Showing posts with label LPI. Show all posts
Showing posts with label LPI. Show all posts

Friday, August 05, 2011

Klub LPI Siap Ikut Liga Profesional Indonesia

Liga Primer Indonesia (LPI) sudah tidak ada lagi. Liga yang digagas pengusaha Arifin Panigoro itu hanya bergulir sampai putaran pertama saja pada Mei lalu. Ini artinya putaran kedua yang direncanakan bergulir pada September nanti secara otomatis batal. Pembubaran LPI terjadi saat semua CEO klub berkumpul di Hotel Sahid, Jakarta, Rabu (03/08/2011).

Selanjutnya, tim LPI dipersilakan mengikuti liga profesional yang akan diputar PSSI mulai 8 Oktober. Ada tiga skenario bagi tim LPI. Pertama, bisa bergabung atau melebur di antara tim LPI sendiri dan mendaftar ke liga profesional. Kedua, melebur dengan tim ISL (Indonesia Super Legue). Ketiga, berdiri sendiri dan mendaftar ke liga profesional.

Meski begitu, syarat menjadi tim profesional tidak mudah. Setiap klub, termasuk klub LPI, harus memenuhi lima aspek yang ditetapkan AFC (Federasi Sepak Bola Asia) dan PSSI. Yaitu aspek legal (hukum), finansial (keuangan), infrakstruktur, administrasi personal, dan supporting. Nantinya, pihak AFC yang akan melakukan penilaian (assessment) untuk menentukan setiap klub menyandang status profesional atau tidak. Jika tidak memenuhi syarat, klub akan mengikuti liga amatir.

Persema sendiri siap mengikuti liga profesional. Manajemen Persema juga terus membenahi semua aspek agar lolos dalam penilaian AFC. "Lima aspek itulah yang menentukan apakah Persema bisa masuk liga profesional atau tidak," kata CEO Persema Didied Poernawan Affandi kemarin.

Didied optimistis Persema bisa masuk tim profesional. Sebab, lima aspek itu sudah dipenuhi. Untuk aspek legal, Persema sudah berbentuk PT dengan nama PT Singosari Sakti Indonesia. Nama tersebut telah didaftarkan ke Kemenkum HAM.

Dari segi infrastruktur, Persema mempunyai stadion yang representatif. Yakni Stadion Gajayana yang berkapasitas sekitar 26 ribu tempat duduk. Untuk sisi keuangan, Persema sudah terlepas dari APBD sejak bergabung dengan LPI karena didanai Konsorsium LPI.

Persema juga memiliki sistem pembinaan berjenjang mulai kelompok umur (KU) 10 tahun hingga 23 tahun (U-23) guna memenuhi aspek supporting. Bahkan, kompetisi internal Persema yang dikelola PSSI Kota Malang termasuk yang eksis dan rutin berlangsung tiap tahun. Sedangkan aspek administrasi sudah tertata dengan baik. "Sejak bergabung dengan LPI, kami memang sudah bisa dikatakan tim profesional. Jadi, kami optimistis Persema bisa berada di kasta tertinggi," ucap Didied.

Yang menjadi kendala, klub-klub ISL maupun divisi utama menolak keras bila tim LPI langsung berada di kompetisi teratas. Pangkal penolakannya karena tim-tim LPI tidak berkompetisi dari kasta terbawah di liga sepak bola Indonesia.

Sumber : JPNN.com
Selengkapnya...

Saturday, April 30, 2011

Pemain LPI Ikuti Seleksi Timnas SEA Games

Irfa Bachdim
Akhirnya pemain LPI memiliki kesempatan untuk memperkuat timnas Merah Putih di ajang SEA Games. Usaha Liga Primer Indonesia (LPI) untuk mengirimkan para pemainnya ke tim nasional U-23 membuahkan hasil. Dari 41 nama yang mereka sodorkan, 17 di antaranya dipanggil untuk mengikuti seleksi.

Dikutip dari situs resmi LPI, pemanggilan itu berdasarkan surat Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) nomor 634 /PRIMA -UM/ IV /2011 yang diteken ketuanya, Tono Suratman, pada 29 April 2011. Dari total 46 pemain yang dipanggil mengikuti seleksi Timnas U-23 proyeksi SEA Games XXVI, 17 di antaranya berasal dari LPI.

Nama-nama populer macam Irfan Bachdim dan Kim Jeffrey Kurniawan masuk dalam daftar pemain yang dipanggil. Andik Vermansyah dan Samsul Arif juga mendapat kesempatan untuk unjuk gigi.

Tim yang akan ditangani Rahmad Darmawan bersama dua asistennya, Aji Santoso dan Widodo C. Putro, itu juga memberi kesempatan kepada empat pemain naturalisasi untuk mengikuti seleksi. Mereka adalah Diego Michiels dan Ruben Wuarbanaran, Stefano Lilipaly (FC Uthrecht), serta Joey Suk (FC Deventer).

Selain 17 pemain dari LPI, Satlak Prima juga memanggil 29 pemain yang bermain di kompetisi lain, termasuk naturalisasi. Seluruh calon pemain Timnas U-23 yang akan dimanajeri Kol Inf Made Agra, dan asisten manajer Adika Nuraga, itu diminta berkumpul di Hotel Atlet Century Park, Jakarta, pada 2 Mei 2011. Tes kesehatan digelar di tempat sama pada 4 Mei, tes fisik 5-6 Mei, sedangkan character building pada 7-21 Mei di Batujajar, Jawa Barat.

Pendaftaran ulang oleh klub dilakukan selambat-lambatnya pada 2 Mei 2011, dengan melampirkan nama lengkap, asal daerah, ukuran pakaian, ukuran pinggang, dan ukuran sepatu masing-masing calon peserta character building gelombang X. Manajer, pelatih, serta ofisial juga wajib mengikuti kegiatan tersebut.

Satlak Prima akan langsung mencoret pemain yang terlambat hadir tanpa keterangan atau tidak hadir dalam pemanggilan tahap pertama.

