventus tersebut.
Inzaghi mengatakan bahwa dirinya, meski sudah termakan usia dan tak jarang dihantam cedera, tetap memiliki tekad untuk terus bermain. Pemain berkebangsaan Italia tersebut optimistis dirinya masih punya kesempatan untuk tampil meski lini depan Milan kini sudah paten dengan kehadiran Zlatan Ibrahimovic, Antonio Cassano, Robinho, dan Alexandre Pato.
"Saya berharap segera, segera kembali ke lapangan. Tujuan saya sekarang adalah bermain kembali, jadi saya bisa kembali mencetak rekor dalam gol di Eropa," ujar dia.
Bagaimana cara menjaga agar semangat dan ambisi itu tetap hidup? Soal ini Inzaghi memiliki jawabannya.
"Rahasia dari itu semua adalah semangat dan mencintai apa yang saya lakukan. Saya menilai saya beruntung karena saya dalam hidup ini memiliki kesempatan untuk melakukan sesuatu yang sangat dekat dengan hati saya: bermain sepakbola," tandas dia.
Sumber : Detiksport
Selengkapnya...
Showing posts with label Inzaghi. Show all posts
Showing posts with label Inzaghi. Show all posts
Tuesday, March 08, 2011
Friday, November 12, 2010
Inzaghi Cedera Parah, Absen Hingga Akhir Musim
Kemenangan Milan atas Palermo 3-1 ternyata memakan korban. Salah satu yang divonis cedera parah adalah Inzaghi yang mengalami cedera lutut kiri. Cedera parah memaksa Filippo Inzaghi mengakhiri musim 2010/2011 lebih cepat. Terancam gantung sepatu, Super Pippo enggan menyerah dan masih ingin terus bermain di musim depan.
Kemenangan AC Milan 3-1 atas Palermo, Kamis (11/11) dinihari WIB membawa petaka bagi Inzaghi. Alih-alih menggantikan Alexandre Pato yang cedera di menit ke-65, Inzaghi hanya bermain selama 15 menit dan harus ditarik keluar kembali.
Sesudahnya Inzaghi divonis mengalami kerusakan ligamen di lutut kirinya dan membuatnya harus menjalani operasi. Inzaghi pun harus menepi selama enam bulan untuk mengembalikan kondisi lututnya seperti semula. Bisa diartikan kalau musim Inzaghi sudah habis.
Sungguh sebuah hal yang tak diinginkan Inzaghi mengingat ia masih semangat-semangatnya dalam bermain meskipun sudah berumur 37 tahun dan mempunyai banyak pesaing di lini depan macam Zlatan Ibrahimovic, Pato atau Robinho.
Namun mantan pemain Juventus itu tak menyerah pada keadaan dan ia memilih konsentrasi pada penyembuhan cederanya, dibanding memikirkan hal terburuk yaitu gantung sepatu terkait keraguan apakah ia bisa kembali kompetitif di umurnya yang terbilang sudah uzur usai dihajar cedera parah.
"Sepakbola dan kehidupan selalu seperti ini. Satu menit Anda bermain dan bertarung, berikutnya Anda sudah menahan kesakitan di lutut Anda," tutur Inzaghi di situs resmi klub,
"Semenit sesudahnya Anda melihat sekeliling Anda. Yang aku lihat mereka semua mengelilingiku. Terima kasih. Aku bisa bangkit karena kalian semua, pelatih, rekan-rekanku dan fans. Mereka melihatmu dan segera merangkulmu," sambung Inzaghi.
"Jauh di dalam lubuk hati Anda seperti saya juga tahu ini akan sulit (proses penyembuhan) namun aku tidak ingin menyerah. Aku ingin melakukan apapun untuk membuat diriku percaya semuanya belum berakhir. Aku ingin melakukannya sebagai rasa terima kasih pada kekuatan dan energi Anda semua," lugasnya.
Keyakinan serupa pun dilontarkan dokter yang menangani cedera Inzaghi, Piero Volpi, soal kemungkinan Inzaghi bisa lagi bermain fit musim depan. Volpi menilai umur bukan halangan baginya mengingat dengan terapi yang benar, Inzaghi bisa kembali ke kondisi terbaiknya.
"Dengan operasi yang tepat dan tahapan penyembuhan yang baik, Inzaghi akan siap bermain di musim kompetitif tahun depan. Umurnya bukanlah sesuatu yang harus dipermasalahkan," tegas Volpi.
