Showing posts with label Timnas Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Timnas Indonesia. Show all posts

Friday, July 29, 2011

Indonesia Kalahkan Turkmenistan Secara Dramatis 4-3

Indonesia PPD 2014
Timnas Indonesia akhirnya berhasil lolos ke putaran ketiga Pra Piala Dunia 2014 fase grup Zona Asia setelah pada pertandingan di Gelora Bung Karno, Kamis (28/7) mengalahkan Turkmenistan secara dramatis dengan skor 4-3 sehingga unggul agregat 5-4 karena pada pertandingan sebelumnya di kandang lawang seri 1-1.

Memasang formasi 4-4-2 dengan Boaz berdiri sedikit di belakang penyerang utama Christian Gonzales, ditambah sepasang sayap yang diisi M. Ilham serta M. Ridwan, Indonesia berhasil mengacak-acak pertahanan Turkmenistan dan mencetak tiga gol yang diborong Gonzales dan satu oleh Nasuha di babak pertama

Namun babak kedua berjalan jauh lebih menegangkan. 10 menit terakhir, di saat Turkmenistan justru bermain dengan 10 orang, Tim Garuda justru berada dalam tekanan.

Pelatih Wim Rijsbergen dan asistennya, Rahmad Darmawan percaya diri memainkan skema yang memanfaatkan lebar lapangan. Selain M. Ilham dan M. Ridwan, serangan lewat sayap juga dibantu oleh dua fullback M. Nasuha dan Zulkifli Syukur.

Hal ini terlihat dari dua gol yang dicetak Gonzales. Gol pembuka pada menit kesembilan ia cetak lewat sundulannya menyambut crossing M. Ilham. Sementara golnya 10 menit kemudian dicetak lewat sontekannya, menyambut umpan silang rendah Boaz Solossa.

Namun serangan Tim Garuda tak monoton lewat sayap. Beberapa kali umpan terobosan Ahmad Bustomi maupun Firman Utina yang berduet di sentral lapangan mampu menghasilkan peluang.

Tiga menit menjelang babak pertama usai, M. Nasuha mencetak gol spektakuler. Tendangan melengkungnya dari luar kotak penalti ke arah tiang jauh tak mampu dijangkau Maksatmyrat Shamuradov. Indonesia pun unggul 3-0 saat wasit John Williams Benjamin mengakhiri babak pertama.

Jalannya babak kedua sedikit lebih lambat. Namun Indonesia tetap yang pertama membuka peluang. Sayang Boaz yang berdiri di depan kotak penalti melewatkan umpan M. Ridwan yang sedikit terlalu kencang.

Peluang yang hampir sama didapat Boaz pada menit ke-60. Ia berhasil menerima umpan terobosan dari Gonzales, namun gagal membobol gawang lawan saat berhadapan satu lawan satu dengan kiper lawan.

Pada menit ke-65, Turkmenistan mencoba meningkatkan serangan, mengganti gelandang Ruslan Mingazov dengan penyerang Aleksandar Boliyan, penyerang muda yang pernah membobol gawang tim U-21 Indonesia pada Pra-Olimpiade.

Turkmenistan pun berhasil memperkecil kedudukan pada menit ke-72. Berawal dari sepak pojok, bola sempat menyentuh bek Indonesia dan bergulir ke gawang sendiri. Hanya sedikit saja bola melewati garis gawang sebelum dihalau M. Robby. Namun wasit tetap melihatnya sebagai gol. 3-1 Indonesia masih unggul.

Namun tiga menit kemudian Ridwan memanfaatkan umpan silang datar dari Boaz dengan tendangan kerasnya dari dalam kotak penalti untuk menyarangkan bola di sudut kiri atas gawang Turkmenistan. 4-1 Indonesia kembali unggul.

Menit ke-80, Turkmenistan bermain dengan sepuluh orang setelah Bahtiyar Hojaahmedov mendapat kartu kuning kedua. Bermain tanpa beban lagi, Turkmenistan justru tampil lebih lepas dan memberondong gawang Indonesia.

Berdy Samiradov berhasil mengecoh Ricardo Salampessy di dalam kotak penalti sebelum menaklukkan Ferry pada menit 84. Turkmenistan berhasil memperkecil ketinggalan menjadi 4-2.

Belum selesai keterkejutan para punggawa Indonesia, Gahrymanberdi Conkayev kembali mencetak gol pada menit ke 87, menyambut umpan silang yang berawal dari serangan balik. Selisih semakin tipis 4-3.

Namun punggawa timnas Indonesia yang berada dalam tekanan berhasil mempertahankan kedudukan hingga wasit meniup peluit akhir dan meraih tiket ke putaran ketiga Pra-Piala Dunia.

Indonesia

Ferry Rotinusulu (PG), M Nasuha, Zulkifli Syukur, Richardo Salampessy, M Robby, Firman Utina (C) (Toni Sucipto 77’), M Ridwan, M Ilham (Oktovianus Maniani 77’), Ahmad Bustomi, Boaz Solossa, Christian Gonzales

Turkmenistan

Shamyradov Maksatmyrat; Gocgully Gouchgulyev (kapten), Begli Annageldiyev, Maksim Belyh, Bahtiyar Hojaahmedov, David Sarkisov; Ruslan Mingazov (Aleksandar Boliyan 65’), Gahrymanberdi Conkayev, Hangeldiyev Guvanch; Abylov Guvanch; Berdy Shamuradov

Sumber : Inilah.com
Selengkapnya...