Daftar pemain LPI yang dipanggil mengikuti seleksi Timnas U-23 proyeksi SEA Games XXVI:

No - Nama Pemain - Posisi - Klub
1. Kim Jeffrey Kurniawan Gelandang Persema
2. Andik Vermansyah Penyerang Persebaya 1927
3. Samsul Arif Penyerang Persibo
4. Irfan Bachdim Penyerang Persema
5. Ardian Gelandang Minang Kabau FC
6. Hendra Wijaya Bek PSM
7. Yoseph Ostanika Penyerang Bintang Medan
8. Andrid Wibawa Penyerang Real Mataram
9. Sansan Ali Fauzi Gelandang Jakarta FC
10. Wirya Kumandra Gelandang Jakarta FC
11. Fathul Adha Bek Batavia Union
12. Ngurah Komang AP Kiper Bali Devata
13. Egi Hermawan Gelandang Tangerang wolves
14. Syafruddin Thahar Bek Aceh United
15. Yance Yowey Penyerang Cendrawasih Papua
16. Yunet HW Gelandang Solo FC
17. Rahmad Hidayat Penyerang Medan Chiefs

Sumber : Detiksport
Selengkapnya...

Saturday, April 16, 2011

LPI Sudah di bawah Naungan PSSI

Ketua Komite Normalisasi PSSI Agum Gumelar menegaskan bahwa sudah melaksanakan perintah FIFA yaitu untuk saat ini Liga Primer Indonesia sudah berada di bawah naungan PSSI.

Hadirnya liga sempalan yang sempat membuat kisruh sepak bola nasional itu dianggap FIFA menyalahi aturan dan harus segera dirangkul atau jika tidak bisa, segera dihentikan.

Agum merasa opsi kedua yang diperintahkan FIFA tidak bijak dilaksanakan, karenanya ia memilih opsi pertama.

"Kami laporkan ketegasan kami dalam menjalankan misi kedua kami soal LPI. LPI sudah berada di bawah naungan PSSI, di bawah supervisi PSSI. Pilihan itu kami ambil dengan mempertimbangkan segala aspeknya,” ujarnya usai menemui ketua umum KON/KOI Rita Subowo di kantor KON/KOI, Senayan, Jumat (15/4/11).

Dengan demikian, para pemain yang berkompetisi di LPI punya peluang lagi mengikuti seleksi Timnas Indonesia. Sebelumnya mereka dilarang karena aturan FIFA memang melarang pemain yang berlaga pada kompetisi di luar naungan asosiasi untuk memperkuat timnas.

Namun Agum menegaskan, masalah hukum yang sudah dijatuhkan Komite Eksekutif terdahulu kepada klub yang menyeberang ke LPI serta pencabutan lisensi terhadap perangkat pertandingan dan lainnya belum diputihkan karena menanti terbentuknya Komite Banding organisasi.

Sumber : Detiksport
Selengkapnya...

Monday, April 04, 2011

Menpora Fasilitasi Pemain LPI Ke Timnas

Irfan Bachdim
Upaya agar pemain yang bermain di LPI bisa memperkuat Timnas terus dicarikan jalan keluar. Yang terbaru adalah Menpora dan Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) sudah melakukan pembicaraan dengan Badan Tim Nasional (BTN). Bagaimana upaya tersebut?

Deputy bidang teknik BTN Iman Arif mengatakan, ada wacana pemain-pemain LPI yang memenuhi syarat untuk ikut seleksi timnas seperti Irfan Bachdim (Persema Malang) dan Andik Vermansyah (Persebaya 1927) nantinya akan dicarikan solusi dengan pindah ke klub Indonesia Super League (ISL).

"Hal ini sudah kami bicarakan dengan Kemenpora dan satlak Prima. Secara prinsip mereka setuju. Tinggal mekanismenya yang akan kita bicarakan lagi secepatnya," kata Iman Arif.

Mantan ketua BTN ini menyatakan, Kemenpora sudah Saltak Prima sudah menyatakan akan memfasilitasi rencana tersebut. "Pemain LPI yang diusulkan masuk ke timnas akan difasilitasi oleh Kemenpora dan Satlak Prima untuk masuk ke liga yang diakui oleh FIFA," sambungnya.

Melihat usia, Irfan Bachdim dan Andik Vermansyah masih bisa masuk dalam skuad timnas SEA Games 2011 ( U-23). "Jika sudah ada kata sepakat, kontrak mereka diambil alih saja sesuai kontrak terakhir. Saya yakin klub ISL tidak akan keberatan menerima mereka," bebe Iman.

Iman Arif mengungkapkan, dalam situasi seperti ini, demi kepentingan bangsa dan demi timnas Merah Putih, semua harus bersatu untuk mencari solusi terbaik dan sesuai aturan FIFA. Demi timnas, pihak-pihak yang selama ini berbeda pendapat harus menyisihkan ego dan kepentingannya masing-masing.

Meski sudah ada beberapa nama pemain LPI yang disebut-sebut layak diberi kesempatan bergabung dengan Skuad Garuda, Iman Arif menegaskan jika pemanggilan pemain sepenuhnya adalah otoritas pelatih Alfred Riedl. Riedl sendiri saat ini masih berlibur di Negara asalnya, Austria, dan baru akan kembali ke Indonesia pekan depan. "Bilamana sudah masuk system, pelatih dan BTN akan memberikan kesempatan seleksi sesuai dengan prosedur yang berlaku," papar Iman Arif.

Bulan lalu, BTN sudah mengumumkan 20 nama pemain calon penghuni skuad SEA Games 2011. Mereka akan berkumpul di Jakarta pada 25 April mendatang untuk cek kesehatan. Selanjutnya mereka akan mengukuti program character building di Batujajar selamas sekitar dua pekan dan pertengahan Mei timnas akan menjalani pemusatan latihian selama satu bulan di Austria.

Sebelum berangkat ke Austria, BTN dan Alfred Riedl akan mengumumkan lagi lima pemain baru yang dipanggil untuk menggenapi tim menjadi 25 pemain. Seperti yang sudah diputuskan, demi meraih target medali emas SEA Games November mendatang, timnas akan menjalani pemusatan latihan tertutup. Artinya, para pemain yang dipanggil timnas tidak boleh lagi memperkuat klubnya masing-masing.

Sumber : JPNN
Selengkapnya...

Sunday, March 27, 2011

Sanksi LPI Akan Diputihkan

Tanda-tanda sanksi LPI akan diputihkan diungkap dalam kongres PSSI Sabtu 26-03-2011. Liga Primer Indonesia (LPI) selama ini dianggap sebagai kompetisi ilegal oleh PSSI. Klub-klub yang berpartisipasi di LPI pun disebut sebagai pengkhianat, termasuk tiga klub yang dulunya bergabung dengan PSSI. Bagaimana prosesnya?

