Saturday, April 30, 2011

Pemain LPI Ikuti Seleksi Timnas SEA Games

Irfa Bachdim
Akhirnya pemain LPI memiliki kesempatan untuk memperkuat timnas Merah Putih di ajang SEA Games. Usaha Liga Primer Indonesia (LPI) untuk mengirimkan para pemainnya ke tim nasional U-23 membuahkan hasil. Dari 41 nama yang mereka sodorkan, 17 di antaranya dipanggil untuk mengikuti seleksi.

Dikutip dari situs resmi LPI, pemanggilan itu berdasarkan surat Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) nomor 634 /PRIMA -UM/ IV /2011 yang diteken ketuanya, Tono Suratman, pada 29 April 2011. Dari total 46 pemain yang dipanggil mengikuti seleksi Timnas U-23 proyeksi SEA Games XXVI, 17 di antaranya berasal dari LPI.

Nama-nama populer macam Irfan Bachdim dan Kim Jeffrey Kurniawan masuk dalam daftar pemain yang dipanggil. Andik Vermansyah dan Samsul Arif juga mendapat kesempatan untuk unjuk gigi.

Tim yang akan ditangani Rahmad Darmawan bersama dua asistennya, Aji Santoso dan Widodo C. Putro, itu juga memberi kesempatan kepada empat pemain naturalisasi untuk mengikuti seleksi. Mereka adalah Diego Michiels dan Ruben Wuarbanaran, Stefano Lilipaly (FC Uthrecht), serta Joey Suk (FC Deventer).

Selain 17 pemain dari LPI, Satlak Prima juga memanggil 29 pemain yang bermain di kompetisi lain, termasuk naturalisasi. Seluruh calon pemain Timnas U-23 yang akan dimanajeri Kol Inf Made Agra, dan asisten manajer Adika Nuraga, itu diminta berkumpul di Hotel Atlet Century Park, Jakarta, pada 2 Mei 2011. Tes kesehatan digelar di tempat sama pada 4 Mei, tes fisik 5-6 Mei, sedangkan character building pada 7-21 Mei di Batujajar, Jawa Barat.

Pendaftaran ulang oleh klub dilakukan selambat-lambatnya pada 2 Mei 2011, dengan melampirkan nama lengkap, asal daerah, ukuran pakaian, ukuran pinggang, dan ukuran sepatu masing-masing calon peserta character building gelombang X. Manajer, pelatih, serta ofisial juga wajib mengikuti kegiatan tersebut.

Satlak Prima akan langsung mencoret pemain yang terlambat hadir tanpa keterangan atau tidak hadir dalam pemanggilan tahap pertama.

Daftar pemain LPI yang dipanggil mengikuti seleksi Timnas U-23 proyeksi SEA Games XXVI:

No - Nama Pemain - Posisi - Klub
1. Kim Jeffrey Kurniawan Gelandang Persema
2. Andik Vermansyah Penyerang Persebaya 1927
3. Samsul Arif Penyerang Persibo
4. Irfan Bachdim Penyerang Persema
5. Ardian Gelandang Minang Kabau FC
6. Hendra Wijaya Bek PSM
7. Yoseph Ostanika Penyerang Bintang Medan
8. Andrid Wibawa Penyerang Real Mataram
9. Sansan Ali Fauzi Gelandang Jakarta FC
10. Wirya Kumandra Gelandang Jakarta FC
11. Fathul Adha Bek Batavia Union
12. Ngurah Komang AP Kiper Bali Devata
13. Egi Hermawan Gelandang Tangerang wolves
14. Syafruddin Thahar Bek Aceh United
15. Yance Yowey Penyerang Cendrawasih Papua
16. Yunet HW Gelandang Solo FC
17. Rahmad Hidayat Penyerang Medan Chiefs

Sumber : Detiksport
Selengkapnya...

Thursday, April 28, 2011

Barca Tundukkan Madrid 2-0

Real Madrid harus mengakui keunggulan Barcelona pada pertandingan semifinal Leg I Liga Campions. Bertanding di depan pendukungnya sendiri Madrid harus menyerah 0-2 dari rival abadinya Barcelona. Dua gol Messi berhasil membungkam ribuan supporter tuan rumah.

Bertempat di Santiago Bernabeu, Kamis (27/4/2011) dinihari WIB pertandingan berjalan dengan tensi tinggi. Akan tetapi babak pertama kedua tim masih bermain sama kuat tanpa gol.

Laga kian memanas di babak kedua. Madrid terpaksa kehilangan Pepe yang dikartu merah sehingga harus melewati pertandingan dengan 10 orang pemain.

Barca yang unggul jumlah pemain berhasil memanfaatkan keadaan. Lionel Messi tampil sebagai juru selamat Barca dan mencetak dua gol pada menit 76 dan 87.

Dengan keunggulan dua gol ini, maka Barca tinggal butuh hasil seri saja di semifinal leg kedua yang digelar di Camp Nou pekan depan untuk memastikan tiket ke final. Sedangkan Madrid harus menang minimal 3-0.

Jalannya Pertandingan

Dalam pertandingan yang digelar di Santiago Bernabeu, Kamis (28/4/2011) dinihari WIB, Barca lebih mendominasi jalannya pertandingan.

Setelah cukup alot bermain hingga tiga menit pertama, Barcelona memperoleh peluang untuk menembak di menit keempat. Xavi melepas tendangan voli dari luar kotak mengarah ke pelukan Iker Casillas.

Cristiano Ronaldo merespon semenit kemudian. Umpan Angel Di Maria disambut Ronaldo yang lantas membuat tendangan dari pojok kiri kanan luar area penalti. Bola masih sanggup dijinakkan Victor Valdes.

Villa melahirkan peluang terbaik pertama Barca di menit 11. Striker Spanyol ini melepas sepakan melengkung keras dari luar kotak setelah melewati Pepe dan Marcelo. Bola masih melebar.

Di menit 25, Lionel Messi mengirim bola kepada Xavi yang lolos dari jebakan offside. Ia menyambut bola dengan sepakan mendatar namun masih bisa ditangkap Casillas.

Xavi kembali mencoba peruntungannya empat menit kemudian. Akan tetapi sepakannya dari jarak cukup jauh masih terlalu tinggi dari mistar gawang Madrid.

Setelah mendapat dari lapangan tengah, bola disambut Pepe yang berada di tengah kotak tapi bukan masalah buat Valdes.

Tingginya tensi pertandingan memunculkan cekcok di antara para pemain kedua kubu beberapa menit sebelum haf-time.

Sergio Ramos berseteru dengan Gerard Pique dan Alvaro Arbeloa mendapat kartu kuning pertama akibat sengaja menghalangi laju Pedro.

Menjelang laga usai Ronaldo melepas sepakan keras yang masih bisa tepis Valdes dengan dadanya. Bola liar disambut oleh Mesut Oezil dan Valdes menghalangi bola dengan kakinya.

Laga masih terus panas di babak kedua. Barca mengawali serangan dengan sepakan Messi tiga menit setelah restart. Barisan pertahanan Madrid sukses memblok bola.

Xabi Alonso membuat tendangan spekulasi dari tengah lapangan yang belum tepat sasaran. Tak lama kemudian Ronaldo yang diwali dengan penetrasi melepas tendangan tapi masih bisa diblok.

Pepe kartu merah! Tim tuan rumah bermain dengan 10 orang akibat Pepe dikeluarkan dari pertandingan di menit 60 karena melanggar keras Alves.

Di menit 65, tendangan bebas menemui Ronaldo. Bola disambutnya dengan sundulan namun masih melambung.

Tiga menit kemudian Barca membalas. Operan Xavi diterima Villa. Pemain yang disebut belakangan membuat tendangan yang masih bisa dihalau Casillas. Pedro yang berada di depan gawang mneruskannya dengan sundulan.

Pelanggaran Pique kepada Ronaldo melahirkan tendangan bebas buat Madrid. Ronaldo melakukan eksekusi tapi bola masih melambung tinggi.

Masuknya Ibrahim Afellay menggantikan Pedro berbuah manis.

Afellay melakukan pergerakan ke kotak penalti Madrid dan dari sisi kanan lapangan mengirim umpan ke tengah yang disambut Messi dengan sontekan dan menjebol gawang Casillas di menit 76.

Malapetaka buat Madrid. Messi kini membawa Barca unggul 2-0 di menit 86. Ia berlari menggiring bola dan melewati tiga pemain Madrid dan melepas sepakan mendatar yang diarahkan ke tiang jauh dan gol.


Susunan Pemain:
REAL MADRID: Casillas, Arbeloa, Ramos, Albiol, Marcelo, Alonso, Pepe, Diarra, Oezil (Adebayor 45'), Di MarĂ­a, Ronaldo

BARCELONA: Valdes, Alves, Pique, Puyol, Keita, Mascherano, Busquets, Xavi, Pedro (Afellay 70'), Messi, Villa (Sergi Roberto 90')

Sumber : Detiksport
Selengkapnya...

Wednesday, April 27, 2011

MU Bungkam Tuan Rumah Schalke

Manchester United berhasil membungkam tuan rumah Schalke 04 dengan skor 2-0 pada leg pertama semifinal Liga Champions. Dengan kemenangan ini peluang MU lolos ke final semakin besar.

Dalam pertandingan di Veltins-Arena, Rabu (27/4/2011) dinihari WIB, MU benar-benar dibuat frustrasi oleh aksi gemilang Manuel Neuer pada babak pertama. Alhasil, tak ada gol yang bisa mereka buat hingga turun minum.

Pada babak kedua, 'Setan Merah' tak mengendurkan intensitas serangannya. Usaha keras mereka membuahkan hasil setelah gawang Neuer dua kali jebol berkat gol Ryan Giggs dan Wayne Rooney.

Kemenangan 2-0 ini membuat peluang MU untuk lolos ke final terbuka lebar. Pada pertemuan kedua yang akan dihelat pada 4 Mei mendatang di Old Trafford, mereka cuma butuh hasil imbang. Kalah dengan selisih satu gol pun masih meloloskan mereka ke partai puncak.

Jalannya pertandingan

Tim tuan rumah langsung menebar ancaman pada menit pertama. Sepakan keras Alexander Baumjohann dari luar kotak penalti masih tepat mengarah ke pelukan Edwin Van der Sar.

MU membalas dua menit kemudian. Tembakan melengkung Wayne Rooney membuat Manuel Neuer harus terbang untuk menyelamatkan gawangnya.

Neuer kembali melakukan penyelamatan gemilang pada menit keenam. Tendangan keras Park Ji-sung dari dalam kotak penalti mampu dimentahkannya.

Peluang kembali tercipta pada menit kesembilan, kali ini milik Schalke. Akselerasi Jefferson Farfan di sayap kanan diakhiri dengan tembakan yang masih melebar.

'Setan Merah' nyaris memecah kebuntuan pada menit ke-16. Menerima umpan terobosan Park, Javier 'Chicharito' Hernandez lolos dari jebakan offside dan langsung berhadapan dengan Neuer. Sekali lagi, Neuer menunjukkan kelasnya dengan menghalau tembakan Chicharito.

Neuer sepertinya harus bekerja keras pada babak pertama. Pada menit ke-28, sundulan Ryan Giggs dari jarak dekat masih bisa digagalkannya lewat sebuah refleks yang luar biasa.

Ujian untuk Neuer kembali datang pada menit ke-36. Sepakan Chicharito dari dalam kotak penalti lagi-lagi bisa ditepisnya. Bola rebound yang disambut dengan tendangan voli oleh Giggs juga tak mengarah ke gawang.