Sumber : Detiksport
Selengkapnya...
Kemenangan AC Milan 3-1 atas Palermo, Kamis (11/11) dinihari WIB membawa petaka bagi Inzaghi. Alih-alih menggantikan Alexandre Pato yang cedera di menit ke-65, Inzaghi hanya bermain selama 15 menit dan harus ditarik keluar kembali.
Sesudahnya Inzaghi divonis mengalami kerusakan ligamen di lutut kirinya dan membuatnya harus menjalani operasi. Inzaghi pun harus menepi selama enam bulan untuk mengembalikan kondisi lututnya seperti semula. Bisa diartikan kalau musim Inzaghi sudah habis.
Sungguh sebuah hal yang tak diinginkan Inzaghi mengingat ia masih semangat-semangatnya dalam bermain meskipun sudah berumur 37 tahun dan mempunyai banyak pesaing di lini depan macam Zlatan Ibrahimovic, Pato atau Robinho.
Namun mantan pemain Juventus itu tak menyerah pada keadaan dan ia memilih konsentrasi pada penyembuhan cederanya, dibanding memikirkan hal terburuk yaitu gantung sepatu terkait keraguan apakah ia bisa kembali kompetitif di umurnya yang terbilang sudah uzur usai dihajar cedera parah.
"Sepakbola dan kehidupan selalu seperti ini. Satu menit Anda bermain dan bertarung, berikutnya Anda sudah menahan kesakitan di lutut Anda," tutur Inzaghi di situs resmi klub,
"Semenit sesudahnya Anda melihat sekeliling Anda. Yang aku lihat mereka semua mengelilingiku. Terima kasih. Aku bisa bangkit karena kalian semua, pelatih, rekan-rekanku dan fans. Mereka melihatmu dan segera merangkulmu," sambung Inzaghi.
"Jauh di dalam lubuk hati Anda seperti saya juga tahu ini akan sulit (proses penyembuhan) namun aku tidak ingin menyerah. Aku ingin melakukan apapun untuk membuat diriku percaya semuanya belum berakhir. Aku ingin melakukannya sebagai rasa terima kasih pada kekuatan dan energi Anda semua," lugasnya.
Keyakinan serupa pun dilontarkan dokter yang menangani cedera Inzaghi, Piero Volpi, soal kemungkinan Inzaghi bisa lagi bermain fit musim depan. Volpi menilai umur bukan halangan baginya mengingat dengan terapi yang benar, Inzaghi bisa kembali ke kondisi terbaiknya.
"Dengan operasi yang tepat dan tahapan penyembuhan yang baik, Inzaghi akan siap bermain di musim kompetitif tahun depan. Umurnya bukanlah sesuatu yang harus dipermasalahkan," tegas Volpi.
Sumber : Detiksport
Selengkapnya...
Thursday, November 04, 2010
Milan Ditahan Madrid 2-2
Meskipun bertanding di stadion San Siro Milan tetap masih belum mampu membalas kekalahan 0-2 saat bertandang ke Santiago Barnebeu. Kesalahan kecil sebagai akibat kehilangan konsentrasi di akhir babak mendatangkan malapetaka dimana dua gol Madrid dicetak pada akhir babak pertama untuk memimpin skor 1-0 dan masa injury time babak kedua untuk menyamakan skor 2-2. Sedangkan Milan sempat leading 2-1 berkat dua gol Pippo Inzaghi setelah masuk menggantikan Ronaldinho pada pertengahan babak kedua. Dengan hasil ini otomatis Madrid sudah lolos ke Babak 16 besar dan Milan masih harus berjuang mengalahkan Ajax dan Auxerre supaya bisa menjadi peringkat kedua grup G. Sedangkat dengan dua gol yang dicetak ke gawang Madrid menempatkan Pippo Inzaghi sebagai top skor Eropa Milan dengan 39 gol dan menjadi gol Inzaghi ke-70 sepanjang karirnya di liga Eropa.
Jalannya Pertandingan
Milan langsung berusaha menekan saat pertandingan dimulai. Namun justru Madrid yang punya peluang pertama di menit kedua ketika tendangan Gonzalo Higuain dari luar kotak penalti ditepis Cristian Abiatti sambil menjatuhkan diri.