Persema Malang, Persibo Bojonegoro dan PSM Makassar memilih menyeberang ke LPI, setelah menganggap kompetisi di bawah naungan PSSI, baik ISL ataupun liga divisi utama sudah tidak lagi menjadi kompetisi yang sehat.

Akibatnya, Persema, Persibo dan PSM sempat kehilangan hak suara dan tidak disertakan dalam setiap acara PSSI. Tapi, kali ini tiga tim tersebut bisa sedikit bernafas lega, pasalnya hasil kongres malam tadi ada keputusan yang sedikit meringankan mereka.

"Kongres malam tadi menghasilkan tiga keputusan. Pertama, terpilihnya Komite Pemilihan dan Komite Banding. Kedua, melakukan perubahan di sana-sini, termasuk statuta PSSI terutama pasal 35. Ketiga, kami akan memutihkan sanksi semua pihak di liga,” jelas pimpinan sidang Usman Fakaubun wakil dari Sekretaris Umum Pengprov PSSI Papua, kepada wartawan di Pekanbaru, Minggu (27/3/2011).

"Kita perlu memberi pembuktian kepada semua pihak. LPI juga akan diputihkan hukumannya, termasuk ketiga klub LSI yang ke LPI,” lanjut Usman.

Persema Malang, Persibo Bojonegoro, PSM Makassar akan mendapat Pemutihan sanksi akan diselesaikan sebelum kongres pemilihan ketua umum. Pemutihan ini bertujuan agar ketiga klub bisa memiliki hak suara saat kongres.

Sumber : Okezone.com
Selengkapnya...

Monday, March 14, 2011

Pemain LPI Jadi Bintang Iklan

Irfan Bachdim
Pemain yang berlaga di LPI banyak yang jadi bintang iklan beberapa produk ternama. Ini menunjukkan slogan 'Membangun Sepakbola Profesional' oleh LPI kian menuju kenyataan. Siapa lagi kalau bukan Irfan Bachdim yang mengawali jadi bintang iklan.

Pesepakbola blasteran Indonesia-Belanda itu mulai naik nama ketika membela timnas Indonesia di Piala AFF lalu. Dengan bermodal wajah tampan serta skill olah bola yang mumpuni, Irfan pun seketika jadi idola baru suporter Merah Putih terutama kaum hawa.

Sejak merumput di LPI bersama Persema Malang, nama Irfan kiang melambung. Buktinya adalah pemuda 22 tahun ini sering terlihat wajahnya di layar televisi dengan membintangi sejumlah iklan produk ternama.

Dimulai dari minuman ringan Pocari Sweat yang kemudian dilanjutkan dengan produk shampoo Clear. Dan yang terbaru kini Irfan tengah ikut dalam penggarapan iklan produk skutik terbaru dari Suzuki. Sebuah fakta yang menunjukkan memang para bintang LPI (mulai) laku dijual sebagai bintang iklan.

Hal ini lazim terjadi di sepakbola profesional saat ini terutama para pesepakbola yang merumput di liga-liga Eropa kerap menjadi ikon dari sebuah produk. Inilah yang memang sedang digenjot oleh LPI yang memang bertujuan membawa sepakbola Indonesia ke arah sepakbola industri.

"Kita senang LPI bisa jadi sepakbola industri kita kan banyak didukung oleh banyak sponsor. Sepakbola profesional itu kan didukung oleh banyak sponsor. Ini terbantu dengan adanya Irfan Bachdim yang memang menjadi salah satu daya tarik sepakbola Indonesia saat ini," sahut juru bicara LPI, Abi Hasantoso,Minggu (13/3/2011) siang WIB.

"Gak semua pemain ganteng dan pemain hebat punya daya tarik. Hanya Irfan saat ini yang bisa seperti itu. Dia punya daya tarik untuk orang lain. Terbukti banyak pengiklan menunggu pertandingan Persema karena di situ ada Irfan. Irfan pun sudah membuktikan kualitasnya di LPI sejauh ini dengan menjadi top skor sementara," sambungnya.

Tak hanya Irfan namun rekannya di Persema yaitu Kim Jeffrey Kurniawan dan sang pelatih Timo Scheunemann beberapa waktu lalu juga didaulat jadi brand ambassador produk olahraga lokal, League. Ini semakin menunjukkan jika LPI memang mendapat perhatian lebih saat ini dari para produsen kelas dunia.

Lebih lanjut Abi mengatakan salah satu bintang LPI, Lee Hendrie, yang kini bermain bagi Bandung FC pun akan mengikuti jejak para pemain tersebut. Namun untuk iklan produk apa, Abi sendiri belum bisa menjelaskan.

"Kim bisa saja dikontrak oleh produk lain. Dia kan sekarang udah jadi ambassador League bersama coach Timo. Itu bagus buat LPI karena menunjukkan kita bisa menjadi sepakbola Industri dan didukung oleh banyak sponsor."

"Lee Hendrie sudah mau dikontrak salah satu produk namun saya belum bisa kasih tau apa. Yang baru confirm dari pemain LPI baru tiga itu aja," pungkas Abi.

Sumber : Detiksport
Selengkapnya...

Friday, March 11, 2011

Inilah Keputusan Resmi FIFA Masalah Indonesia

FIFA sudah merilis keputusan resmi terkait permasalah di PSSI yang tengah menjadi polemik. Ini untuk menjelaskan adanya kesimpangsiuran informasi yang beredar di Indonesia.

Meski baru berbentuk rilis dan bukan surat keputusan resmi, komunike FIFA yang mereka cantumkan di situs resminya adalah bukti tertulis pertama yang ada perihal sengkarut yang terjadi di PSSI.

Seperti diketahui, selama ini publik hanya mendapat informasi yang berbentuk lisan, seperti dari Dubes Indonesia di Swiss, Djoko Soesilo, Ketua Umum KON/KOI Rita Subowo, atau bantahan dari Sekjen PSSI Nugraha Besoes.

Berikut adalah terjemahan dari rilis FIFA yang tercantum di situs resminya tertanggal 10 Maret 2011:

"Situasi yang terjadi di PSSI telah didiskusikan selama sidang Komite Asosiasi FIFA yang digelar di Zurich pada 1 Maret dan pada sidang Komite Eksekutif FIFA yang digelar di Zurich pada 3 Maret.