Jelang babak pertama berakhir, Neuer sekali lagi unjuk kebolehan. Dalam duel satu lawan satu, kiper nomor satu Jerman ini menggagalkan tembakan Giggs. Babak pertama berakhir tanpa terciptanya gol.

Babak kedua dimulai dengan tekanan dari MU. Berawal dari tendangan bebas Giggs, sundulan Patrice Evra bisa ditepis keluar lapangan oleh Neuer.

Semenit kemudian, Giggs membuang kesempatan emas. Meski sudah berhasil mengecoh dua bek lawan, tembakannya dari dalam kotak penalti masih melebar.

Schalke mencoba menekan pada menit ke-52. Dari sebuah kemelut di kotak penalti MU, tendangan voli Jose Jurado tak mengarah ke gawang.

The Royal Blues makin berani menyerang pada pertengahan babak kedua. Sebuah tendangan jarak jauh yang dilepaskan Edu masih bisa dijinakkan oleh Van der Sar.

Keperkasaan Neuer di bawah mistar akhirnya runtuh juga pada menit ke-67. Berawal dari umpan terobosan Rooney, Giggs menusuk ke kotak penalti dan menempatkan bola di antara kaki Neuer. Schalke 0, MU 1.

Dua menit kemudian, Rooney menggandakan keunggulan tim tamu. Umpan Chicharito dituntaskan dengan sempurna oleh striker timnas Inggris ini untuk membawa MU unggul 2-0.

Schalke berusaha menipiskan ketinggalan. Pada menit ke-76, tendangan bebas Farfan masih sedikit melenceng.

Hingga laga berakhir, tak ada lagi gol tercipta. MU menang 2-0.

Susunan pemain:
SCHALKE: Neuer, Uchida, Matip, Metzelder, Sarpei (Sergio 73'), Farfan, Papadopoulos, Jurado (Draxler 83'), Baumjohann (Kluge 53'), Raul, Edu

MANCHESTER UNITED: Van der Sar, Fabio Da Silva, Ferdinand, Vidic, Evra, Valencia, Carrick, Giggs, Park (Scholes 73'), Rooney (Nani 83'), Hernandez (Anderson 73')

Sumber : Detiksport
Selengkapnya...

Sunday, April 24, 2011

Kokoh di Puncak Klasemen, Tugas Milan Belum Selesai

Kokoh di puncak klasemen serie A dan unggul delapan poin dari para pesaingnya serta kompetisi serie A tinggal menyisakan empat pekan lagi, AC Milan semakin dekat dengan gelar juara serie A. Namun Namun Massimiliano Allegri menegaskan jika Rossoneri belum lah usai untuk merebut scudetto.

Adalah kemenangan 1-0 atas Brescia, Minggu (24/4/2011) dinihari WIB yang mengantarkan Milan kembali menjauh dari pesaingnya di papan atas klasemen. Padahal Inter Milan, yang menang 2-1 atas Lazio, sempat menipiskan jarak dari lima beberapa jam sebelumnya.

Kini dengan Napoli yang juga kalah dari Palermo, maka kans Milan pun kian melebar jadi yang terbaik akhir musim ini. Apalagi mereka pun unggul head to head atas dua rival terdekatnya.

Tak mau anak asuhnya terbuai dengan fakta bagus itu, Allegri untuk kesekian kalinya meminta anak asuhnya untuk tetap fokus pada empat laga tersisa yang akan dilalui mereka.

Baginya satu kemenangan dan hasil seri sudah cukup mengantarkan Il Diavolo Rosso ke gelar ke-18 sepanjang sejarah tersebut. Maka itu ia menganggap tidak ada selebrasi sebelum tugas itu tuntas sepenuhnya.

"Itu adalah jarak yang besar. Empat poin lagi akan memberi kami scudetto.Kini kami harus fokus setelah melalui Hari Paskah dan dari hari Rabu esok kami akan mulai memikirkan soal laga melawan Bologna. Laga sulit karena mereka harus berjuang menghindari degradasi," tandas Allegri kepada Football Italia.

"Belum perayaan gelar juara. Saat ini kami hanya butuh rileks untuk Hari Paskah esok," sambungnya.

Terkait kemenangan atas Brescia, Allegri menilai faktor kelelahan pasca laga Semifinal Coppa Italia lalu lah yang bikin penampilan mereka menurun. Gol kemenangan pun baru hadir di menit ke-86 melalui Robinho dan sepanjang laga Brescia banyak menekan mereka.

"Kami sempat dua tiga kali mengalami ancaman dari Brescia. Sayangnya kami tidak bisa memanfaatkan dominasi kami di babak pertama."

"Kami hanya mengalami sedikit kelelahan karena kami baru saja menjalani laga Coppa Italia Rabu kemarin. Namun anak-anak mampu mengatasinya dengan baik," tuntasnya.

Sumber : Detiksport
Selengkapnya...

Kalahkan Brescia, Milan Kokoh di Puncak Klasemen

Robinho
AC Milan sukses mengokohkan dirinya di puncak klasemen Serie A setelah mengalahkan Brescia 1-0 melalui gol Robinho di menit akhir laga.

Bermain di kandang Brescia, Stadion Mario Rigamonti, Minggu (24/4/2011) dinihari WIB, Milan harus menunggu hingga menit 82 untuk melihat gol kemenangannya tercipta.

Tiga angka yang direbut dari Brescia membuat Milan mengoleksi 74 angka dari 34 pertandingan, unggul delapan angka dari Inter Milan yang menguntit dari posisi kedua serta sembilan angka di atas Napoli.

Dengan selisih angka seperti itu, maka Milan bisa memastikan gelar juara Seri A pada pekan ke-36 dengan asumsi pada pekan ke-35 dan 36 Milan dan Inter sama-sama menang.

Jalannya pertandingan
Pertandingan baru berlangsung tiga menit ketika Milan sudah sangat dekat dengan gol pembuka. Sepakan Mathieu Flamini dari dalam kotak penalti membentur tiang gawang Brescia.

Lima menit kemudian, Milan kembali mengancam gawang Brescia lewat tendangan jarak jauh Clarence Seedorf. Tapi kiper Brescia, Michele Arcari, sigap menepisnya keluar.

Saat babak pertama tinggal berusia empat menit, Milan kembali memperoleh peluang. Kali ini, umpan silang Kevin Prince Boateng ditanduk Antonio Cassano, tapi bola melayang di atas mistar Brescia.

Di babak kedua, Milan sudah tidak lagi dominan seperti sebelumnya. Tetapi, mereka tetap berbahaya, seperti ketika sepakan Robinho memaksa Arcari menepisnya jadi sepak pojok.

Tendangan spekulasi yang dilepas Davide Baiocco di menit 76 memperlihatkan Brescia bukannya tanpa semangat ingin menang. Tetapi sepakan jarak jauh Baiocco itu masih tinggi di atas mistar.

Pada menit 81, Brescia tinggal berjarak beberapa inci dari gol. Kali ini, tendangan Alessandro Diamanti berbelok arah kena badan Urby Emmanuelson dan menabrak mistar gawang Milan serta berbuah korner.

Semenit kemudian, Milan mencetak gol tunggal dalam laga ini. Cassano melepas umpan terobosan kepada Robinho dan dengan sekali tendang Robinho menaklukkan Arcari yang menerjang maju. Brescia 0, Milan 1.

Di menit 88, Brescia nyaris menggagalkan kemenangan Milan saat Diamanti melepas tendangan ke arah pojok bawah gawang Milan. Namun kiper Milan Christian Abbiati menjatuhkan diri dan menepisnya.

Skor 0-1 buat keunggulan Milan bertahan hingga wasit meniup peluit panjang tandan berakhirnya pertandingan.

Susunan pemain
Brescia: Arcari; Zambelli, Zebina, Bega; Berardi, Vass (Baiocco 53), Zanetti (Filippini 71), Hetemaj; Diamanti; Eder, Carracciolo (Jonathas 73)

Milan: Abbiati; Abate, Thiago Silva, Yepes, Zambrotta; Flamini, Van Bommel, Seedorf; Boateng (Emanuelson 70); Cassano (Ambrosini 84), Robinho

Sumber : Detiksport
Selengkapnya...

Thursday, April 21, 2011

Milan Ditahan Palermo 2-2 di Semifinal Coppa Italia

Bermain di depan publik sendiri tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh AC Milan pada semifinal Leg I Coppa Italia menghadapi Palermo. Rossoneri bahkan sempat tertinggal sebelum akhirnya harus puas dengan hasil imbang 2-2.

Di San Siro, Kamis (21/4/2011) dinihari WIB, Milan lebih dulu unggul melalui Zlatan Ibrahimovic di menit keempat. Namun tuan rumah kemudian tertinggal setelah Palermo mencetak dua gol dari Javier Pastore dan Abel Hernandez.

Adalah Urby Emanuelson yang kemudian menghindarkan Diavolo Rosso dari kekalahan. Dia mencetak gol penyama saat laga tersisa 14 menit.

Hasil imbang ini menjadi kerugian buat Milan mengingat mereka harus menjalani laga tandang pada leg kedua. Skuad besutan Massimiliano Allegri wajib memetik kemenangan untuk mewujudkan ambisi meraih gelar ganda.

Jalannya Pertandingan

Milan langsung menggebrak di menit-menit awal laga. Hasilnya adalah keunggulan cepat melalui Zlatan Ibrahimovic saat pertandingan masuk menit empat. Meneruskan umpan Massimo Oddo, sepakan Ibra berhasil memperdaya Salvatore Sirigu dan mengubah kedudukan menjadi 1-0.

Dalam posisi tertinggal Palermo langsung bereaksi. Setelah sebuah upaya menyamakan kedudukan melalui sepakan Mauricio Pinilla mengarah tepat ke Marco Amelia, tim tamu bisa menyamakan kedudukan saat pertandingan masuk menit 14. Adalah Javier Pastore yang menjebol gawang Amelia dan mengubah kedudukan menjadi 1-1.

Di menit 27 Milan kembali punya kesempatan mencetak gol, namun sepakan Kevin Prince Boateng masih melenceng dari sasaran karena dia terpeleset. Padahal dia dalam posisi sangat baik setelah mendapat kririman bola dari Ibra.

Tepat sebelum turun minum Ibra kembali menebar ancaman. Namun sepakan voli sang striker ke arah tiang jauh bisa ditepis Sirigu ke luar lapangan. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.

Di awal babak kedua Milan kembali lebih dulu mengkreasikan peluang saat sepakan Antonini bisa diredam Sirigu. Namun justru tim tamu yang akhirnya mencetak gol keunggulan dan mengubah kedudukan menjadi 2-1.

Lolos dari jebakan offside saat mengejar umpan terobosan dari Pastore, Hernandez melepaskan tendangan keras yang menjebol gawang Amelia untuk kali kedua.

Hernandez nyaris mencetak gawang Milan kalau saja Tiago Silva tidak bertindak cepat menghentikan laju sang striker. Tak lama berselang gawang Rossoneri kembali dalam ancaman saat sepakan Cesare Bovo masih melenceng dari sasaran.

Di menit 76 Milan akhirnya bisa menyamakan kedudukan. Upaya Ibra menusuk ke kotak penalti terhadang pemain bertahan Palermo, namun dari momen tersebut bola justru mengarah ke Emanuelson, yang langsung melepaskan sepakan bertenaga ke sudut atas tiang jauh.

Sebelum laga tuntas Palermo nyaris mencetak gol kemenangan. Berhasil menemukan celah di barisan belakang Milan, sepakan Pastore malah mengarah tepat ke Amelia.