Setelah tandukan Pepe menyongsong umpan tendangan bebas masih melayang tipis di atas mistar, Milan membalas melalui Kevin Prince Boateng. Dapat umpan dari sisi kanan, sepakan gelandang asal Ghana itu tepat mengarah ke pelukan Iker Casillas.
Milan benar-benar berada dalam tekanan di menit-menit berikutnya. Angel Di Maria berhasil mematahkan perangkap offside dan mengalahkan Gianluca Zambrotta di dalam kotak penalti, namun sepakannya melenceng tipis dari tiang dekat Abbiati. Sebelumnya tendangan firts time Xabi Alonso juga cuma tipis luput dari sasaran.
Dua penyelamatan gemilang oleh Pirlo. Dengan kepalanya gelandang internasional Italia itu membuang bola tandukan Higuain tepat di garis gawang, sementara upaya rebound Di Maria dengan sepakan kaki kanannya juga mentah di kepala pemain berjuluk Metronom itu.
Di menit 22 Milan punya peluang bersih pertamanya saat Zlatan Ibrahimovic lolos dari jebakan offside. Namun striker Swedia itu gagal mengalahkan Casillas saat tinggal berhadapan duel satu lawan satu.
Sebuah kesalahan yang dibuat Casillas nyaris membuat Ibra membawa Milan unggul. Mencungkil bola melewati kepala Casillas yang keluar dari sarangnya, si kulit bundar gagal diarahkan dengan sempurna ke dalam gawang oleh mantan pemain Barcelona itu dan cuma menghasilkan tendangan gawang.
Milan akhirnya harus menyudahi babak pertama dalam posisi tertinggal setelah Higuain menjebol gawang Abiatti di menit 45. Menerima umpan pendek dari Angel Di Maria yang menyelinap di antara banyak pemain tuan rumah, Higuain terlepas dari pengawalan bek Milan dan memperdaya Abiatti untuk membawa Los Merengues mempimpin 1-0.
Baru dua menit babak kedua berjalan Abiatti kembali harus jatuh bangun mengamankan gawangnya saat harus menepis tendangan jarak jauh CR7.
Selanjutnya Milan terus berada di bawah dominasi Madrid. Meski terlihat mulai menurunkan tempo permainan dibanding babak pertama, Los Merengues tetap bisa mengurung Rossoneri di sekitar 10 menit awal paruh kedua.
Di menit 58 Ronaldinho ditarik keluar dan digantikan Filippo Inzaghi. Keputusan yang dibuat Massimilliano Allegri ini ternyata membuahkan hasil positif karena sembilan menit berselang dia mencetak gol penyama.
Gol balasan Milan yang tercipta di menit 69 tersebut diawali kegagalan Marcello mengamankan bola saat berada dalam tekanan Zlatan Ibrahimovic. Sepakan striker Swedia itu dari dalam kotak penalti mampu ditepis Iker Casillas, tapi Pippo bisa me-rebound dengan kepalanya dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Pippo!! Milan balik unggul di menit 77 kembali melalui striker gaeknya itu. Gol ini berbau kontroversi karena Inzaghi terlihat jelas berada dalam posisi offside saat menerima umpan dari Gattuso. Super Pippo mampu memenangi duel dengan Pepe untuk kemudian menceploskan bola ke dalam gawang.
Milan sepertinya akan memetik tiga poin karena hingga menit 90 mereka mampu mempertahankan keunggulan. Namun di masa injury time Pedro Leon mampu menjebol gawang Abiatti. Mendapat umpan terobosan dari Karim Benzema, sepakan Pedro Leon menyelinap di antara kaki Abiatti dan membungkam publik San Siro.
Skor akhir sama kuat 2-2.
Susunan Pemain
Milan: Abbiati; Abate, Nesta, Thiago Silva, Zambrotta; Boateng, Pirlo, Gattuso (Seedorf 84); Ronaldinho (Inzaghi 59); Pato (Ambrosini 72), Ibrahimovic
Real Madrid: Casillas; Sergio Ramos, Pepe (Pedro Leon 80), Carvalho, Marcelo; Xabi Alonso, Khedira; Cristiano Ronaldo, Ozil (Raul Albiol 94), Di Maria; Higuain (Benzema 73)
Sumber : Detiksport
Selengkapnya...
Jalannya Pertandingan
Milan langsung berusaha menekan saat pertandingan dimulai. Namun justru Madrid yang punya peluang pertama di menit kedua ketika tendangan Gonzalo Higuain dari luar kotak penalti ditepis Cristian Abiatti sambil menjatuhkan diri.