Komite Eksekutif FIFA telah membuat keputusan sebagai berikut:
"PSSI harus menggelar Sidang Umum pada 26 Maret 2011 untuk memilih anggota Komite Pemilihan dan menyusun kode pemilihan (electoral code) berdasarkan pada electoral code standar FIFA. Komite Pemilihan akan menyelenggarakan pemilihan sebelum 30 April 2011."

Sebagai tambahan, jika PSSI tidak mampu mengambil alih kendali atas liga yang memisahkan diri, kasus ini akan diajukan ke Komite Eksekutif FIFA yang bisa menimbulkan skorsing."

Komite Eksekutif juga telah mengakui keputusan Komite Banding PSSI yang telah menganulir pencalonan empat kandidat Ketua Umum PSSI.

Presiden FIFA, Sekjen FIFA dan Direktur Asosiasi FIFA telah bertemu dengan perwakilan PSSI pada Senin 7 Maret dan Dubes RI di Swiss serta Ketua KOI Indonesia pada Selasa 8 Maret di Zurich di markas FIFA. Mereka menjelaskan keputusan Komite Eksekutif FIFA selama pertemuan itu. Tidak ada keputusan baru atau aksi baru yang diputuskan di pertemuan-pertemuan itu."

Selengkapnya...

Wednesday, March 09, 2011

FIFA Minta PSSI Rangkul LPI, Bukan Diberi Sanksi

FIFA sudah menegaskan sikapnya terkait keberadaan Liga Primer Indonesia (LPI). Mereka meminta PSSI untuk merangkul liga gagasan pengusaha Arifin Panigoro tersebut, bukan malah menjatuhkan sanksi.

Dalam pernyataan resmi yang dilansir pada Kamis (3/3/2011), FIFA menyebutkan PSSI harus mengambil kendali atas bergulirnya LPI. FIFA berharap LPI tak berjalan tanpa koordinasi dengan PSSI. Hal ini tentu berbeda dengan pernyataan yang selama ini dilontarkan oleh PSSI, yang menyebut FIFA mendorong PSSI untuk menjatuhkan sanksi kepada seluruh elemen yang terlibat dalam LPI.

Dalam pertemuannya dengan Duta Besar RI untuk Swiss, Djoko Susilo, Presiden FIFA Sepp Blatter kembali menyinggung soal LPI. Sikap FIFA pun masih sama, yakni meminta PSSI untuk merangkul LPI.

Jadi penyelesaiannya harus komprehensif. Maksudnya LPI harus di bawah kendali PSSI. Diharapkan supaya sesudah pembentukan pengurus baru, diberi waktu sekitar satu bulan (sampai sekitar akhir Mei), untuk membenahi agar liga-liga itu tetap dikontrol oleh PSSI.

FIFA berharap PSSI harus duduk bersama dengan LPI supaya tidak di-suspend. Kalau tidak bisa dikontrol, nanti kita bisa di-suspend oleh FIFA. Tapi memang pengurus PSSI yang sekarang memelintir apa yang telah dinyatakan oleh FIFA, sehingga malah FIFA mendorong PSSI untuk memberikan sanksi kepada LPI jelas ini keputusan PSSI tidak benar dan ada unsur sentimen politis.
Selengkapnya...

Wednesday, March 02, 2011

DPR Akan Mediasi LPI dan PSSI

DPR akhirnya turun tangan untuk menengahi kisruh yang terjadi di PSSI terkait dengan LPI dan juga Kementrian Pemuda dan Olahraga karena sampai saat ini masih belum menemui titik temu. Komisi X DPR akan mencoba melakukan mediasi antara ketiga pihak terkait.

Demikian salah satu hasil kesimpulan Rapat Dengar Pendapat Komisi X DPR dengan Liga Primer Indonesia, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.

Langkah mediasi tersebut diambil sebagai bentuk apresiasi Komisi X terhadap liga gagasan pengusaha Arifin Panigoro tersebut. DPR menyebut LPI telah ikut berusaha mewujudkan sistem persepakbolaan nasional yang mandiri dan profesional.

"Akan ada pertemuan segitiga emas: Menpora, PSSI dan LPI. DPR akan memfasilitasi pertemuan tersebut," ungkap anggota Komisi X DPR, Parlindungan Hutabarat.

Rapat dengar pendapat tersebut secara keseluruhan membahas beragam pemaparan LPI terkait kompetisi yang mereka gelar sejak awal 2011 lalu. Beberapa anggota DPR juga mengajukan serangkaian pertanyaan terkait aspek legal yang berhubungan dengan PSSI serta rencana-rencana LPI ke depannya.

DPR secara umum juga memberikan dukungan pada LPI. Dan untuk menuntaskan kisruh yang terjadi saat ini akan diadakan mediasi dengan PSSI dan Kementrian Pemuda dan Olahraga yang difasilitasi Komisi X DPR.

Berikut Kesimpulan Rapat Dengar Pendapat Umum Komisi X DPR RI dengan Liga Primer Indonesia.

1. Komisi X DPR RI menghargai langkah-langkah LPI untuk mewujudkan sistem persepakbolaan nasional yang mandiri dan profesional dengan mengedepankan nilai-nilai sportifitas, efisiensi, keberlanjutan dan akuntabilitas.

2. Komisi X DPR RI mengharapkan LPI untuk melakukan komunikasi dengan PSSI untuk membicarakan organisasi LPI dan permasalahan sepakbola nasional.

3. Komisi X DPR RI bersedia memediasi pertemuan Kemenpora R!, PSSI dan LPI dalam rangka mencari solusi permasalahan sepakbola nasional.

Sumber : detiksport
Selengkapnya...

Saturday, February 19, 2011

Sertifikat WNI Kim Ditahan PSSI

Kim Jeffrey Kurniawan
Keputusan Kim Jeffrey Kurniawan bermain di Liga Primer Indonesia bersama Persema Malang berbuntut panjang. Sertifikat WNI Kim kini ditahan oleh PSSI. Hal ini memantik reaksi dari beberapa pihak dan dianggap melanggar HAM.

Hal tersebut diungkapkan oleh pelatih Persema, Timo Scheunemann, melalui akun Twitter-nya yang ditulis Rabu (16/2/2011) siang WIB.

"SK WNI kabarnya dikasih BTN (Badan Tim Nasional) ke NH (Nurdin Halid, Ketua Umum PSSI) tapi Kim keburu ke LPI. Anyway, ini sudah melanggar HAM. Kasihan Kim," tulis Timo.