Susunan Pemain:

Milan: Amelia; Oddo, Thiago Silva, Papastathopoulos, Antonini; Flamini, Pirlo, Seedorf (Emanuelson 56); Boateng (Gattuso 80); Ibrahimovic, Cassano (Robinho 63)

Palermo: Sirigu; Cassani, Goian, Bovo, Balzaretti; Migliaccio, Nocerino, Acquah; Pastore (Miccoli 86); Pinilla (Ilicic 46), Hernandez

Sumber : Detiksport
Selengkapnya...

Mourinho Selalu Sukses Berikan Trofi

Jose Mourinho
Uang yang digelontorkan Real Madrid pada waktu merekrut Jose Mourinho ke Santiago Barnebeu tampaknya tidaklah sia-sia. Satu trofi juara Copa del Rey sudah dipersembahkan Mourinho untuk Madrid. Akankah The Special One akan menambah koleksi trofi di lemari piala Real Madrid?

Orang boleh menilai Jose Mourinho sebagai sosok yang arogan serta bermulut besar. Namun soal prestasi jangan pernah meragukan kemampuan The Special One untuk meraihnya.

Keberhasilannya membawa Real Madrid merengkuh trofi Copa del Rey dinihari tadi --dengan mengalahkan Barcelona di final-- menjaga rekor Mourinho selalu membawa klub yang dilatihnya merebut titel juara.

Dimulai saat di Porto dengan enam gelar selama tiga tahun. Lalu dilanjutkan di Chelsea yang mampu mengakhiri puasa gelar Liga Inggris selama 50 tahun serta meraih total enam gelar selama 3,5 tahun di Stamford Bridge.

Boleh dibilang puncak karirnya adalah di Inter Milan saat ia mampu mempersembahkan tiga gelar musim ini. Total lima gelar berhasil disumbangkannya selama dua musim di sana.

Curriculum vitae itu sudah cukup membuktikan jika Mourinho adalah pelatih jempolan yang mampu meraih kesuksesan di empat liga berbeda.

Memang kritik tak lepas dari strategi yang dinilai merusak keindahan sepakbola. Namun sepakbola memang ujungnya adalah titel juara dan tanpa itu apalah artinya 22 pemain berpeluh keringat di atas lapangan.

"Selalu menyenangkan memenangi trofi. Seseorang memanggilku 'Pelatih Spesialis Piala' beberapa hari lalu. Aku suka panggilan itu dan memang itulah tugasku. Aku bangga dengan timku, fans dan orang-orang di sekitarku. Aku sangat bangga dengan trofi Piala Domestik keempatku," ungkap Mourinho di situs resmi klub.

Sumber : Detiksport
Selengkapnya...

Madrid Juara Copa del Rey Setelah Kalahkan Barca

Madrid Juara Copa del Rey
Real Madrid sukses menundukkan Barca 1-0 melalui gol Ronaldo di babak extra time dan keluar sebagai juara Copa del Rey musim 2011. Inilah gelar juara Madrid di Copa del Rey setelah 18 tahun.

Pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Mestalla, Kamis (21/4/2011) dinihari WIB, Madrid sempat memiliki momentum di babak pertama, di mana beberapa peluang mereka berulangkali mengancam gawang Barca. Sebaliknya, Barca balik mendominasi babak kedua.

Ketika Barca terus menekan, Madrid justru kian rapat bertahan. Beberapa peluang Los Cules bahkan mentah di tangan Iker Casillas. Dalam keadaan seperti ini, laga berlanjut ke babak extra time. Dan di sinilah gol Ronaldo tercipta.

Sebagai catatan, ini adalah gelar pertama Jose Mourinho untuk Madrid dan gelar Copa Del Rey ke-18 untuk Los Blancos.

Catatan lainnya, ini adalah gelar pertama Madrid di ajang Copa del Rey dalam 18 tahun terakhir. Sebelum ini, Madrid keluar sebagai juara pada tahun 1993.

Jalannya Pertandingan

Di babak pertama, Madrid mendapatkan peluang pertama lewat Cristiano Ronaldo di menit ke-11. Menusuk dari sisi kanan, ia melepaskan sepakan keras. Tapi, sepakannya kemudian masih bisa dihalau bek Barca.

Sembilan menit berselang, sepakan voli Mesut Oezil, menyusul sebuah tendangan penjuru, melebar. Di pinggir lapangan, Jose Mourinho menampakkan wajah kecewa atas gagalnya peluang itu. Pada fase ini, Madrid dengan konstan memberikan tekanan kepada sang rival.

Tensi kemudian memanas. David Villa terjatuh mengerang kesakitan. Ia mengklaim Alvaro Arbeloa menginjak kaki kanannya. Imbasnya, para pemain dari kedua kubu pun sempat terlibat adu mulut. Sengitnya El Clasico tergambar di sini.

Di sisi lain, Barca masih kesulitan untuk membongkar pertahanan Madrid. Madrid menumpuk pemain di areanya sendiri. Mereka tak nembiarkan para pemain Barca melakukan operan-operan cepat atau mendekati kotak penalti.

Efek dari menumpuk pemain di area sendiri itu, Madrid mengandalkan mengandalkan serangan balik. Counter-attack dari Ronaldo di menit 36 nyaris membuahkan gol.

Ronaldo menggiring bola sampai ke kotak penalti Barca sebelum melepaskan tembakan. Namun, sepakannya ditepis oleh Jose Manuel Pinto.

Di penghujung babak pertama, Pepe nyaris membawa Madrid unggul, jika sundulannya tak membentur tiang gawang. Babak pertama kemudian berakhir dengan dominasi berada di tangan El Real.

Sebagai catatan, dominasi Madrid terlihat dari catatan berikut: mereka melepaskan lima tembakan dengan 1 on target sepanjang babak pertama ini. Sementara Barca hanya dua, dan tak satu pun ada yang tepat sasaran.

Kendati demikian, Barca lebih banyak melepaskan operan, yakni 325 berbanding 106. Kesimpulannya, Barca kesulitan mencari celah.

Namun demikian, babak kedua berbalik menjadi milik Barca. Perlahan-lahan Barca mulai melakukan tekanan kepada Madrid. Operan-operan Barca mulai mengalir lebih baik. Mereka terus menekan pertahanan Madrid, namun masih belum bisa mengancam gawang Los Blancos di awal babak kedua ini.

Sebaliknya, meski kalah penguasaan bola, Madrid malah mengancam gawang Barca. Sepakan Xabi Alonso melebar tipis di samping gawang Barca di menit 63.

Barca sempat mendapatkan gol melalui Pedro Rodriguez, namun dianulir wasit. Penyebabnya, Pedro lebih dulu terperangkap offside.

Laga memasuki menit 73, Barca masih terus menekan pertahanan Madrid. Tapi sepakan Messi masih bisa dihalau oleh Casillas. Tujuh menit berselang, Casillas juga berhasil menepis sepakan Andres Iniesta dengan ujung jarinya.

Sedangkan Madrid balas menekan di penghujung babak kedua. Kerjasama bagus dari Emmanuel Adebayor dan Ronaldo terjadi di menit 87. Sial bagi Ronaldo, sebelum bisa melepaskan tembakan, bola sudah dihalau Alves.

Laga akhirnya berakhir imbang 0-0 selama 90 menit ini dan dilanjutkan ke extra time.

Ronaldo kembali mendapatkan kesempatan di awal babak tambahan. Sengatannya dari sisi kanan diakhiri dengan sebuah sepakan menyilang. Sial bagi pemain asal Portugal itu, sepakannya melebar tipis di sisi jala Barca.

Tapi tepat di menit 103, Ronaldo akhirnya membawa Madrid unggul 1-0. Umpan silang Angel Di Maria dari sisi kiri disambutnya dengan sundulan keras. Bola mengarah ke tiang jauh dan tak bisa dijangkau oleh Pinto. Bola pun bersarang di gawang Barca.

Madrid sempat bermain dengan 10 orang setelah Di Maria mendapatkan kartu kuning kedua di menit 120. Tapi, hal itu tak berpengaruh banyak. Tak lama kemudian peluit panjang dibunyikan dan Madrid keluar sebagai pemenang.

Susunan Pemain

Barcelona: Pinto, Alves, Pique, Busquets (Keita 108), Adriano (Maxwell 118), Xavi, Mascherano, Iniesta, Pedro, Messi, Villa (Afellay 105).

Real Madrid: Casillas, Arbeloa, Ramos, Pepe, Carvalho (Garay 120), Marcelo, Xabi Alonso, Khedira (Granero 104), Cristiano Ronaldo, Oezil (Adebayor 70), Di Maria.

Sumber : Detiksport
Selengkapnya...

Monday, April 18, 2011

Hamilton Juara di GP China

Lewis Hamilton akhirnya bisa menjuarai GP China setelah duel seru terjadi di lap-lap terakhir GP China, Minggu (17/4/2011). Lewis Hamilton dengan gemilang mengalahkan Sebastian Vettel dan meraih kemenangan pertamanya di musim ini.

Aksi krusial Hamilton terjadi di lap 52, atau empat putaran sebelum lomba selesai. Setelah memberi tekanan hebat pada Vettel, dari sisi kiri sebuah tikungan ia menyalip Vettel untuk menyodok ke posisi terdepan.

Vettel tampaknya mengalami kesulitan di sepertiga lap terakhir, dan harus puas menjadi runner up. Apa boleh buat, pembalap Red Bull itu urung mencatat tiga kemenangan berturut-turut di awal musim ini.

Hamilton pun berhak menjadi penguasa Shanghai di musim ini, sekaligus meraih kemenangan pertamanya di musim ini. Ia mencatat waktu satu jam 36 menit 58,226 detik.

Yang tak kalah luar biasa adalah Mark Webber. Start dari nomor 18, pembalap Australia itu bertarung habis-habisan hingga akhirnya mampu mencapai podium ketiga di belakang Hamilton dan Vettel.

Jenson Button ditaklukkan Webber di lap terakhir, dan harus puas di peringkat empat. Nico Rosberg tampil impresif dan menempati urutan keenam. Ia dibuntuti duo Ferrari, Felipe Massa dan Fernando Alonso.

Hasil GP China:
1 Lewis Hamilton 1:36:58.226
2 Sebastian Vettel + 5.198
3 Mark Webber + 7.555
4 Jenson Button + 10.000
5 Nico Rosberg + 13.448
6 Felipe Massa + 15.840
7 Fernando Alonso + 30.622
8 Michael Schumacher + 31.026
9 Vitaly Petrov + 57.404
10 Kamui Kobayashi + 1:03.273
11 Paul Di Resta + 1:08.757
12 Nick Heidfeld + 1:12.739
13 Rubens Barrichello + 1:30.189
14 Sebastien Buemi + 1:30.671
15 Adrian Sutil at 1 lap
16 Heikki Kovalainen at 1 lap
17 Sergio Perez at 1 lap
18 Pastor Maldonado at 1 lap
19 Jarno Trulli at 1 lap
20 Jerome d' Ambrosio at 2 laps
21 Timo Glock at 2 laps
22 Narain Karthikeyan at 2 laps
23 Vitantonio Liuzzi at 2 laps
24 Jaime Alguersuari at 47 laps

Sumber : Detiksport
Selengkapnya...

Sunday, April 17, 2011

Hajar Sampdoria 3-0, Milan Kokoh di Puncak

Bertanding di kandang sendiri AC Milan sukses menghajar Sampdoria dengan skor telak 3-0. Dengan hasil ini Milan masih kokoh di puncak klasemen.

Di San Siro, Minggu (17/4/2011) dinihari WIB, Milan membuka skor lewat tendangan bebas Clarence Seedorf di pertengahan babak pertama dan keunggulan itu bertahan hingga jeda.

Il Diavolo Rosso baru dapat menambah pundi-pundi golnya di babak kedua. Antonio Cassano mencetak gol kedua di laga ini disusul oleh gol dari Robinho.

