Showing posts with label Milan Scudetto. Show all posts
Showing posts with label Milan Scudetto. Show all posts

Sunday, May 15, 2011

Pesta Scudetto Usai Hajar Cagliari 4-1

Milan Scudetto
Pesta juara sempurna dilakukan Rossoneri di San Siro usai menang telak atas Cagliari dalam pertandingan terakhir di kandang sendiri musim ini pada Minggu 15/05/2011 dinihari WIB. Pada pertandingan ini AC Milan me-launching kostum home yang akan mereka pergunakan pada musim 2011/2012 mendatang.

Milan sudah memastikan merebut status juara Seri A pekan lalu saat bermain imbang di kandang AS Roma. Namun baru pada pekan ini Diavolo Rosso resmi menggelar pesta juara saat bertanding di kandang sendiri, Stadion San Siro.

Pesta juara Milan diiringi hasil memuaskan karena Clarence Seedorf cs memetik kemenangan 4-1 atas Cagliari. Gol-gol tuan rumah datang dari Robinho (22 dan 35), Gennaro Gattuso (24) dan Seedorf (77). Sementara gol tunggal tim tamu dilesakkan Andrea Cossu di menit 38.

Jalannya Pertandingan

Menjalani laga kandang pertama setelah memastikan meraih titel ke-18, Milan tampil dengan percaya diri. Meski tak diperkuat Alessandro Nesta, Zlatan Ibrahimovic dan Kevin Prince Boateng, Milan tetap mampu mendominasi laga.

Peluang pertama Milan datang melalui tandukan Urby Emanuelson yang masih terhadang. Upaya rebound yang dilakukan Robinho juga tak membuahkan hasil karena kiper Michael Agazzi melakukan penyelamatan gemilang.

Upaya menggedor pertahanan Cagliari akhirnya membuahkan hasil di menit 22 melalui aksi individu Robinho. Menusuk dari sisi kiri, pesepakbola Brasil itu melewati tiga pemain lawan dan melepaskan tendangan melengkung yang bersarang di dalam gawang.

Milanisti tak harus menunggu lama untuk merayakan gol kedua timnya karena Gattuso mampu mengubah kedudukan dua menit berselang. Bermula dari tusukan Pato yang terhadang Agazzi, bola mental tepat ke arah Gattuso yang akan masuk ke dalam kotak penalti. Tandukan pelan 'Si Badak' gagal dihalau Agazzi yang masih terjatuh.

Sebuah umpan terobosan Seedorf pada Pato nyaris menambah keunggulan Milan, namun sepakan 'Si Bebek' tidak terlalu lemah hingga bisa dijinakkan Agazzi. Pato akhirnya justru membidani gol ketiga Milan yang dibuat Robinho saat umpan yang dia lepaskan mampu dimaksimalkan oleh rekan Brasilnya itu.

Memasuki menit 38 Cagliari berhasil memperkecil ketinggalan. Menusuk di sisi kiri pertahanan Milan, Cossu sukses memperdaya Mario Yepes dan melepaskan tembakan terarah yang tak kuasa dihalau Cristian Abbiati. Saat turun minum skor 3-1 untuk Milan.

Di babak kedua Milan masih berupaya menambah jumlah golnya. Namun tuan rumah terlalu sering kehilangan bola yang membuat mereka justru beberapa kali berada dalam ancaman.

Milan beruntung beberapa peluang yang dimiliki Cagliari gagal dituntaskan menjadi gol. Dan justru mereka mampu menambah keunggulan menjadi 4-1.

Lewat kerjasama yang terbangun cantik, Pato melepaskan umpan pendek pada Seedorf di muka kotak penalti. Si kulit bundar sempat menyetuh kaki bek Cagliari sebelum bisa dikuasai Seedorf, yang dengan dingin memperdaya Agazzi dalam posisi satu lawan satu.

Di menit-menit akhir pertandingan Massimiliano Allegri memasukkan Filippo Inzaghi. Ini merupakan pertandingan pertama Super Pippo setelah absen panjang akibat cedera yang diderita dalam laga kontra Palermo pada 10 November silam.

Susunan Pemain

Milan: Abbiati; Abate, Thiago Silva, Yepes, Zambrotta; Gattuso (Flamini 60), Ambrosini (Pirlo 46), Emanuelson; Seedorf; Pato (Inzaghi 82), Robinho

Cagliari: Agazzi; Perico (Ariaudo 78), Canini, Astori, Agostini; Biondini, Nainggolan, Missiroli (Ragatzu 59); Lazzari, Cossu (Ceppellini 91); Acquafresca

Sumber : Detiksport
Selengkapnya...

Tuesday, May 10, 2011

Allegri Beri Milan Scudetto di Musim Pertama

Massimiliano Allegri
Prestasi gemilang dicatat oleh Massimiliano Allegri pada musim pertamanya membesut AC Milan. Legenda Milan Franco Baresi bahkan menyebut Allegri adalah kombinasi yang sempurna antara pelatih Milan terdahulu Carlo Ancelotti dan Fabio Capello.

Allegri mengantarkan Milan merebut scudetto ke-18 setelah bermain imbang melawan AS Roma, Minggu (8/5/2011) dinihari WIB. Mantan pelatih Cagliari ini menyamai catatan Arrigo Sacchi, Fabio Capello, dan Alberto Zaccheroni sebagai pelatih yang mempersembahkan scudetto untuk Rossoneri pada musim pertamanya.

Kesuksesan Allegri pun mengundang pujian dari Baresi. Legenda Milan ini membandingkan Allegri dengan dua mantan allenatore Il Diavolo Rosso, Carlo Ancelotti dan Fabio Capello.