Kim yang berayah Indonesia dan beribu Jerman mendapatkan kewarganegaraan Indonesia pada 6 Desember 2010. Awalnya, Kim diprospek untuk masuk timnas Indonesia, tetapi keputusannya membela Persema yang bermain di LPI membuat peluang masuk timnas praktis musnah.

Menanggapi hal tersebut, juru bicara LPI Abi Hasantoso mengaku siap untuk membantu Kim mengatasi masalah ini.

"LPI akan membantu kalau ada masalah. Seperti sudah ditegaskan, LPI akan melindungi pemain, klub, pelatih dan wasit yang bekerja untuk LPI," kata Abi, Rabu (16/2/2011) sore.

Abi menjelaskan bahwa proses kewarganegaraan Kim dibantu oleh Menpora Andi Mallarangeng. Abi yakin Menpora akan membantu menyelesaikan masalah ini.

"Kim ke Indonesia difasilitasi Menpora. Dia akan membantu Kim. Senin (20/2), Timo dan Kim juga akan bertemu Presiden (Susilo Bambang Yudhoyono). Dia akan sampaikan di sana," demikian kata Abi.

Sumber : Detiksport
Selengkapnya...

Friday, February 11, 2011

LPI Disiarkan Juga di Trans TV

Bertambah lagi televisi nasional yang menyiarkan pertandingan Liga Primer Indonesia. Pertandingan Liga Primer Indonesia akan disiarkan oleh dua stasiun televisi swasta nasional. Selain Indosiar, Trans TV juga turut menayangkan pertandingan di Malang dan Jakarta.

Trans TV dijadwalkan menyiarkan secara langsung secara perdana laga Persema versus Tangerang Wolves pada hari Sabtu (12/2), dan Jakarta 1928 kontra Cendrawasih Papua keesokan harinya, mulai pukul 19.00 WIB.

Menurut pihak Trans TV, dua partai tersebut sudah pasti ditayangkan, sementara pertandingan-pertandingan selanjutnya masih menunggu finalisasi kerja sama dengan LPI.

"Kami mungkin akan mengambil paket 70 pertandingan. Tapi ini belum final, masih ada hal-hal yang perlu dibahas dengan LPI. Jika deal, sampai pertengahan April, Trans TV yang akan menyiarkan, setelah itu Trans 7," terang Kepala Divisi Produksi Trans7, Andi Chairil, Jumat (11/2/2011).

Mengenai nilai kontrak kerja sama tersebut, Andi belum bisa mengatakannya karena memang negosiasi dengan LPI masih dalam tahap finalisasi.

Sebelum Trans TV, stasiun televisi yang sempat diberitakan akan menyiarkan pertandingan LPI adalah Metro TV, tapi tidak jadi. Yang sudah resmi dari awal adalah Indosiar, yang telah mengikat kontrak satu musim dengan jumlah pertandingan 68.

Sumber : Detiksport
Selengkapnya...

Thursday, January 20, 2011

Pencoretan Irfan Bachdim Dinilai Diskriminasi

Irfan Bachdim
Tidak ada nama Irfan Bachdim dalam skuad Timnas Indonesia U-23 yang diproyeksikan untuk pra olimpiade dan SEA Games. Banyak pecinta bola tanah air yang menyayangkan alasan pencoretan ini karena Irfan Bachdim bermain di LPI. Publik menganggap Riedl melakukan diskriminasi terhadap pemain sepak bola yang bermain di LPI.

Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Demokrat, I Gede Pasek Suardika, menilai ada diskriminasi yang dilakukan dalam proses seleksi pemain sepak bola tim nasional Indonesia. Gede menilai bahwa diskriminasi itu terjadi terutama terhadap pemain sepak bola yang bermain di Liga Primer Indonesia (LPI).

Gede menilai alasan pelatih tim nasional, Alfred Riedl, menolak Irfan Bachdim masuk dalam tim tak dapat diterima. "Saya mendengar penjelasan mengenai Irfan (Bachdim) tak bisa masuk timnas karena bermain di LPI. Riedl sudah melanggar undang-undang kita," katanya saat menyampaikan pendapat dalam Rapat Kerja Komisi X dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga kemarin.

Menurut penilaian Gede, Riedl bisa menolak Irfan jika memang dia menganggap bahwa penyerang Persema Malang itu tak memiliki kemampuan seperti yang diharapkan. "Prinsip olahraga sudah dilanggar," katanya. Dengan membuat keputusan seperti itu, Gede menyatakan bahwa sudah seharusnya Riedl mendapatkan teguran ataupun sanksi. "Apalagi untuk urusan timnas memakai APBN, lebih baik kita tidak juara tapi sportif daripada sebaliknya," ujarnya.


Sedangkan Djamal, anggota Komisi X lain dari Fraksi Hanura, mengatakan keputusan PSSI tidak memasukkan pemain-pemain yang berlaga dalam LPI adalah melanggar hak warga negara. "Ada hak rakyat yang hilang di sini," katanya saat ditemui seusai rapat. Menurut Djamal, pencoretan Irfan sangat disayangkan. "Karena keberadaan dia, bagaimanapun, bisa menjadi penarik minat masyarakat untuk mendukung sepak bola," katanya.

Karena itu, Djamal berharap agar permasalahan yang berkaitan dengan penyelenggaraan LPI sudah seharusnya mendapat penyelesaian. "Ini harus bisa cepat selesai," katanya. Dia berharap, siapa pun yang terlibat atau berkaitan dengan masalah ini harus berupaya sekuat tenaga mencari jalan keluar.

Selain itu, Djamal menyayangkan tindakan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga, yang sepertinya tidak memiliki kuasa untuk membela para pemain sepak bola yang terhalang masuk tim nasional. "Seharusnya ada langkah-langkah cepat yang bisa dilakukan, kok sepertinya semua orang bisa dikalahkan oleh Nurdin Halid," katanya.

Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alifian Mallarangeng menyatakan, pihaknya akan berupaya menjembatani dua kubu yang berkonflik, PSSI dengan penyelenggara LPI. Dia menegaskan, perihal adanya kemungkinan sanksi FIFA yang bisa dijatuhkan akibat masalah ini merupakan wewenang PSSI. "Itu kita serahkan kembali kepada PSSI," katanya.

Menurut Andi, yang lebih penting adalah bagaimana bisa tercipta kesepahaman antara kedua belah pihak. "Yang penting duduk bersama dulu, LPI menjelaskan apa visi misi mereka untuk sepak bola dan apa syarat dari PSSI agar LPI bisa diterima," katanya.