Tiga angka yang diraih membuat tim asuhan Massimilliano Allegri tetap di puncak klasemen dengan keunggulan enam poin dari Napoli yang jadi pesaing terdekatnya. Tetapi angka ini masih dapat kembali terpangkas menjadi tiga jika Napoli bisa mengalahkan Udinese, Minggu (17/4).

Jalannya Pertandingan

Milan mengambil inisiatif serangan lewat Kevin-Prince Boateng di menit kedua. Lewat kerjasamanya dengan Mark Van Bommel, sepakan pemain internasional Ghana itu masih melebar ke kiri.

Respon Sampdoria terjadi di menit 16 dan 17. Sundulan Fernando Tissone tipis saja melebar ke kiri dan sepakan Daniele Gastaldello masih bisa diselamatkan Christian Abbiati.

Abbiati harus diganti dua menit kemudian karena mengalami cedera dan digantikan oleh Marco Amelia.

Pelanggaran Massimo Volta kepada Boateng berbuah tendangan bebas. Seedorf yang menjadi eksekutor tak menyia-nyiakan kesempatan ini.

Dari jarak cukup jauh, gelandang Belanda ini melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti dan mengarah ke tiang jauh. Di menit 20 Bola tak sanggup dijangkau Gianluca Curci yang masuk.

Lima belas menit kemudian, upaya Milan lain lahir dari kaki Robinho. Namun sepakan striker Brasil ini jauh melebar ke sisi kanan gawang Curci.

Alexandre Pato harus mengakhiri pertandingan lebih dini. Tampaknya ia mengalami cedera dan digantikan oleh Antonio Cassano yang masuk di menit 41.

Robinho mengawali serangan Milan di 10 menit babak kedua dengan sepakan dari arah tengah kotak yang masih melebar.

Tak lama berselang, giliran Gianluca Zambrotta yang menebar ancaman. Umpan Seedorf diterima bek Italia itu dan melepas tendangan kaki kiri tapi masih sanggup ditangkap Curci.

Tim tuan rumah menerima angin segar usai Massimo Volta melakukan hand ball di area terlarang. Cassano sukses menjalankan tugasnya dengan baik dan menjadikan Milan kini memimpin 2-0 di menit 54.

Robinho akhirnya berhasil mencetak namanya di papan skor tujuh menit kemudian lewat sundulannya dari jarak dekat yang bersarang di tengah gawang Sampdoria.

Cassano! Striker Italia itu membuat tendangan dari tengah kotak hasil kerjasamanya dengan Boateng di menit 79.

Tim tamu melancarkan serangan balik cepat dan sempat membahayakan gawang yang dijaga Amelia. Fernando Tissone memberi operan kepada Angelo Palombo dan ia melepas sepakan kaki kanan dari luar kotak penalti. Tapi belum tepat sasaran.

Susunan Pemain:
AC MILAN: Abbiati (Amelia '19), Yepes, Silva, Zambrotta, Abate, Van Bommel (Pirlo '74), Boateng, Gattuso, Robinho, Pato (Cassano 41')

SAMPDORIA: Curci, Gastaldello, Martinez (Zauri 58'), Volta, Koman, Tissone, Palombo, Laczko, Dessena, Maccarone, Pozzi (Biabiany 76')

Sumber : Detiksport
Selengkapnya...

Saturday, April 16, 2011

LPI Sudah di bawah Naungan PSSI

Ketua Komite Normalisasi PSSI Agum Gumelar menegaskan bahwa sudah melaksanakan perintah FIFA yaitu untuk saat ini Liga Primer Indonesia sudah berada di bawah naungan PSSI.

Hadirnya liga sempalan yang sempat membuat kisruh sepak bola nasional itu dianggap FIFA menyalahi aturan dan harus segera dirangkul atau jika tidak bisa, segera dihentikan.

Agum merasa opsi kedua yang diperintahkan FIFA tidak bijak dilaksanakan, karenanya ia memilih opsi pertama.

"Kami laporkan ketegasan kami dalam menjalankan misi kedua kami soal LPI. LPI sudah berada di bawah naungan PSSI, di bawah supervisi PSSI. Pilihan itu kami ambil dengan mempertimbangkan segala aspeknya,” ujarnya usai menemui ketua umum KON/KOI Rita Subowo di kantor KON/KOI, Senayan, Jumat (15/4/11).

Dengan demikian, para pemain yang berkompetisi di LPI punya peluang lagi mengikuti seleksi Timnas Indonesia. Sebelumnya mereka dilarang karena aturan FIFA memang melarang pemain yang berlaga pada kompetisi di luar naungan asosiasi untuk memperkuat timnas.

Namun Agum menegaskan, masalah hukum yang sudah dijatuhkan Komite Eksekutif terdahulu kepada klub yang menyeberang ke LPI serta pencabutan lisensi terhadap perangkat pertandingan dan lainnya belum diputihkan karena menanti terbentuknya Komite Banding organisasi.

Sumber : Detiksport
Selengkapnya...

Friday, April 15, 2011

Pertemuan PSSI di Hotel Sultan Dikonversi Jadi Kongres

Pertemuan di Hotel Sultan tanggal 14 April 2011 yang semula cuma diagendakan sebagai diskusi, akhirnya diputuskan dikonversi menjadi kongres yang membentuk Komite Pemilihan dan Komite Banding.

Perubahan agenda pertemuan tersebut, menurut Komite Normalisasi Agum Gumelar, terjadi setelah banyak masukan dari peserta, yang berjumlah 101 pemilik hak suara.

"Sebagai ketua Komite Nornalisasi saya menyetujui sikap bersama yang telah diambil untuk menyatakan bahwa pertemuan ini dikonversi menjadi kongres," demikian Agum seusai kongres, Kamis (14/4/2011) sore WIB.

Dalam kongres "dadakan" ini dibentuk dan disahkan Komite Pemilihan dan Komite Banding, plus ditunjuk tim yang akan membuat draft electoral code atau peraturan organisasi (PO) untuk kongres pemilihan ketua umum, wakil ketua umum, dan anggota Komite Eksekutif PSSI pada 20 Mei.

"Komite Pemilihan dan Komite Banding harus diputuskan di dalam kongres, dan tidak bisa hanya dalam pertemuan biasa. Ini sesuai statuta FIFA. Maka dari itu hari ini pertemuan telah dijadikan kongres," sambung Agum.

Komite Pemilihan tetap diketuai Harbiasyah, seperti hasil kongres di Pekanbaru 26 Maret lalu, juga anggota-anggotanya yakni Dirk Soplanit, Mohammad Yasin, Usman Fakaubun, Hadiyandra, Wisnu Wardhana, dan Erizal Anwar. Tambahan dua anggota dari kongres hari ini adalah Sabaruddin Labamba dan Bariadi.

Komite Banding juga tidak berubah dari sebelumnya, terdiri dari Ahmad Riyadh (ketua), Rio Dinamore (anggota) dan Umuh Muchtar (anggota).

Adapun tim perumus draft kongres pemilihan atau PO adalah Yunus Nusi, Erizal Anwar, Ilham Sirajuddin, Harbiansyah, dan Ahmad Riyadh.

Draft tersebut akan dibahas dalam satu-dua hari ke depan, bersama Komite Normalisasi, lalu disebarkan ke para pemilik hak suara sebelum dikirim ke FIFA untuk disetujui.

Sumber : Detiksport
Selengkapnya...

Villarreal Lolos ke Semifinal Liga Europa

Villareal
Meski bertanding di kandang lawan,Villarreal masih terlalu tangguh untuk Twente saat kedua tim berhadapan di perempatfinal Liga Europa. 'Kapal Selam Kuning' memetik kemenangan telak 3-1 untuk mengamankan tiket semifinal menghadapi FC Porto.

Bertanding di Stadion DeGrolsch Veste, Jumat (15/4/2011) dinihari WIB, Villarreal dalam posisi diunggulkan setelah menang 5-1 pada pertemuan pertama pekan lalu. Meski sempat tertinggal, skuad besutan Juan Carlos Garrido akhirnya mampu mengandaskan tuan rumah dan secara agregat menang 8-2.

Lolos ke babak semifinal, The Yellow Submarine akan menghadapi wakil Portugal FC Porto, yang sebelumnya juga memetik kemenangan atas Spartak Moscow dengan skor 5-2.

Berlaga di depan pendukungnya sendiri dan berusaha mengejar ketinggalan 1-5 di pertemuan pertama, Twente mampu unggul lebih dulu. Di menit 31 umpan Bryan Ruiz dari sisi kiri berhasil dibelokkan menggunakan tumit oleh Theo Janssen, dari momen tersebut si kulit bundar berhasil diarahkan ke gawang oleh Emir Bajrami.

Setelah menyudahi babak pertama dalam posisi tertinggal, Villarreal akhirnya mampu menyamakan kedudukan di menit 60 melalui eksekusi penalti Giuseppe Rossi. Wasit menunjuk titik putih setelah Dwight Tiendalli melakukan pelanggaran di kotak terlarang, yang membuat dia diganjar kartu merah.

Tujuh menit sebelum bubaran 'Kapal Selam Kuning' berhasil membalikkan keadaan, kembali melalui eksekusi penalti setelah Bart Buysse melakukan tekel pada Perez. Marco Ruben yang maju sebagai eksekutor menuntaskan tugasnya dengan sempurna dan mengubah skor menjadi 2-1.

Villarreal ternyata belum puas dengan kemenangan 2-1 karena di menit akhir laga mereka berhasil menjebol gawang tuan rumah melalui Cani. Skor akhir laga 3-1 untuk kemenangan Villarreal.

Sumber : Detiksport

Selengkapnya...

Benfica dan Sporting Braga Bertemu di Semifinal Liga Europa

Benfica
Meski ditahan PSV 2-2 pada Leg II perempatfinal Liga Europa, Benfica tetap lolos ke semifinal karena unggul agregat 6-3 setelah pada pertandingan Leg I unggul 4-1 atas PSV. Mereka akan bertemu Sporing Braga yang pada Leg II ditahan imbang 0-0 oleh Dynamo Kiev.

Langkah Benfica ke semifinal Liga Europa tidak terbendung walau gagal mengalahkan PSV Eindhoven di leg 2 perempatfinal. Benfica lolos dengan keunggulan agregat 6-3.

PSV yang bermain di kandang sendiri, Philips Arena, Jumat (15/4/2011) dinihari WIB, bermain agresif sejak awal karena mereka tertinggal 1-4 dari pertemuan pertama di markas Benfica.

Hasilnya, PSV sempat unggul 2-0 dan tinggal membutuhksan satu gol tambahan untuk melaju. Namun, klub Belanda itu malah kebobolan dua gol dari Benfica sehingga skor akhirnya jadi 2-2.

Jalannya pertandingan
Laga baru berlangsung 17 menit ketika PSV sukses membuka rekening golnya lewat Balazs Dzsudzsak yang menyambar bola dari jarak dekat usai menerima umpan silang Jeremain Lens dari kanan.

Delapan menit kemudian, PSV memperlebar jaraknya dengan mencetak gol kedua lewat Lens. Lens menendang bola muntah dari tendangannya sendiri yang sempat diblok kiper dan bek Benfica.

Namun Benfica tidak mudah menyerah. Di menit terakhir babak pertama, 'Si Elang' memperkecil ketertinggalannya jadi 1-2. Adalah Luisao yang mencetak gol ini dengan tendangannya usai kiper PSV, Andreas Isaksson, gagal menangkap bola lambung dari tendangan bebas.