Setelah tandukan Pepe menyongsong umpan tendangan bebas masih melayang tipis di atas mistar, Milan membalas melalui Kevin Prince Boateng. Dapat umpan dari sisi kanan, sepakan gelandang asal Ghana itu tepat mengarah ke pelukan Iker Casillas.
Milan benar-benar berada dalam tekanan di menit-menit berikutnya. Angel Di Maria berhasil mematahkan perangkap offside dan mengalahkan Gianluca Zambrotta di dalam kotak penalti, namun sepakannya melenceng tipis dari tiang dekat Abbiati. Sebelumnya tendangan firts time Xabi Alonso juga cuma tipis luput dari sasaran.
Dua penyelamatan gemilang oleh Pirlo. Dengan kepalanya gelandang internasional Italia itu membuang bola tandukan Higuain tepat di garis gawang, sementara upaya rebound Di Maria dengan sepakan kaki kanannya juga mentah di kepala pemain berjuluk Metronom itu.
Di menit 22 Milan punya peluang bersih pertamanya saat Zlatan Ibrahimovic lolos dari jebakan offside. Namun striker Swedia itu gagal mengalahkan Casillas saat tinggal berhadapan duel satu lawan satu.
Sebuah kesalahan yang dibuat Casillas nyaris membuat Ibra membawa Milan unggul. Mencungkil bola melewati kepala Casillas yang keluar dari sarangnya, si kulit bundar gagal diarahkan dengan sempurna ke dalam gawang oleh mantan pemain Barcelona itu dan cuma menghasilkan tendangan gawang.
Milan akhirnya harus menyudahi babak pertama dalam posisi tertinggal setelah Higuain menjebol gawang Abiatti di menit 45. Menerima umpan pendek dari Angel Di Maria yang menyelinap di antara banyak pemain tuan rumah, Higuain terlepas dari pengawalan bek Milan dan memperdaya Abiatti untuk membawa Los Merengues mempimpin 1-0.
Baru dua menit babak kedua berjalan Abiatti kembali harus jatuh bangun mengamankan gawangnya saat harus menepis tendangan jarak jauh CR7.
Selanjutnya Milan terus berada di bawah dominasi Madrid. Meski terlihat mulai menurunkan tempo permainan dibanding babak pertama, Los Merengues tetap bisa mengurung Rossoneri di sekitar 10 menit awal paruh kedua.
Di menit 58 Ronaldinho ditarik keluar dan digantikan Filippo Inzaghi. Keputusan yang dibuat Massimilliano Allegri ini ternyata membuahkan hasil positif karena sembilan menit berselang dia mencetak gol penyama.
Gol balasan Milan yang tercipta di menit 69 tersebut diawali kegagalan Marcello mengamankan bola saat berada dalam tekanan Zlatan Ibrahimovic. Sepakan striker Swedia itu dari dalam kotak penalti mampu ditepis Iker Casillas, tapi Pippo bisa me-rebound dengan kepalanya dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Pippo!! Milan balik unggul di menit 77 kembali melalui striker gaeknya itu. Gol ini berbau kontroversi karena Inzaghi terlihat jelas berada dalam posisi offside saat menerima umpan dari Gattuso. Super Pippo mampu memenangi duel dengan Pepe untuk kemudian menceploskan bola ke dalam gawang.
Milan sepertinya akan memetik tiga poin karena hingga menit 90 mereka mampu mempertahankan keunggulan. Namun di masa injury time Pedro Leon mampu menjebol gawang Abiatti. Mendapat umpan terobosan dari Karim Benzema, sepakan Pedro Leon menyelinap di antara kaki Abiatti dan membungkam publik San Siro.
Skor akhir sama kuat 2-2.
Susunan Pemain
Milan: Abbiati; Abate, Nesta, Thiago Silva, Zambrotta; Boateng, Pirlo, Gattuso (Seedorf 84); Ronaldinho (Inzaghi 59); Pato (Ambrosini 72), Ibrahimovic
Real Madrid: Casillas; Sergio Ramos, Pepe (Pedro Leon 80), Carvalho, Marcelo; Xabi Alonso, Khedira; Cristiano Ronaldo, Ozil (Raul Albiol 94), Di Maria; Higuain (Benzema 73)
Sumber : Detiksport
Selengkapnya...
Subscribe to:
Posts (Atom)