Sumber : Tempo
Selengkapnya...

Tuesday, January 18, 2011

FIFA Pastikan Kebenaran Surat ke PSSI

Federasi Sepakbola Internasional (FIFA), Selasa (18/1/2011), memberikan konfirmasi bahwa otoritas sepakbola dunia itu telah mengirimkan surat tentang Liga Primer Indonesia (LPI) kepada Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) pada 11 Januari 2011.

“Kami dapat memastikan bahwa ada satu surat dari Sekretaris Jendral FIFA kepada Asosiasi Sepakbola Indonesia (PSSI)) pada 11 Januari 2011,” demikian pernyataan Media Department FIFA kepada kantor berita Antara, Selasa.

Sebelumnya, pada saat pertemuan antara Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), PSSI dan LPI digelar, Sekretaris Jenderal PSSI Nugraha Besoes mengklaim telah mendapatkan surat instruksi dari FIFA untuk menindak tegas penyelenggaraan Liga Primer Indonesia.

Akan tetapi LPI yang diwakili Abi Hasantoso menilai ada sejumlah kejanggalan dalam surat itu semisal kesalahan penyebutan LPI dan pencantuman jabatan Sekjen FIFA Jerome Valcke yang menandatangani surat tersebut.

Menanggapi keraguan itu, Ketua Umum PSSI Nurdin Halid menegaskan surat FIFA itu asli 1000 persen.
Selengkapnya...

Saturday, January 15, 2011

Bahasa Inggris Surat FIFA ke PSSI Banyak Kejanggalan

Surat FIFA yang dikirimkan ke PSSI banyak yang menilai aneh karena banyak kesalahan dari aspek tata Bahasa Inggris.

Seperti diketahui, pada hari Kamis (13/1/2011) lalu PSSI menggelar konferensi pers bersama Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) untuk memberitahukan bahwa FIFA telah mengirim sebuah surat melalui faksimili ke sekretariat PSSI. Disebutkan bahwa badan sepakbola dunia itu akan mengambil tindakan terkait adanya sebuah kompetisi (LPI) yang tidak akui oleh federasi (PSSI).

Pada saat konpers jelang sore hari, Sekjen PSSI Nugraha Besoes tidak menunjukkan tanda tangan di surat tersebut. Baru belakangan ditemukan bahwa surat itu ditandatangani oleh Sekjen FIFA, Jerome Valcke. Paraf itu terdapat di halaman kedua surat.

Surat tersebut telah beredar di internet, dan beberapa pembaca yang mengkritisinya dari segi tata bahasa. Disebutkan bahwa ada banyak kesalahan grammar.

Surat itu juga menulis Liga Premier (LPI) in Indonesia, bukan Premier League in Indonesia atau Indonesian Premier League. Beberapa pemakaian kata "to be" juga dinilai tidak tepat.

Keanehan lain terdapat di halaman dua yang hanya memuat tanda tangan Sekjen FIFA Jerome Valcker, yang template-nya berbeda dengan halaman pertama. Di halaman pertama terdapat footer alamat markas FIFA, sedangkan halaman kedua tidak ada, cuma angka 2 untuk menunjukkan status halaman.

"Apakah FIFA tidak punya karyawan untuk memperbaiki kalimat sehingga sesuai dengan tata bahasa dalam surat yang mereka kirimkan?" demikian tulis salah satu pembaca.

Sebelumnya, juru bicara Abi Hasantoso juga mempertanyakan keabsahan surat tersebut. Menurutnya, adalah tidak biasa isi surat dan tanda tangan penulisnya tertera dalam halaman yang terpisah. Ia juga tidak merasa heran dengan cepatnya FIFA merespons surat PSSI (selang satu hari). "PSSI bukan sekelas federasi Jerman atau Brasil yang direspon cepat," ujarnya.

Berikut ini kutipan lengkap surat FIFA tersebut, yang beredar di internet:


FACSIMILE
Football Association of Indonesia (PSSI)
Mr Nugraha BESOES
General Secretary
Jakarta

Fax +62215754766

Zurich, 11 January 2011

The case of Liga Premiere in Indonesia (LPI)



Dear General Secretary

We acknowledge receipt of you letter dated 10 January 2011 with regard to the case of the Liga Premiere (LP) in Indonesia and we thank you for it.

The role of the football Association of Indonesia (PSSI) is to organize and supervise football in all its form at national level, as well as to control association football in the territory of your country, as staved in the FIFA statutes as well as in the PSSI statutes (cf. also art 10 and 12 of the FIFA statutes. Furthermore, leagues to a Member of FIFA shall be subordinate to an recognized by that Member (cf. art 8 par. 1 of the FIFA statutes)

We understand from your letter that the PSSI has early reminded on several occasions all relevant parties about the situation under these circumstance and according to FIFA statutes PSSI should sanction all affiliated clubs, affiliated officials and with PSSI registered players including representative team players taking part in the LPI.

We remind you that PSSI must fully comply with FIFA statutes and violation to do so may lead to sanctions (art 13 of the FIFA statutes)

We kindly ask you to send us informed about any development in the regard as we will continue to follow closely the situation. Should the problem persist, we will have no choice but to refer the case to the FIFA Associations Committee scheduled on 1 March 2011 in order to decide on the measures to be taken.


We thank you for your cooperation.


SINCERELY YOURS,
FEDERATION INTERNATIONALE FOOTBALL ASSOCIATION

General Secretary
Jerome Valcke

CC: Alex Soosay, AFC General Secretary


Sumber : Detiksport
Selengkapnya...

Monday, January 10, 2011

Persebaya LPI Akhirnya Ganti Nama

Persebaya Surabaya yang berlaga di Liga Primer Indonesia akhirnya resmi berganti nama. Di kompetisi tersebut, mereka akan mengusung nama Persebaya 1927. Penggantian nama terpaksa dilakukan pihak Persebaya untuk memudahkan mendapat izin pertandingan dari Polda Jatim. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, laga menghadapi Bandung FC yang sedianya digelar 10/01/2011 terancam batal lantaran tak keluar izin dari pihak kepolisian.

Polda Jatim berasalan ada dua nama Persebaya yang kini ada di Surabaya. Persebaya yang lain berlaga di Divisi Utama milik PSSI

"Ya sekarang menjadi Persebaya 1927. Nanti kita akan siapkan bukti-bukti dan dokumen untuk didaftakan menjadi hak paten," ujar Media Officer Persebaya 1927, Ram Surahman, Senin (10/1/2011).