Pada menit 63, Benfica sukses menyamakan kedudukan jadi 2-2 lewat gol penalti Oscar Cardozo. Penalti diberikan wasit usai Cesar Peixoto dilanggar oleh Antonio Marcelo di kotak penalti PSV.

Hingga peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan berbunyi, tidak ada gol tambahan tercipta dan PSV harus merelakan tiket semifinal digenggam kuat oleh Benfica.

Dua Kartu Merah Warnai Melajunya Braga
Di semifinal, Benfica akan menghadapi klub sesama Portugal, Sporting Braga. Dalam leg 2 perempatfinal, Braga menahan imbang Dynamo Kiev 0-0 dan lolos berkat aturan gol tandang karena di leg pertama duel keduanya berkesudahan 1-1.

Dua kartu merah dikeluarkan wasit pada pertandingan ini, satu adalah kartu merah langsung buat pemain Braga, Paulo Cesar, di menit 29 dan yang kedua adalah kartu kuning kedua untuk pemain Kiev, Goran Popov.

Susunan pemain
PSV: Isaksson; Rodriguez, Marcelo (Vukovic 72), Tamata (Berg 72), Hutchinson, Dzsudzsak, Manolev (Niljan 85), Wuytens, Labyad, Bakkal, Lens

Benfica: Roberto; Cesar Peixoto, Luisao, Pereira, Jardel, Fabio Coentrao, Javi Garcia, Gaitan (Airton 79), Saviola (Aimar 67), Cardozo, Salvio (Martins 19)
Selengkapnya...

FC Porto Mantap Ke Semifinal Liga Europa

FC Porto
FC Porto menunjukkan jati dirinya sebagai calon juara Liga Europa setelah dengan mantap lolos ke semifinal Liga Europa usai menggilas Spartak Moscow 5-2 pada pertandingan Leg II perempatfinal. Dengan demikian Porto lolos dengan agregat 10-3.

Meski bermodal kemenangan 5-1 di leg pertama, wakil Portugal itu tetap tampil menyerang di pertandingan yang digelar di Stadion Luzhniki, Moskow. Jumat (15/4/2011) dinihari WIB. Hasilnya di menit ke-28 sepakan Givadinho Hulk berhasil membawa Porto unggul 1-0.

Di masa injury time babak pertama, tandukan Cristian Gabriel Barrotti Rodriguez merobek gawang tuan rumah untuk kedua kalinya. Porto unggul 2-0.

Dua menit babak kedua berjalan, tim tamu semakin mempertegas keunggulannya. Kali ini giliran Fredy Guarin yang mencatatkan namanya di papan skor.

Spartak Moskow sempat memperkecil ketinggalan di menit ke-52 usai tendangan Artem Dzjuba merobek gawang yang dijaga Da Silva Arruda Helton.

Namun begitu tak butuh waktu lama bagi Porto untuk kembali memperlebar jarak. Dua menit berselang sundulan Radamel Falcao Garcia memaksa kiper Andrei Dikan untuk memungut bola dari gawangnya untuk kali keempat.

Gol Ferreira da Silva Ari di menit ke-72 kembali membawa tuan rumah memangkas defisit.

Porto tak mengendurkan tekanannya. Semenit menuju bubaran, tim berjuluk Dragoes itu menambah keunggulan menjadi 5-2 kali ini lewat Ruben Micael.

Skor 5-2 untuk Porto bertahan hingga laga ditutup. Tim asuhan Andre Villas Boas itu melaju ke semifinal dengan agregat 10-3.

Di babak selanjutnya Porto menanti pemenang antara Villarreal kontra FC Twente. Semifinal digelar pada 28 April dan 5 Mei.

Susunan Pemain

Spartak Moskow: Dikan, Suchy, Shyeshukov, McGeady, K.Kombarov (D.Kombarov 46), Alex, Makeev, Carioca (Ibson 69), Dzjuba, Welliton (Ferreira da Silva Ari 46), Yakovlev

FC Porto: Helton; Perreira, Fucile (Sapunaru 28), Rolando, Otamendi, Moutinho (Ruben Micael 46), Cristian Rodriguez, Guarin, Fernando, Falca (James Rodriguez 72), Hulk

Sumber : Detiksport
Selengkapnya...

Thursday, April 14, 2011

Madrid Kalahkan Spurs 1-0 dan Lolos ke Semifinal

Real Madrid
Real Madrid akhirnya sukses loos ke semifinal. Hasil ini dipastikan setelah El Real berhasil mengalahkan Tottenham Hotspur 1-0 dalam laga leg II perempatfinal Liga Champions. Hasil ini membuat Iker Casillas dkk melaju ke semifinal dengan agregat 5-0.

Gol tunggal Madrid dalam laga yang digelar di White Hart Lane, Kamis (14/4/2011) dinihari WIB itu dibukukan oleh Cristiano Ronaldo. Gol ini juga tak lepas dari blunder yang dilakukan kiper Heurelho Gomes.

Di babak semifinal, Madrid akan bertemu seteru berat mereka Barcelona yang melaju setelah menyingkirkan Shakhtar Dontesk. Leg I digelar di Santiago Bernabeu pada 27 April, sedang leg II dilangsungkan di Camp Nou pada 3 Mei.

Jalannya Pertandingan

Pertandingan di 45 menit pertama berlangsung menarik. Spurs yang dimotori oleh Gareth Bale dan Aaron Lennon di kedua sayap dan Luka Modric di lapangan tengah, terus menekan pertahanan Madrid.

Peluang pertama di laga ini menjadi milik Madrid. Di menit ketiga, sepakan Mesut Oezil bisa diamankan Gomes.

Menit kelima, gebrakan dari Gareth Bale di sisi kiri mengancam pertahanan Madrid. Selanjutnya ia mengirim umpan ke kotak penalti yang masih bisa dibuang oleh kiper Iker Casillas.

Setelahnya The Lilywhites mampu mengimbangi permainan Los Galacticos. Mengandalkan tusukan Gareth Bale dari sisi kiri, Spurs menghadirkan tekanan ke arah pertahanan Madrid.

Peluang Madrid melalui CR7 di menit ke-20 masih belum membuahkan gol. Tendangannya masih di samping gawang yang dijaga Heurelho Gomes.

Kesempatan emas didapat Spurs di menit ke-26. Aaron Lennon menyerbu dari sebelah kanan. Kemudian dia melepas umpan yang diterima Roman Pavlyuchenko. Namun sepakan pemain bernomor sembilan itu masih di atas gawang Casillas.

Sergio Ramos! Menit ke-35, Madrid berpeluang melalui pemain Spanyol tersebut. Tandukannya menyambut tendangan sudut masih bisa ditepis Gomes.

Semenit berselang tendangan Bale mengoyak gawang Los Blancos. Namun gol itu dianulir akibat ada dua pemain Spurs ada dalam posisi off-side.

Pavlyuchenko! Tendangan pemain Rusia ini dari luar kotak penalti masih bisa dihentikan oleh Casillas.

Gol! Madrid unggul 1-0 di awal babak kedua, tepatnya empat menit selepas restart. Gol ini disebabkan oleh blunder kiper Spurs Heurelho Gomes.

Gomes sebenarnya sudah berhasil menangkap tendangan yang dilepas Cristiano Ronaldo dari luar kotak penalti. Namun bola terlepas dari tangkapan dan bergulir ke gawang sendiri.

Kesempatan Spurs untuk membalas hadir di menit ke-57. Namun sundulan Pavlyuchenko saat menyambut umpan Van der Vaart masih tipis di atas gawang El Real.

Jermain Defoe! Pemain yang baru saja masuk lapangan ini langsung menghadirkan ancaman bagi Madrid. Sepakannya dari luar kotak penalti masih bisa diblok oleh Casillas.

Menit ke-66 Madrid balik mengancam. Sepakan Kaka ke arah tiang sebelah kiri berhasil ditepis oleh Gomes.

Peluang kembali dimiliki Spurs. Kali ini tandukan Defoe di menit ke-74 masih bisa dihalau Casillas. Di kesempatan kedua, usaha Defoe kembali bisa digagalkan kiper Spanyol itu.

Di sisa waktu, kedua tim saling melancarkan tekanan dan memiliki sejumlah peluang mencetak gol. Namun hingga laga ditutup tidak ada gol tambahan tercipta.

Susunan Pemain

Tottenham Hotspur: Gomes; Dawson, Gallas, Assou-Ekotto, Bale, Corluka, Modric (Kranjcar 82), Huddlestone (Sandro 71). Lennon (Defoe 61), Van der Vaart, Pavlyuchenko

Real Madrid: Casillas; Albiol, Carvalho, Arbeloa, Sergio Ramos (Granero 56), Khedira, Xabi Alonso (Benzema 75), Marcelo, Oezil, Ronaldo (Kaka 65), Adebayor

Sumber : Detiksport
Selengkapnya...

Schalke 04 Pulangkan Inter

Tim Kuda Hitam Schalke 04
Kejuta terjadi di babak perempatfinal Liga Champions dengan keberhasilan Schalke melaju ke babak semifinal setelah menyingkirkan sang juara bertahan Inter Milan. Di kandang sendiri Die Knappen sukses memenangi pertandingan dengan skor tipis 2-1.

Setelah menang 5-2 di leg pertama, Schalke kembali menunjukkan keperkasaan di hadapan pendukung sendiri. Meski Inter bisa menguasai jalannya pertandingan di babak pertama, Schalke bisa memperlebar selisih agregat berkat gol Raul Gonzalez di menit 45.

Thiago Motta memang kemudian menyamakan kedudukan menjadi 1-1 di awal babak kedua, sekaligus mempertipis agregat menjadi 6-3. Namun, kegagalan Inter untuk terus mencetak gol demi memangkas seilish agregat membuat Schalke nyaman.

Ujung-ujungnya, gol Benedikt Howedes di menit 80 bak menjadi paku terakhir di peti mati Inter. Schalke menang 2-1 dan secara agregat unggul 7-3. Satu tiket ke semifinal pun digenggam dan lawan yang menanti adalah Manchester United.

Inter pun tak bisa mempertahankan trofi Liga Champions yang mereka raih musim lalu.

Jalannya Pertandingan

Pada pertandingan di Veltins Arena, Kamis (14/4/2011) dinihari WIB, Schalke yang sudah unggul 5-2 secara agregat kalah dominan dalam penguasaan bola. Dilansir Soccernet, Inter unggul persentase 63:37 di babak pertama.

Di menit 36, Dejan Stankovic memaksa Manuel Neuer terbang untuk menyelamatkan gawangnya. Sepakan kerasnya dari luar kotak penalti masih bisa ditepis oleh penjaga gawang berusia 25 tahun itu.

Tiga menit berselang, Stankovic melepaskan umpan yang kemudian disambut dengan sebuah sontekan oleh Maicon. Namun, sontekan bek asal Brasil itu masih melenceng tipis di sisi jala Schalke.

Namun demikian, justru Schalke yang akhirnya unggul di babak pertama berkat Raul. Gol yang mengubah agregat kini menjadi 6-2.

Gol tersebut terjadi dengan diawali oleh sebuah serangan balik cepat. Jose Jurado mengirimkan umpan kepada Raul dan sang penyerang pun menyambutnya.

Lewat satu sepakan kaki kanan, Raul pun sukses merobek jala Inter.

Inter sempat menyamakan skor jadi 1-1 lewat gol Thiago Motta yang datang saat laga babak kedua baru berjalan tiga menit.

Bermula dari tendangan sudut yang menghasilkan kemelut di muka gawang, Motta berhasil merobek jala tuan rumah dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Joel Matip sempat membuat pertahanan Inter ketar-ketir ketika dia menyambut sebuah sepak pojok. Berunung buat Inter, sundulan Matip masih melambung di atas mistar gawang.