"Max merupakan perpaduan antara Carlo Ancelotti dan Fabio Capello. Dia membuat awal yang hebat dalam petualangannya bersama Milan, juga menciptakan dasar untuk jadi kompetitif di kompetisi Eropa," sahut Baresi di Football-Italia.

"Pada awalnya kami semua penasaran untuk melihat kemampuannya. Dia cukup bagus untuk mengelola sebuah kelompok penting," lanjutnya.

"Dia membuat setiap pemain menampilkan yang terbaik, termasuk para pemain yang tak bermain sebaik itu pada musim sebelumnya," imbuh pria 50 tahun ini.

"Yang penting adalah tujuan memenangi titel dan pemain, berkat Allegri, memahami itu," tandasnya.

Sumber : Detiksport
Selengkapnya...

Sunday, May 08, 2011

Seri dengan Roma, Milan Rebut Scudetto

Bermain imbang 0-0 dengan AS Roma di Roma memastikan AC Milan merebut Scudetto musim 2010-2011. Poin yang didapat AC Milan sudah tak terkejar lagi oleh pesaingnya karena keunggulan head to head.

Tambahan satu poin dari hasil seri itu membuat Milan kini mengoleksi 78 poin dari 36 pertandingan. Karena keunggulan head to head dan selisih poin yang kini berjumlah sembilan dengan Inter Milan di posisi kedua, Rossoneri dipastikan tak terusik lagi di puncak klasemen meski Nerazzurri masih punya tiga pertandingan tersisa.

Keberhasilan menjuarai Seri A menyudahi penantian sepanjang tujuh tahun untuk kembali bertahta setelah kali terakhir melakukannya di tahun 2003/2004. Diavolo Rosso kini total sudah mengumpulkan 18 gelar juara.

Sukses Milan ini berarti menyudahi dominasi Inter yang selalu menjadi kampiun dalam lima periode sebelumnya. Sama seperti Milan, Inter juga telah memenangi total 18 titel juara Liga Italia.


Jalannya Pertandingan

Di Stadion Olimpico, Roma, Minggu (8/5/2011) dinihari WIB, Milan butuh satu poin untuk memastikan didapatnya titel juara. Itu membuat Rossoneri tampil ngotot di menit-menit awal laga. Peluang pertama mencetak gol datang dari kubu tim tamu di menit sembilan saat sepakan Kevin Prince Boateng dari luar kotak penalti melayang di atas sudut gawang Roma.

Mirco Vucinic nyaris menjebol gawang Milan di menit 13. Momen tersebut bermula dari tusukan Marco Cassetti di sisi kanan di mana dia berhasil memperdaya Gianluca Zambrotta. Umpan silang yang dia kirim ke tiang jauh tepat mengarah ke Vucinic, yang langsung melepaskan tembakan dari jarak dekat namun mampu dihadang Cristian Abbiati.

Milan yang pada menit-menit awal bermain offensif justru balik tertekan di pertengahan babak pertama. Sebuah sapuan Alessandro Nesta dan tandukan Thiago Silva di muka gawang menghindarkan gawang Rossoneri dari kebobolan di menit 23.

Memasuki menit 36 Roma kembali menebar ancaman saat Aleandro Rosi melepaskan tendangan dari dalam kotak penalti. Namun bola yang dia arahkan ke tiang dekat dibaca dengan baik oleh Abbiati.

Di masa injury time Roma kembali memaksa Abbiati jatuh bangun mengamankan gawangnya. Kali ini Juan yang mengancam saat akselerasinya di dalam kotak penalti bisa dihentikan kiper nomor satu Milan itu.

Robinho!! Belum satu menit babak kedua berjalan sepakan pesepakbola Brasil itu dari luar kotak penalti mental terkena tiang gawang. Semenit berselang upaya Massimo Ambrossini menyambar bola tendangan bebas terhalang bek Roma yang menjatuhkan diri di kotak penalti.

Tepat di menit 60 Milan kembali membuang peluang untuk membuka keunggulan. Lolos dari jebakan offside saat mengejar umpan Ambrossini, Boateng dengan dingin mencungkil bola saat berhadapan satu lawan satu dengan Doni. Malang buat Milan, si kulit bundar ternyata masih tipis menyamping dari sasaran.

Tekanan Milan berlanjut melalui tendangan bebas Zlatan Ibrahimovic yang mampu dihadang Doni. Upaya rebound Clarence Seedorf dari momen tersebut juga gagal karena dihadang bek tuan rumah sambil menjatuhkan diri.

Selanjutnya Milan seperti menyiapkan diri untuk menerima hasil imbang. Rossoneri lebih sering bermain di lapangannya sendiri. Kondisi tersebut sempat menghadirkan beberapa momen berbahaya lantaran mereka kehilangan bola dan terancam serangan cepat Roma.

Tak ada peluang matang tercipta di menit-menit akhir pertandingan, termasuk lima menit masa injury time. Saat peluit panjang dibunyikan wasit tanda laga tuntas, pemain dan staff Milan yang sudah berkerumun di pinggir lapangan langsung menyerbu masuk untuk merayakan gelar juara Milan yang ke-18.

Susunan Pemain

Roma: Doni; Cassetti, Burdisso, Juan, Riise; Pizarro, Brighi (Rosi 17) (Caprari 82); Taddei, Simplicio, Vucinic (Borriello 54); Totti

Milan: Abbiati; Abate, Nesta, Thiago Silva, Zambrotta; Gattuso (Ambrosini 46), Van Bommel, Seedorf; Boateng; Robinho (Pato 73), Ibrahimovic

Sumber : Detiksport
Selengkapnya...