Awalnya ada dua pilihan nama baru Persebaya yakni Persebaya Indonesia dan Persebaya 1927. Setelah dilakukan pertimbangan historis, karena Persebaya lahir pada 18 Juni 1927, diputuskan kalau nama yang digunakan adalah Persebaya 1927.

Sumber : Detiksport
Selengkapnya...

Thursday, January 06, 2011

Pemain LPI Bisa Gabung Timnas

Irfan Bachdim
Menteri Negara Pemuda dan olahraga Andi Mallarangeng menjamin pemain sepak bola yang bermain dalam Liga Primer Indonesia dapat bergabung ke dalam tim nasional. Usai rapat kabinet paripurna di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Kamis, Andi mengatakan semua putra putri terbaik Indonesia dapat mewakili Indonesia dalam tim nasional tanpa diskriminasi apa pun. "Tidak ada diskriminasi dalam olah raga. Soal merah putih itu tidak ada diskriminasi," ujarnya.

Andi mengatakan, tidak ada alasan nantinya PSSI melarang pemain sepak bola yang bergabung dalam LPI untuk bermain dalam tim nasional karena peraturan perundang-undangan sudah jelas mengatur tentang perekrutan anggota tim nasional. Selain itu, lanjut dia, ada peraturan pemerintah mengenai Program Indonesia Emas atau Prima yang mengatur persiapan atlet andalan nasional untuk berbagai macam kejuaraan yang mewakili Indonesia di tingkat internasional.

Andi menjamin siapa pun yang terbaik dalam cabang olah raga masing-masing bisa bergabung dalam program Prima tersebut. "Kalau Prima penanggungjawabnya kan Menegpora. Jika dalam situasi khusus bagi atlet berprestasi secara internasional itu juga boleh mendaftar langsung ke Prima dan diseleksi. Kalau lulus seleksi bisa ikut jadi anggota tim nasional," jelasnya.

Andi memastikan pelaksanaan LPI tidak akan bentrok dengan penyelenggaraan liga oleh PSSI karena pada dasarnya setiap pertandingan olah raga profesional dapat dilangsungkan asalkan telah mendapat ijin dari Badan Olah Raga Profesional Indonesia (BOPI). "Jadi kalau BOPI setelah melihat segala macam dan sudah memutuskan memberikan perijinan tentu saja kepolisian mengikuti apa yang menjadi keputusan BOPI. Jadi sederhana, caranya sesuai dengan sistem aturan perundang-undangan yang ada," katanya.

Meski demikian, Andi belum bisa memastikan apakah dirinya akan membuka LPI pada 8 Januari 2011 di Solo karena belum mendapatkan undangan. Ia pun belum bisa memastikan kehadiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada pembukaan LPI tersebut.
Selengkapnya...

Nilai Kontrak Irfan Bachdim Rp 1,5 M?

Irfan Bachdim
Manajemen Persema Malang rela merogoh kocek dalam demi mengikat kontrak pesepakbola Irfan Haarys Bachdim. Menurut sebuah sumber, nilai kontrak pemain yang memulai karir di akademi sepakbola Ajax Amsterdam ini mencapai Rp 1,5 miliar.

Dalam kontrak sebelumnya di Liga Super Indonesia, Manajemen Persema mematok nilai Irfan Bachdim sebesar Rp 750 juta. Harga kontrak naik 100 persen, saat Persema bergabung berkompetisi dalam Liga Primer Indonesia. Kontrak Irfan, kata sumber ini, tertinggi dibanding pemain Persema lainnya.

Sedangkan nilai kontrak Kim Jefferi Kurniawan masih di bawah nilai kontrak Irfan. Ini dikarenakan keterampilan Kim menggiring bola belum teruji benar. Sementara kemampuan Irfan dalam membela Timnas sudah teruji. "Irfan bermain cantik saat bergabung di tim nasional," ujarnya.

Sayangnya Ketua Umum Persema Malang Peni Suparto enggan menyebutkan nilai kontrak para pemain. Yang jelas, kata dia, Irfan dan Kim, terikat kontrak dengan Persema selama tiga musim. "Nilainya itu rahasia perusahaan," katanya.

Chief Executive Officer Persema, Didiet Alffandy mengakui nilai kontrak pemain Persema diperbarui saat berlaga di LPI. Nilai kontrak itu, katanya, disampaikan secara terbuka kepada para pemain. "Sesuai etika bisnis, semua terbuka," katanya. Namun ia enggan membuka berapa nilai kontrak Irfan dan Kim.

Kapten tim Persema, Bima Sakti juga mengakui nilai kontrak dan gaji pemain meningkat. Namun, ia enggan menyebutkan nominal nilai kontrak dan gaji yang disepakati. "Cukup pemain, pelatih serta pengurus Persema yang tahu," ujarnya.

Sumber : Tempo
Selengkapnya...

Wednesday, January 05, 2011

Nurdin Direkomendasikan Mundur

Timnas Indonesia
Kontroversi soal kepemimpinan Nurdin Halid dalam mengurus PSSI hingga kini masih jadi perbincangan hangat masyarakat sepak bola nasional. Bahkan,dorongan agar Nurdin segera lengser dari singgasananya makin keras disuarakan publik jelang digulirkannya Liga Primer Indonesia (LPI) 8 Januari mendatang.

Pasalnya PSSI dinilai tidak fair play dalam menyikapi keberadaan LPI dengan mengancam untuk memboikot turnamen tersebut dan menganggapnya barang ilegal justru semakin memicu tuntutan reformasi di tubuh otoritas sepak bola tanah air tersebut.

Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng pun angkat bicara soal reformasi di tubuh PSSI. Andi mengatakan, sebetulnya hal tersebut sudah ditetapkan dalam Kongres Sepakbola Nasional (KSN) yang dihelat 30-31 Maret 2010.

"Itu sudah merupakan hasil Kongres Sepakbola Nasional. Di sana kan ada soal reformasi, restrukturisasi dan seterusnya. Juga sesuai dengan tuntutan masyarakat," ujar Menpora di kantor Menkokesra, Selasa (3/1/2011).

Dengan pernyataannya tersebut, sebetulnya Menpora dengan halus meminta agar Nurdin Halid segera mundur dari jabatannya. Dalam butir pertama hasil rekomendasi kongres dijelaskan dengan gamblang bahwa PSSI perlu segera melakukan reformasi dan restrukturisasi atas dasar usul, saran, dan kritik serta harapan masyarakat.