Di sisi waktu laga, Inter masih terus berusaha untuk mencari gol demi memangkas agregat. Wesley Sneijder melepaskan tendangan dari jarak sekitar 30 meter pada menit 75, namun usahanya ini berakhir dengan bola melebar di sisi gawang Schalke.

Usaha Inter akhirnya pupus setelah Benedikt Howedes kembali membawa Schalke unggul 2-1 di menit 80. Kali ini Raul giliran yang menjadi arsiteknya.

Umpan terobosannya diterima oleh Howedes, dan sepakan kaki kanan nama terakhir ini bersarang di pojok kanan bawah gawang Inter.

Gol tersebut menjadi gol terakhir dalam laga ini, Schalke pun lolos dengan agregat 7-3.

Susunan Pemain

Schalke 04: 1-Manuel Neuer; 22-Atsuto Uchida, 21-Christoph Metzelder, 4-Benedikt Hoewedes, 2-Hans Sarpei; 11-Alexander Baumjohann (31-Julian Draxler 73), 32-Joel Matip, 14-Kyriakos Papadopoulos, 18-Jose Jurado (13-Lukas Schmitz 87); 9-Edu (15-Angelos Charisteas 77), 7-Raul.

Inter Milan: 1-Julio Cesar; 13-Maicon, 6-Lucio, 15-Andrea Ranocchia, 55-Yuto Nagatomo; 4-Javier Zanetti, 8-Thiago Motta, 10-Wesley Sneijder (29-Coutinho 80), 5-Dejan Stankovic (27-Goran Pandev 46); 9-Samuel Eto'o, 22-Diego Milito.

Sumber : Detiksport
Selengkapnya...

Wednesday, April 13, 2011

Messi Bawa Barca ke Semifinal Liga Champions

Messi
Gol tunggal Lionel Messi ke gawang Shakhtar Donetsk sudah cukup membawa Barcelona menang 1-0 dan lolos ke semifinal Liga Champions. The Catalans pun melenggang mulus ke semifinal dengan keunggulan agreat 6-1.

Barcelona datang ke Donbass Arena, Rabu (13/4/2011) dengan membawa bekal lebih dari cukup setelah memetik kemenangan 5-1 di pertandingan pertama. Meski Shakhtar dikenal punya statistik bagus di kandang, toh Xavi Hernandes cs tetap mampu memetik kemenangan tipis dengan skor 1-0.

Gol semata wayang tersebut dibuat Messi di menit 43. Tambahan satu gol itu membuat skuad besutan Josep Guardiola berhak atas tiket ke semifinal dengan keunggulan agregat mencolok 6-1.

Di babak empat besar Barca akan menghadapi pemenang laga antara Real Madrid vs Tottenham Hotspur. El Real kini dalam posisi diunggulkan menyusul kemenangan 4-0 pada pertemuan pertama di Santiago Bernabeu.

Jalannya Pertandingan

Barcelona dapat perlawanan ketat dari tuan rumah di awal laga. Di menit delapan gawang Barca terancam saat tendangan Douglas Costa meneruskan umpan Jadson masih bisa diblok Victor valdes.

Enam menit berselang duo Costa-Jadson kembali menguji pertahanan Barca, kali ini Valdes dengan sigap menangkap sepakan keras Jadson yang mengarah tepat padanya.

Skuad besutan Josep Guardiola kemudian mencoba membangun serangan, salah satunya melalui sepakan jarak jauh Xavi Hernandez yang masih melayang di atas sasaran. Namun setekah itu Shakhtar lagi-lagi punya peluang bikin gol saat tendangan Henrik Mkhitaryan arahnya tepat ke pelukan Valdes.

Peluang terbaik Barcelona datang di menit 30 saat upaya Ibrahim Afellay menceploskan bola ke dalam gawang usai menerima umpan panjang Adriano masih bisa dihalau Yaroslav Rakitskiy di muka gawang. Semenit berselang Messi berhadapan satu lawan satu dengan Pyatov, usahanya mencungkil bola terbaca dengan baik oleh sang kiper.

Setelah sepakan Afellay di menit 40 mampu ditinju Pyatov, Barca akhirnya lebih dulu unggul saat laga masuk menit 43. Mendapat umpan dari Daniel Alves, Messi dengan tenang mengontrol bola untuk kemudian melepaskan tendangan yang bersarang di gawang. 1-0 Barca unggul.

Berbeda dengan babak pertama, di awal babak kedua tuan rumah seperti kehilanga daya juangnya. Keharusnya mencetak tujuh gol untuk menjaga peluang lolos jelas tugas yang sangat sulit.

Hal inilah yang kemudian membuat Barcelona nyaris menggandakan keunggulan di menit 59. Bermula dari aksi individu Messi yang melewati dua pemain lawan, umpan yang dia lepaskan mampu disambar dengan sempurna oleh Afellay, meski masih mampu dihadang kiper Pyatov. Upaya rebound Alves juga tak membuahkan hasil.

Shakhtar nyaris menyamakan kedudukan melalui Mkhitaryan di menit 63. Namun Valdes tampil membuat penyelamatan gemilang yang menghindarkan gawangnya dari kebobolan.

Pyatov membuat kesalahan di menit 80 saat dia justru memberi bola pada Messi. Shakhtar beruntung sepakan Pedro Rodrigues, yang dapat sodoran bola dari Messi, masih melenceng dari sasaran.

Di sisa waktu pertandingan tak ada gol tambahan tercipta. Skor 1-0 untuk keunggulan Barcelona bertahan hingga laga tuntas.

Susunan Pemain

Shakhtar Donetsk: 30-Andriy Pyatov; 32-Mykola Ishchenko, 14-Vasyl Kobin, 44-Yaroslav Rakitskiy, 13-Vyacheslav Shevchuk; 3-Tomas Hubschman (Fernandinho '75); 20-Douglas Costa (Eduardo '58), 8-Jadson, 10-Willian; 22-Henrik Mkhitaryan, 9-Luiz Adriano (Marcelo Moreno '66)

Barcelona: 1-Victor Valdes; 2-Daniel Alves, 3-Gerard Pique (Gabriel Milito '70), 16-Sergio Busquets, 21-Adriano Correia; 14-Javier Mascherano, 6-Xavi (Pedro'66), 15-Seydou Keita; 20-Ibrahim Afellay, 10-Lionel Messi, 7-David Villa (Jeffren '75)

Sumber : Detiksport
Selengkapnya...

MU Lolos Ke Semifinal Usai Kalahkan Chelsea 2-1


Manchester United sukses melangkah ke semifinal Liga Champions usai menekuk Chelsea 2-1 di mana Chelsea menyudahi laga dengan 10 pemain di babak kedua. MU pun unggul 3-1 secara agregat karena di Leg I unggul 1-0 di Stamford Bridge.

Memainkan duel leg 2 perempatfinal di kandang sendiri, Old Trafford, Rabu (13/4/2011) dinihari WIB, MU unggul terlebih dahulu lewat gol Javier 'Chicharito' Hernandez di penghujung babak pertama.

Chelsea yang kehilangan Ramires yang diusir wasit di menit 71 sebenarnya sempat menyamakan skor lewat gol Didier Drogba. Tetapi gol Park Ji Sung mengunci kemenangan 'Setan Merah' jadi 2-1.

Dengan hasil ini, MU pun berhak untuk melaju ke semifinal berkat keunggulan agregat 3-1 karena di leg 1 Wayne Rooney dkk menang 1-0. Di sana, MU akan berjumpa Inter Milan atau Schalke 04.

Jalannya pertandingan
Kedua tim mencoba bermain dalam tempo cepat sejak menit pertama. Fernando Torres membuka peluang Chelsea di menit 12, tetapi tandukannya menyambut umpan Nicolas Anelka masih melebar.

Dua menit berselang, giliran Anelka yang mengancam, tetapi sepakan yang dilepaskan striker Prancis itu sedikit dari luar kotak penalti masih belum menemui sasarannya.

MU memperoleh peluang yang cukup apik lewat tendangan voli Rooney dari jarak 35 meter di menit 15. Namun bola bisa dikuasai kiper Chelsea, Petr Cech, dengan baik.

Pada menit 27, MU sebenarnya bisa menyarangkan gol ke gawang Cech lewat tandukan Chicharito menyambut umpan silang Rooney. Tetapi wasit menganulirnya karena Chicharito sudah off-side.

Tiga menit kemudian, Chelsea sudah sangat dekat dengan gol pembuka. Kali ini, Anelka lolos di sisi kiri lapangan MU dan kiper MU Edwin van der Sar dipaksa keluar sarang untuk merebut bola dari kaki Anelka dan menyapunya.

MU akhirnya memecah kebuntuan di menit 43. Berawal dari umpan 1-2 Ryan Giggs dengan John O'Shea di sayap kanan, Giggs lolos ke kotak penalti Chelsea dan melepas umpan silang yang disontek Chicharito jadi gol. MU 1, Chelsea 0.

Di awal babak kedua, Chelsea yang tertinggal berusaha meningkatkan level permainan. Di menit 50, Frank Lampard mencoba melepas tendangan jarak jauh, tetapi arahnya melebar.

Dua menit setelah peluang Lampard, giliran Florent Malouda yang mengarahkan si kulit bundar ke arah yang sama, di kanan gawang, dengan tendangan kaki kirinya.

Masuknya Didier Drogba membuat pertahanan MU sedikit kerepotan. Pada menit 57, Drogba menguasai bola di kotak penalti MU, berbalik badang dan menembak! Melebar dari gawang Van Der Sar.

Tepat saat marka waktu pertandingan menyentuh angka satu jam, Drogba kembali memperoleh peluang emas dari bola mati. Tapi kali ini tendangan bebas Drogba bisa ditepis Van Der Sar dengan jitu.

MU bukannya tanpa peluang. Pada menit 68, Nani melepas tembakan tepat dari luar kotak penalti tetapi Cech dengan sigap menjatuhkan badan ke kiri untuk menepisnya.

Bencana bagi Chelsea! Tim London barat itu harus bermain dengan 10 orang sejak menit 71 ketika Ramires memperoleh kartu kuning kedua setelah melanggar Nani dari belakang.

Tetapi Chelsea tak mudah menyerah. Drogba yang menguasai bola dengan dikawal Patrice Evra berbalik badan lagi dan kali ini tembakannya bisa dipeluk Van Der Sar.

Chelsea menyalakan harapan untuk menang dan lolos ketika tendangan kaki kanan Drogba dari dalam kotak penalti sukses menggetarkan jala Van Der Sar. MU 1, Chelsea 1 dan agregat masih 2-1 buat MU.

Tapi tak sampai semenit, MU kembali unggul lewat gol Park. Menerima umpan panjang dari Giggs, tendangan kaki kiri pemain Korea Selatan itu tak mampu dicegah Cech masuk ke gawangnya.

Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, keunggulan 2-1 MU bertahan dan juara tahun 2008 itu pun berhak ke empat besar.

Susunan pemain
MU: Van der Sar, O'Shea, Ferdinand, Vidic, Evra, Nani (Valencia 75), Carrick, Giggs, Park, Rooney, Hernandez

Chelsea: Cech, Ivanovic, Terry, Alex (Ferreira 82), Cole, Ramires, Lampard, Essien, Malouda, Anelka (Kalou 61), Torres (Drogba 46)

Sumber : Detiksport
Selengkapnya...

Monday, April 11, 2011

Sebastian Vettel Membuat Awal Sempurna di Dua Seri F1 2011

Sebastian Vettel membuat sebuah catatan positif dengan dua kemenangan yang diraih di dua seri pertama Formula 1 musim 2011. Ia menikmatinya, tapi enggan sesumbar terlampau jauh.

