Showing posts with label seleksi timnas U-23. Show all posts
Showing posts with label seleksi timnas U-23. Show all posts

Thursday, January 20, 2011

Pencoretan Irfan Bachdim Dinilai Diskriminasi

Irfan Bachdim
Tidak ada nama Irfan Bachdim dalam skuad Timnas Indonesia U-23 yang diproyeksikan untuk pra olimpiade dan SEA Games. Banyak pecinta bola tanah air yang menyayangkan alasan pencoretan ini karena Irfan Bachdim bermain di LPI. Publik menganggap Riedl melakukan diskriminasi terhadap pemain sepak bola yang bermain di LPI.

Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Demokrat, I Gede Pasek Suardika, menilai ada diskriminasi yang dilakukan dalam proses seleksi pemain sepak bola tim nasional Indonesia. Gede menilai bahwa diskriminasi itu terjadi terutama terhadap pemain sepak bola yang bermain di Liga Primer Indonesia (LPI).

Gede menilai alasan pelatih tim nasional, Alfred Riedl, menolak Irfan Bachdim masuk dalam tim tak dapat diterima. "Saya mendengar penjelasan mengenai Irfan (Bachdim) tak bisa masuk timnas karena bermain di LPI. Riedl sudah melanggar undang-undang kita," katanya saat menyampaikan pendapat dalam Rapat Kerja Komisi X dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga kemarin.

Menurut penilaian Gede, Riedl bisa menolak Irfan jika memang dia menganggap bahwa penyerang Persema Malang itu tak memiliki kemampuan seperti yang diharapkan. "Prinsip olahraga sudah dilanggar," katanya. Dengan membuat keputusan seperti itu, Gede menyatakan bahwa sudah seharusnya Riedl mendapatkan teguran ataupun sanksi. "Apalagi untuk urusan timnas memakai APBN, lebih baik kita tidak juara tapi sportif daripada sebaliknya," ujarnya.


Sedangkan Djamal, anggota Komisi X lain dari Fraksi Hanura, mengatakan keputusan PSSI tidak memasukkan pemain-pemain yang berlaga dalam LPI adalah melanggar hak warga negara. "Ada hak rakyat yang hilang di sini," katanya saat ditemui seusai rapat. Menurut Djamal, pencoretan Irfan sangat disayangkan. "Karena keberadaan dia, bagaimanapun, bisa menjadi penarik minat masyarakat untuk mendukung sepak bola," katanya.

Karena itu, Djamal berharap agar permasalahan yang berkaitan dengan penyelenggaraan LPI sudah seharusnya mendapat penyelesaian. "Ini harus bisa cepat selesai," katanya. Dia berharap, siapa pun yang terlibat atau berkaitan dengan masalah ini harus berupaya sekuat tenaga mencari jalan keluar.

Selain itu, Djamal menyayangkan tindakan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga, yang sepertinya tidak memiliki kuasa untuk membela para pemain sepak bola yang terhalang masuk tim nasional. "Seharusnya ada langkah-langkah cepat yang bisa dilakukan, kok sepertinya semua orang bisa dikalahkan oleh Nurdin Halid," katanya.

Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alifian Mallarangeng menyatakan, pihaknya akan berupaya menjembatani dua kubu yang berkonflik, PSSI dengan penyelenggara LPI. Dia menegaskan, perihal adanya kemungkinan sanksi FIFA yang bisa dijatuhkan akibat masalah ini merupakan wewenang PSSI. "Itu kita serahkan kembali kepada PSSI," katanya.

Menurut Andi, yang lebih penting adalah bagaimana bisa tercipta kesepahaman antara kedua belah pihak. "Yang penting duduk bersama dulu, LPI menjelaskan apa visi misi mereka untuk sepak bola dan apa syarat dari PSSI agar LPI bisa diterima," katanya.

Sumber : Tempo
Selengkapnya...

Monday, January 10, 2011

Tiga Pemain Impor Dicoret Timnas U-23

James Zaidan dan Andrea Bitar
Pelatih Alfred Riedl mencoret tiga pemain 'impor' yang ikut dalam seleksi timnas U-23 gelombang pertama yang berakhir Minggu 9 Januari 2011. Apa pertimbangan pelatih asal Austria itu?

Riedl mencoret James Zaidan, Andrea Bitar dan Arthur Irawan. Ketiganya merupakan pemain asal klub luar negeri. James bermain di New York Cosmos (AS), Andrea di FC Cannes (Prancis) dan Arthur di Lytham Town (Inggris).

James dan Andrea berpaspor asing. James merupakan pemain warganegara Amerika Serikat dan Andrea murni Prancis. Sedangkan Arthur justru Warga Negara Indonesia (WNI).

"Alasan pertama adalah ketiga pemain tersebut terlalu muda. Mereka masih punya waktu untuk berkembang," kata Asisten Pelatih Timnas, Wolfgang Pikal, Senin 11 Januari 2011.

"Kemampuan individu mereka, baik taktik maupun skillnya juga masih kurang. Mereka tidak lebih baik dari pemain-pemain lokal yang ada," lanjutnya.

James, Arthur dan Andrea telah mengikuti seleksi bersama calon pemain timnas U-23 sejak Jumat, 7 Januari  2011. Mereka diundang untuk unjuk kemampuan di Lapangan Timnas ABC, Senayan, Jakarta bersama pemain lainnya.

Ketiga pemain tersebut memang masih tergolong muda. James dan Arthur masih berusia 19 tahun. Sedangkan Andrea yang kedua orangtuanya telah lama menetap di Bali baru berusia 18 tahun.

Sumber : Vivanews
Selengkapnya...

Saturday, January 08, 2011

Pemain Naturalisasi Sedang Seksi

James Zaidan Saragih dan Andrea Bitar
Pemain berdarah asing kini sedang gencar dijadikan Warga Negara Indonesia (WNI). Dengan demikian pemain bersangkutan bisa membela timnas Indonesia di ajang internasional.

Contoh proses yang kerap dinamai naturalisasi ini sudah dialami oleh Cristian Gonzales dan Kim Jeffrey Kurniawan. Nama itu kemungkinan bakal bertambah dengan James Zaidan Saragih, Andrea Bitar, Stefano Lilipaly, Mark van de Mareel, atau Oliver Rifai.

Mereka merupakan pemain keturunan Indonesia yang tengah menjalani seleksi timnas U-23 yang dipersiapkan untuk Pra Olimpiade 2012.

"Pemain naturalisasi ini lagi seksi. Mereka tengah disorot karena ini (naturalisasi) masih baru," kata pengamat sepakbola M.Kusnaeni, Sabtu 8 Januari 2011.

"Bukan artinya pemain lokal tidak diminati karena nanti pada akhirnya kualitas yang bicara. Kalau pemain lokal lebih bagus ya pasti masyarakat bisa melihatnya."

Bung Kus -sapaannya- juga menekankan kalau naturalisasi merupakan proses yang tidak dihindari dengan adanya proses globalisasi. Para pemain keturunan atau pun sudah pernah tinggal lama di Indonesia punya hak untuk membela timnas.

Masyarakat hanya perlu untuk beradaptasi dengan proses tersebut. Apalagi menjunjung hak yang sama merupakan prinsip dalam olahraga seperti sepakbola.

"Prinsip sepakbola itu memberi hak yang sama untuk mereka yang punya asal-usul Indonesia untuk membela Indonesia. Suka tidak suka pemain keturunan itu tidak bisa dicampakkan begitu saja," ujar Bung Kus.

Sumber : Vivanews
Selengkapnya...