Tak hanya itu, kalimat lain sesudahnya juga mengatakan, PSSI juga harus mengambil langkah-langkah konkret sesuai aturan yang berlaku untuk mencapai prestasi yang juga diharapkan masyarakat.

Dengan demikian, seharusnya semua pihak yang berada di PSSI, termasuk Nurdin Halid sepatutnya menjalankan rekomendasi yang direstui FIFA tersebut. Apalagi kini masyarakat makin menghendakinya untuk segera lengser.

"Rekomendasi KSN harus dijalankan oleh PSSI, jangan sampai ada penolakan. PSSI harus legawa karena semua untuk perbaikan prestasi sepak bola nasional ke depan," ujar Menpora dalam satu kesempatan sebelumnya.

7 rekomendasi KSN:

1. PSSI perlu segera melakukan reformasi dan restrukturisasi atas dasar usul, saran, dan kritik serta harapan masyarakat dan mengambil langkah-langkah konkret sesuai aturan yang berlaku untuk mencapai prestasi yang diharapkan masyarakat

2. Perlu adanya pembangunan dan peningkatan infrastruktur olahraga khususnya sepak bola

3. PSSI perlu meningkatkan komunikasi, koordinasi, dan sinkronisasi dengan seluruh stakeholder terutama KONI dan pemerintah

4. Dilakukan pembinaan sejak usia dini melalui penanganan secara khusus melalui pendekatan IPTEK, dengan melibaatkan tim yang terdiri dari dokter, psikolog, pemandu bakat dan pakar olahraga dan perlu segera disusun kurikulum stadar nasional untuk penyelenggaraan Sekolah Sepak Bola (SSB), Pusat Pendidikan Latihan Pelajar (PPLP), dan Pusat Pendidikan Latihan Mahasiswa (PPLM) sepak bola

5. Metode pembinaan atlet pelajar/muda agar juga memperhatikan pendidikan formalnya

6. Pemerintah menyediakan anggaran dari APBN dan APBD untuk mndukung dan menunjang target dan encapaian sasaran untuk menuju prestasi (karena dana APBD masih diperlukan untuk stimulan)

7. Perlu segera disusun dan dilaksanakan program pembinaan prestasi yang fokus kepada pembentukan tim nasional untuk menjadi juara SEA Games 2011

Sumber : Tribunnews
Selengkapnya...

Friday, December 31, 2010

Irfan Bachdim Terancam Dicoret Timnas

Irfan Bachdim, striker Persema Malang, bisa terancam dicoret dari timnas Indonesia menyusul keputusan Persema Malang keluar dari kompetisi PSSI 'Liga Super Indonesia' 2010 untuk gabung dengan kompetisi tandingan Liga Primer Indonesia (LPI). Karena, PSSI tidak mengakui pemain yang tampil di LPI karena kompetisi tersebut dinilai ilegal.

''Apabila kesebelasan tersebut bergabung dengan kompetisi ilegal atau di luar PSSI, maka akan mendapatkan sanksi organisasi dari federasi sepak bola Indonesia,'' kata CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono, di Jakarta, Kamis (30/12). ''Sanksi juga akan diberikan kepada semua yang terlibat mulai dari tim manajemen, jajaran pelatih, maupun pemain yang saat ini memperkuat klub tersebut.''

Irfan bersama pemain naturalisasi lainnya, gelandang Kim Jeffrey Kurniawan, saat ini memperkuat Persema Malang. Laskar Ken Arok, julukan Persema Malang, bersama PSM Makassar dan Persibo Bojonegoro secara resmi sudah menyatakan mundur dari ISL 2010/2011.

PSSI sebelumnya mengancam pemain yang ikut kompetisi LPI. PSSI tidak mengakui pemain tersebut meski mereka berstatuskan pemain timnas. Untuk pemain asing yang tampil di LPI, PSSI mengancam akan langsung mendeportasinya.

Terkait ancaman Irfan yang tidak bisa memperkuat timnas jika berlaga di LPI, Persema tidak terlalu khawatir. Manajer Persema, Asmuri, beralasan bahwa Bachdim dan Kim sudah terikat kontrak dengan Persema. Sehingga apabila keduanya membatalkan karena ancaman itu, maka kedua pemain itu terkena pelanggaran administrasi dan wajib mengembalikan nilai kontraknya dua kali lipat.

Sumber : Republika
Selengkapnya...

Friday, December 24, 2010

Persema ke LPI, Nasib Irfan Bachdim Terkatung

Irfan Bachdim
Nama Persema Malang masuk dalam daftar klub yang membelot masuk ke kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI). Ini membuat beberapa permasalahan teknis terjadi di tubuh Persema, termasuk soal status pemain bintang Irfan Bachdim.

Pasalnya PSSI tidak mengakui keabsahan LPI sebagai kompetisi sepakbola Tanah Air. Otoritas sepakbola di Tanah Air itu hanya mengakui Indonesia Super League (ISL) sebagai ajang bertemunya klub-klub di Indonesia. Dengan demikian para pemain yang membela klub di ajang LPI juga dipertanyakan statusnya.

Namun, Ketua Umum Persema Peni Suparti tidak ambil pusing terhadap status Bachdim. Menurutnya Bachdim merupakan pemain yang profesional. "Soal dia akan dimainkan (di ajang LPI atau ISL) itu semua tergantung kebijakan pelatih. Yang penting semua ini untuk kepentingan sepakbola nasional," kata Peni seperti dimuat situs Ongisnade, Kamis 23 Desember 2010.

"Kami juga tidak akan melakukan perekrutan pemain tambahan karena memiliki stok yang mencukupi," tambahnya.

Bachdim hingga saat ini masih tercatat sebagai pemain Persema. Dia bersama timnas Indonesia tengah bersiap menjalani final Piala AFF 2010 melawan Malaysia di leg pertama yang digelar pada 26 Desember mendatang.

Nama Bachdim sendiri mulai melejit sejak turnamen Piala AFF ini digelar. Dengan darah campuran Indonesia-Belanda, Bachdim tadinya diragukan bisa tampil gemilang di timnas Merah Putih. Namun Bachdim mampu tampil impresif dengan menjadi tandem Cristian Gonzales di lini depan. Jelang babak final, Irfan Bachdim tercatat sudah mencetak dua gol dalam lima pertandingan.
Selengkapnya...