Setelah menjuarai seri pembuka di Australia, Vettel berhasil pula memenangi balapan di Malaysia, Minggu (10/4/2011). Di Sepang ia berada di depan sejak start sampai finish, dan kini memimpin 24 poin dari rival terdekatnya di klasemen sementara.

"Aku rasa, pertama-tama kami bisa bergembira dan menikmati hari ini, dan mencoba mempertahankan momentum ini, dan membawanya ke balapan selanjutnya," ujar pembalap tim Red Bull itu pada sesi konferensi pers.

"Dua balapan. Dapat dua dari dua seri. Sempurna," sambungnya. "Tak ada yang lebih baik daripada ini, tapi jalan masih terlalu jauh. Masih banyak poin yang harus digapai. Jadi kami harus tetap menjejak tanah."

Pembalap Jerman ini terpaksa membalap tanpa KERS di sebagian besar waktu lomba setelah mendapatkan beberapa masalah pada sistem tersebut.

"Tentu saja ini bukan bagian dari rencana. KERS-nya on dan off selama balapan. Ini sesuatu yang harus kami benahi," ungkap Vettel.

Bos Red Bull Christian Horner memberi pujian pada pembalapnya itu. Vettel, dalam usia yang baru 23 tahun, dinilainya sudah matang.

"Aku pikir dia orang paling oke hari ini. Aku melihatnya dari ketenangan dia di dalam mobil, cara mengendalikan balapan, menjaga ban, dan melakukan apa yang harus dia lakukan," tutur Horner kepada BBC yang dilansir Autosport.

"Kami punya opsi melakukan tiga atau empat pitstop, dan dia yang memberikan kami opsi-opsi itu. Performa dia sangat matang hari ini."

Sumber : Detiksport
Selengkapnya...

Comeback, Ibra di Espulso Wasit

Ibrahimovic usai di espulso wasit
Dalam laga perdana setelah bebas dari skorsing dua pertandingan, Zlatan Ibrahimovic kembali mendapat kartu merah. Dia menyesal dan mengaku marah pada dirinya sendiri.

Ibra baru saja selesai menjalani skorsing dua laga akibat mendapat kartu merah dalam laga kontra Bari, 13 Maret silam. Akibat skorsing itu, dia harus absen saat AC Milan bertamu ke Palermo dan menghadapi Inter dalam laga derby.

Laga kontra Fiorentina di Artemio Franchi, Senin (11/4/2011) dinihari WIB, mestinya dijadikan striker Swedia ini sebagai ajang penebusan kesalahannya. Namun, alih-alih mencetak gol, dia malah diusir wasit. Konyolnya, dia mendapat kartu kuning kedua karena mengumpat kepada hakim garis terkait keputusan sebuah lemparan ke dalam.

"Saya kehilangan bola dan marah pada diri saya sendiri, bukan kepada asisten wasit. Saya bicara pada diri saya sendiri," sesal Ibra, seperti dilansir Football-Italia.

"Saya tak memprotes kartu merah itu sebab tak ada lagi yang bisa dikatakan, dia (wasit) sudah membuat keputusan," tambahnya.

Beruntung buat Milan, mereka masih mampu mempertahankan kemenangan 2-1 atas La Viola meski kehilangan satu pemain. Mereka pun mampu mempertahankan jarak dengan Napoli di puncak klasemen Seri A.

"Rekan setim saya punya alasan untuk marah kepada saya. Saat Fiorentina terus memberikan tekanan, itu bukan waktu yang pas untuk mendapatkan kartu merah," kata pemain 29 tahun itu.

"Saya minta maaf, tapi sepertinya seolah-olah saat ini saya bahkan tidak bisa bergumam pada diri saya sendiri tanpa mendapatkan masalah. Saya akan melakukan segala sesuatu yang saya bisa untuk membantu Milan memenangkan scudetto," pungkas dia.

Sumber : Detiksport
Selengkapnya...

Kalahkan Fiorentina, Milan Kokoh di Puncak

Milan kokoh di puncak klasemen setelah memetik kemenangan tipis atas Fiorentina 2-1. Clarence Seedorf dan Alexandre Pato jadi pahlawan usai bikin gol, sementara Zlatan Ibrahimovic dapat kartu merah.

Meski perolehan poinnya disamai Napoli yang beberapa jam sebelumnya menundukkan Bologna 2-0, Milan tetap tampil tenang dan penuh percaya diri dalam laga di Stadion Artemio Franchi, Senin (11/4/2011) dinihari WIB.

Hasilnya adalah gol cepat yang dibuat Clarence Seedorf di menit tujuh, sebelum digandakan Pato di menit 41. Gol tunggal La Viola datang 10 menit sebelum laga tuntas melalui sepakan Juan Manuel Vargas.

Kemenangan Rossoneri harus tercoreng oleh kartu merah yang didapat Zlatan Ibrahimovic, yang diusur wasit pada menit 87 usai dapat kartu kuning kedua. Kartu merah tersebut seperti melanjutkan masalah indisipliner yang didapat Ibra karena laga kontra Fiorentina ini merupakan pertandingan comeback setelah dapat sanksi larangan bermain dua kali akibat memukul pemain Bari.

Kemenangan ini membuat Milan kembali menjauh dari kejaran Napoli. Milan kini punya 68 poin, unggul tiga dari Marek Hamsik cs yang punya angka 65.

Jalannya Pertandingan

Baru dua menit pertandingan berjalan Milan sudah punya peluang melalui sepakan keras Seedorf dari dalam kotak penalti yang masih bisa dihadang kiper Boruc. Fiorentina langsung membalas di menit empat saat tendangan salto Santana tepat megarah ke pelukan Cristian Abiatti.

Tampil lebih agresif Milan akhirnya unggul saat laga masuk menit tujuh. Gol ini bermula dari umpan cantik Ibra pada Seedorf yang masih mampu dipatahkan barisan belakang Fiorentina.

Bola yang mental ke arah Pato langsung ditanduk oleh striker asal Brasil itu kembali ke arah Seedorf. Pemain bertahan Fiorentina sepertinya tak menduga kalau bola akan dikembalikan ke gelandang Belanda itu, berdiri bebas tanpa kawalan sepakan setengah voli Seedorf bersarang di gawang. 1-0 Milan unggul.

Tiga menit berselang Milan punya peluang menggandakan keunggulan. Berhadapan satu lawan satu dengan kiper sepakan Pato masih terhadang Boruc.

Selanjutnya Milan mendominasi jalannya laga. Namun La Viola tetap mampu mengkreasikan peluang yang salah satunya datang dari sepakan jarak jauh Adem Ljajic yang mengarah ke sudut bawah gawang dan dengan susah payah ditepis Abbiati.

Setelah sepakan jarak jauh Gianluca Zambrotta memanfaatkan umpan datar tendangan sudut Pato masih bisa ditepis kiper, Milan akhirnya menggandakan keunggulan di menit 41 melalui serangan yang terbangun rapi.

Bermula dari umpan backheel Kevin Boateng, Ibra menusuk ke muka kotak penalti Fiorentina dan mengembalikan pada Boateng yang melakukan penetrasi di sisi kanan. Melakukan sprint ke arah kotak penalti, bola kemudian diumpan Boateng ke muka gawang dan diceploskan menjadi gol oleh Pato. Milan unggul 2-0.

Di babak kedua Ibrahimovic juga membuang dua peluang matang yang dia miliki. Setelah sepakannya dalam posisi satu lawan satu dengan kiper masih melenceng di tiang jauh, kerjasama satu-dua yang dia lakukan dengan Pato juga tak membuahkan hasil. Tendanan Ibra kembali melenceng.

Pada pertengahan babak kedua Fiorentina mengklaim penalti menyusul insiden yang melibatkan Seedorf dan Gianluca Comotto. Namun wasit tidak mengacuhkannya dan justru menganggap telah terjadi pelanggaran untuk Milan.

Sepuluh menit sebelum bubaran gawang Milan berhasil dibobol. Abbiati sesungguhnya tampil bagus saat menghalau sepakan keras Montolivo. Namun bola rebound yang disambar Vargas tak mampu dihadang masuk ke gawang, apalagi bola berubah arah setelah membentur dada Gennaro Gattuso.

Milan kemudian berada dalam tekanan untuk bisa mempertahankan keunggulan. Dalam kondisi tersebut Diavolo Rosso malah harus kehilangan Ibra yang langsung dapat kartu merah dari wasit karena dianggap menghina hakim garis saat memprotes sebuah lemparan ke dalam.

Milan akhirnya bisa bertahan meski hanya dengan 10 orang di sisa waktu. Hingga peluit panjang dibunyikan skor 2-1 untuk kemenangan Milan tidak berubah.

Susunan Pemain

Fiorentina: Boruc; Comotto, Gamberini, Natali (Kroldrup 56), Pasqual; Donadel (Behrami 62), Montolivo, Vargas; Santana, Ljajic (Babacar 46); Gilardino

Milan: Abbiati; Abate, Yepes, Thiago Silva, Zambrotta; Flamini, Van Bommel, Seedorf; Boateng (Gattuso 77); Pato, Ibrahimovic

Sumber : Detiksport
Selengkapnya...

Sunday, April 10, 2011

Terjadi Insiden di GP Malaysia, Alonso dan Hamilton kena Penalti

Tabrakan yang terjadi anatar Alonso dan Hamilton di GP Malaysia berbuah penalti. Fernando Alonso dan Lewis Hamilton terkena hukuman penalti 20 detik di GP Malaysia akibat insiden tersebut. Bagi Alonso, penalti ini tak berpengaruh. Tapi buat Hamilton, posisinya jadi turun satu peringkat ke posisi kedelapan.

Dalam balapan di Sirkuit Sepang, Minggu (10/4/2011), Alonso dan Hamilton sempat terlibat sebuah persaingan sengit memperebutkan posisi ketiga. Pada lap 45, Alonso berusaha menyalip pembalap McLaren itu. Usahanya gagal dan mobilnya bersinggungan dengan mobil Hamilton. Alhasil, sayap depan mobil Alonso rusak dan andalan Ferrari itu harus masuk pit.

Insiden tersebut ternyata berbuntut panjang. Alonso dinilai melanggar Article 16.1 yang menghukum pembalap yang telah menyebabkan tabrakan. Sementara Hamilton melanggar Article 20.2 yang menyatakan "manuver yang cenderung untuk menghalangi pembalap lain, seperti lebih dari sekali mengubah arah untuk mempertahankan posisinya, tidak diizinkan".

Kedua pembalap tersebut akhirnya dijatuhi hukuman. Catatan waktu akhir mereka ditambah penalti 20 detik.

Hukuman ini tak berpengaruh buat Alonso. Dia tetap berhak atas posisi keenam. Sementara buat Hamilton, posisinya turun satu peringkat ke posisi kedelapan. Posisi ketujuh pun jadi milik Kamui Kobayashi.

Sementara di klasemen pembalap, Alonso masih di peringkat kelima dengan koleksi 20 poin. Hamilton tetap di peringkat ketiga dengan 22 poin.

Sumber : Detiksport
Selengkapnya...

Vettel Menangi GP Malaysia

Sebastian Vettel
Sebastian Vettel sang juara dunia berhasil meraih kemenangan di GP Malaysia. Pembalap tim Red Bull itu memenangi balapan di Sepang, Minggu (10/4/2011), diikuti Jenson Button dan Nick Heidfeld.

Vettel yang meraih pole position tampil konsisten dan meyakinkan sepanjang lomba, walaupun ia mendapat perlawanan cukup ketat dari beberapa rivalnya seperti Lewis Hamilton dan Fernando Alonso.

Namun sejak setengah lomba ia mulai tampak menguasai pertarungan dan akhirnya finish paling depan dengan waktu satu jam 37 menit 39,832 detik.

Ini adalah kemenangan kedua Vettel di musim ini setelah menjuarai seri pembuka di Australia. Musim lalu ia juga tampil sebagai pemenang di Sepang.

Sementara itu Button membawa McLaren naik podium kedua, setelah ia cuma menduduki peringkat enam di Melbourne. Heidfeld memberi prospek buat Renault setelah pembalap Jerman ini finish nomor tiga.

Tujuh pembalap lain yang masuk 10 besar berturut-turut adalah Mark Webber, Felipe Massa, Alonso, Hamilton, Kamui Kobayashi, Michael Schumacher, dan Paul di Resta.

Hasil GP Malaysia:

1 Sebastian Vettel 1:37:39.832
2 Jenson Button + 3.261
3 Nick Heidfeld + 25.075
4 Mark Webber + 26.384
5 Felipe Massa + 36.958
6 Fernando Alonso + 37.248
7 Lewis Hamilton + 49.957
8 Kamui Kobayashi + 1:06.439
9 Michael Schumacher + 1:24.896
10 Paul Di Resta + 1:31.563
11 Adrian Sutil + 1:41.379
12 Nico Rosberg at 1 lap
13 Sebastien Buemi at 1 lap
14 Jaime Alguersuari at 1 lap
15 Heikki Kovalainen at 1 lap
16 Timo Glock at 2 laps
17 Vitaly Petrov at 4 laps (DNF)
18 Jarno Trulli at 25 laps (DNF)
19 Vitantonio Liuzzi at 10 laps (DNF)
20 Jerome d' Ambrosio at 14 laps (DNF)
21 Sergio Perez at 32 laps (DNF)
22 Rubens Barrichello at 33 laps (DNF)
23 Narain Karthikeyan at 41 laps (DNF)
24 Pastor Maldonado at 48 laps (DNF)

Sumber : Detiksport
Selengkapnya...

Friday, April 08, 2011

Jadi Andalan Milan, Thiago Silva Terbebani Maldini

Thiago Silva
Semenjak Paolo Maldini mundur dari lapangan hijau, Thiago Silva langsung jadi andalan lini belakang AC Milan berduet dengan Alessandro Nesta. Meski dinilai baik oleh klub dan fans, bek asal Brasil tersebut ternyata terbebani sebagai pengganti sosok Paolo Maldini.

Silva datang ke San Siro setelah diboyong dari Fluminese pada Juli 2009. Bek tengah berusia 26 tahun itu langsung dipercaya bertandem dengan Alessandro Nesta di sentral pertahanan Rossoneri yang ditinggal Paolo Maldini di penghujung musim 2008/2009.

Silva membayar kepercayaan dan harga mahal yang diberikan Diavolo Rosso padanya. Tampil konsisten, dia total melakoni 40 pertandingan dan sumbangan dua gol di musim perdana. Sementara musim ini sudah 31 laga dijalani plus donasi satu gol.

Meski tampil meyakinkan dan kerap dapat sanjungan, Silva ternyata merasa berada di bawah bayang-bayang Paolo Maldini. Kedatangan di Milan yang bertepatan dengan Maldini pensiun memberikan beban tersendiri buat Silva.

"Saya dalam periode menentukan di sepanjang karir saya. Saya merasakan tanggung jawab menjadi suksesor seorang yang fenomenal seperti Paolo Maldini," sahut Silva seperti diberitakan Football Italia.

Sebelum akhirnya memutuskan gantung sepatu, Maldini 24 tahun membela Milan. Dalam periode tersebut ada 26 trofi utama berhasil dia persembahkan, termasuk yang paling mentereng lima gelar Liga Champions.

"Di akhir karir saya, saya hanya berharap bisa memenangi setengah apa yang dia (Maldini) dapat dari karir olahraganya yang luar biasa," tuntas Silva.

Sumber : Detiksport
Selengkapnya...

FC Porto Hajar Spartak 5-1

FC Porto
FC Porto tampil impresif di perempatfinal Liga Europa dengan menghajar Spartak 5-1. Dengan hasil ini Porto menapak satu kaki di semifinal. Bagaimana jalannya pertandingannya?

Catat performa Porto di liga domestik berikut ini. Dari 25 kali laga yang sudah dijalani, skuad arahan Andre Villas Boas itu 23 kali menang dan dua kali bermain imbang. Imbasnya, Porto sudah dipastiakn keluar sebagai juara sebelum musim berakhir.

Porto kini mengoleksi 71 poin atau unggul 16 angka dari Benfica yang ada di posisi dua. Melihat catatan ini, tentunya hasil yang diraih atas Spartak di Estadio do Dragao, Jumat (8/4/2011) dinihari WIB, bukan sesuatu yang mengejutkan. Malahan menjadi penegasan atas performa impresif mereka sepanjang musim.

Radamel Falcao menjadi bintang kemenangan Porto dalam pertandingan ini, di mana Ia menorehkan hat-trick. Dua gol lainnya diciptakan oleh gol bunuh diri Kiril Kombarov dan Maicon. Satu gol Spartak dihasilkan oleh Kombarov sendiri.

Falcao membuka rekening golnya di menit 38. Umpan silang Alvaro Perreira dari sisi kiri disambut dengan sundulan menyelam oleh pemain bernomor 9 itu di tiang jauh. Kiper Andrei Dikan tak mampu menghalaunya.

Skor 1-0 itu bertahan sampai babak pertama selesai. Baru di babak kedua, Porto menggila.

Varela memperbesar keunggulan tuan rumah menjadi 2-0 pada menit 65 lewat tembakan voli dari dalam kotak penalti. Bola bersarang di pojok kanan bawah gawang Dikan.

Gol ketiga Porto datang di menit 70 dengan diawali sebuah sepak pojok. Bola yang disundul Maicon sempat dihalau Dikan, namun mengenai kaki Kombarov. Akibatnya, bola malah bergulir masuk ke dalam gawang. Skor berubah menjadi 3-0.

Kombarov kemudian membayar kesalahannya semenit kemudian setelah tendangan lob-nya berhasil mengelabui Helton. Spartak memperkecil kedudukan menjadi 3-1.

Porto kemudian menambah dua gol lagi di sisa lima menit pertandingan melalui Falcao. Gol keempat hadir setelah Cristian Rodriguez melepaskan umpan silang datar ke arah kotak penalti, Falcao pun langsung menyambarnya dari tiang dekat dan membawa tuan rumah unggul 4-1.

Gol penyempurna kemenangan Porto dihasilkan Falcao di menit 90 melalui sundulan setelah menerima umpan hasil tendangan bebas Fernando Belluschi.

Dengan hasil ini, Porto punya kesempatan lebih besar untuk melaju ke babak semifinal. Sementara Spartak punya misi relatif mustahil lantaran mereka setidaknya harus menang 4-0 pada leg kedua.

Sumber : Detiksport
Selengkapnya...

Villarreal Hajar Twente 5-1

Villarreal
Villarreal punya peluang besar lolos ke semifinal Liga Europa setelah menghajar Twente dengan skor telak 5-1 pada pertandingan perempatfinal Liga Europa leg I.

Villarreal menjamu Twente di gelar di El Madrigal, Jumat (8/4/2011) dinihari WIB. Gol-gol Villarreal diciptakan oleh empat orang pemain dan Nilmar menyumbang dua di antaranya.

Tim tuan rumah tampil mendominasi hampir di sepanjang pertandingan dan unggul hingga lima gol lebih dahulu. Sebelum Twente mencetak gol hiburan di masa injury time.

Carlos Marchena mengawali pesta gol Villarreal di menit 22. Memanfaatkan pertahanan Twente yang buruk, Borja Valero mengirim umpan terukur yang disambut oleh tandukan Marchena.

Sepuluh menit kemudian, Villarreal kembali memperoleh peluang. Santi Carzola melakukan pergerakan berbahaya dan memberikan bola kepada Nilmar. Pemain kedua yang disebut mecungkil bola namun hanya bersarang di belakang gawang Twente.

Amukan serangan Villarreal benar-benar meremukkan Twente. Wakil Spanyol ini berhasil menceploskan dua gol tambahan dalam rentang waktu sekitar lima menit.

Di menit 43, Villarreal kini menggandakan keunggulannya menjadi 2-0. Cazorla mengirim umpan terobosan kepada Valero yang lolos dari penjagaan bek Twente. Dengan satu sentukan, Valero sukses menceploskan bola yang bersarang di pojok kanan bawah gawang.

Menjelang laga usai, gawang Twente robek untuk kali ketiga. Kali ini giliran Nilmar yang mencetak namanya di papan skor. Babak pertama pun ditutup dengan skor 3-0 untuk keunggulan tim berjuluk Kapan Selam Kuning itu.

Dominasi Vilarreal berlanjut di babak kedua. Kerjasama satu-dua antara Giuseppe Rossi dan Nilmar membeirikan ruang tembak bagi Mario Perez. Sayang sekali bola masih melenceng.

Baru lah di menit ke-54, Villarreal berhasil menambah pundi-pundi golnya berkat Rossi. Berawal dari umpan Valiano Bruno, Rossi mengejar bola dan melewati penjagaan para bek Twente. Ia lantas melepas sepakan keras dari jarak cukup jauh dan masuk.

Empat menit kemudian, Villarreal menyerang yang diprakarsai oleh Cazorla. Twente lantas melakukan counter attack yang cukup mematikan semenit kemudian.

Passing apik Theo Janssen diterima Marc Janko. Tapi bola sepakan Janko masih tipis melambung di atas mistar gawang Villarreal.

Meskipun telah unggul tiga gol, Villarreal sama sekali tidak mengendurkan serangannya. Mereka bahkan menguasai hampir 70 persen penguasaan bola.

Serangan Villarrea akhirnya membuahkan gol yang kelima. Rossi lagi-lagi mengarsiteki serangan ini, ia mengumpan bola kepada Nilmar dan lolos dari penjagaan Douglas di kotak penalti. Nilmar menyambut bola dan mudah saja menjebol gawang Twente.

Peluang lain didapat Twente di menit 83. Janko mendapat bola umpan Janssen tapi finishing buruk Janko urung menjadikan gol buat tim tamu.

Villarreal kembali mengancam lewat Cani empat menit kemudian. Sepakan jarak jaruhnya melambung tipis saja di atas gawang yang dijaga Mihaylov.

Twente akhirnya berhasil mencetak gol hiburan di masa injury time. Wisgerhof melepaskan umpan silang dan Janko yang berada di kotak penalti membuat tandukan dan gol. Pertandingan ditutup dengan kemenangan Villarreal 5-1.

Dengan hasil ini Villarreal hampir pasti lolos ke babak empat besar. Hanya kekalahan 0-4 di leg kedua pada pekan depan yang sanggup untuk menutup peluang itu.

Susunan Pemain:
VILLARREAL: Diego Lopez, Carlos Marchena, Mario Perez Gonzalo (Joan Capdevilla 71'), Jose Catala (Olivas Jose Alba Kiko 82'), Mateo Mussachio, Santi Cazorla, Borja Valero (Cani 79'), Soriano Llido Bruno, Nilmar, Giuseppe Rossi

TWENTE: Nikolay Mihaylov, Peter Wisgerhof, Oguchi Onyewu, Dwight Tiendalli, Roberto Rosales, Douglas Franco, Theo Janssen, Wout Brama (Denny Landzaat 76'), Emir Bajrami, Bryan Ruiz (Nacer Chadli 60'), Luuk de Jong (Marc Janko 30')

Sumber : Detiksport
Selengkapnya...