Saturday, July 23, 2011

Indonesia Tahan Seri Turkmenistan 1-1

Timnas Indonesia
Dengan persiapan yang hanya satu pekan dan bermain di kandang lawan dengan kondisi lapangan yang sangat buruk Indonesia masih mampu menahan tuan rumah Turmenistan 1-1. Dengan demikian Indonesia membawa pulang satu poin dan modal berharga gol tandang yang dicetak oleh M. Ilham.

Pada pertandingan yang berlangsung di Olympic Stadium Ashgabat, Sabtu (23/7/2011) malam WIB, Turkmenistan mendapatkan peluang emas pertama di menit ketiga. Tendangan keras dari sebuah tendangan bebas masih bisa ditepis Ferry Rotinsulu.

Buruknya kondisi lapangan membuat bola memantul tak sempurna. Namun, Ferry masih bisa menepis sepakan tersebut dan akhirnya bola meninggalkan lapangan setelah sepakan susulan pemain Turkmenistan melebar.

Turkmenistan akhirnya meraih keunggulan ketika pertandingan memasuki menit ke-11. Dan kembali sebuah tendangan bebas menjadi awal dari petaka untuk Indonesia.

Sebuah tendangan bebas yang dieksekusi dengan keras oleh Vyaceslav Krendelev dari sisi kiri pertahanan Indonesia menembus pagar betis dan akhirnya merobek jala Ferry. Bola sempat memantul lebih dulu sebelum akhirnya masuk ke dalam gawang Indonesia.

Indonesia akhirnya berhasil menyamakan kedudukan! Tendangan keras M. Ilham dari dalam kotak penalti merobek jala Turkmenistan!

Sebuah tusukan dari sisi kiri berhasil menembus pertahanan Turkmenistan, bola kemudian bergulir liar di dalam kotak penalti tuan rumah sebelum akhirnya disambar oleh Ilham. Kedudukan berubah menjadi 1-1.

Kedudukan 1-1 pun bertahan sampai pertandingan babak pertama berakhir.

Di babak kedua, Turkmenistan terus berusaha untuk mencecar pertahanan Indonesia. Namun, berkali-kali juga Ferry melakukan penyelamatan sehingga gawang 'Skuad Garuda' bebas dari kebobolan.

Pada menit 61, Indonesia terus menekan Turkmenistan. Namun dua peluang dari Boaz dan Gonzales masih gagal jadi gol.

Turkmenistan sendiri bermain dengan 10 orang setelah Artur Gevorkyan dikartu merah di menit 75. Pertandingan akhirnya malah ramai dengan kartu kuning. Beberapa pemain Indonesia seperti Firman Utina, Ricardo Salampessy, dan M. Nasuha mendapatkan kartu peringatan ini.

Namun demikian, kedua tim sulit memberikan permainan terbaiknya. Skor tetap sama kuat sampai laga usai.

Sumber : Detiksport
Selengkapnya...

Monday, July 18, 2011

Inilah Pemain Indonesia Hadapi Turkmenistan

Timnas Indonesia
Akhirnya pemain timnas yang akan menghadapi Turmenistan diumumkan oleh asisten pelatih timnas Indonesia. Asisten Pelatih timnas Indonesia Rahmad Darmawan mengumumkan 19 nama yang akan melawat ke Turkmenistan. Ada dua pemain yang terpaksa ditinggal karena cedera.

Rahmad mengumumkan kesembilan belas nama tersebut di Dieng Room, Hotel Kartika Candra, Jakarta, Senin (18/7/2011).

Sebenarnya, ada 21 pemain yang tadinya akan diberangkatkan ke Turkmenistan untuk menghadapi tuan rumah di babak kedua kualifikasi Piala Dunia 2014, 23 Juli nanti, namun ada dua pemain yang gagal ikut karena cedera.

Mereka yang cedera adalah Kurnia Meiga (demam) dan Hamka Hamzah (infeksi di telapak kaki). Selain itu, Gunawan Dwi Cahyo, Irfan Bachdim, Egi Melgiansyah dan Benny Wahyudi juga tidak dibawa tetapi tetap masuk skuad buat bermain di leg kedua di Jakarta.

"Kami akan berangkat tanggal 20 (Juli) pukul 20.00 WIB, telat sehari soalnya ada masalah visa dari Turkmenistan. Tadinya mau berangkat Selasa (19/7) jam 19.15 WIB," terang manajer timnas Ferry Kodrat dalam kesempatan yang sama.

Nama skuad timnas:
Ferry Rotinsulu
Markus Harison
Supardi
Zulkifli
M Nasuha
M Roby
Ricardo Salampessy
Wahyu Wijiastanto
Ahmad Bustomi
Toni Sucipto
Eka Ramdani
Firman Utina
M Ridwan
Arif Suyono
Oktovianus Maniani
Christian Gonzales
Bambang Pamungkas
Boaz Solossa
M Ilham

Sumber : Detiksport
Selengkapnya...

Wednesday, July 13, 2011

PSSI Pecat Alfred Riedl

Alfred Riedl
Kabar mengejutkan datang dari PSSI perihal pelatih Timnas Indonesia Alfred Riedl. Pria Austria itu dinyatakan PSSI bukan lagi pelatih tim nasional Indonesia. Disebutkan bahwa selama ini yang mengontrak Riedl bukanlah PSSI.

Demikian dikatakan Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin kepada wartawan di kantornya di kompleks Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (13/7/2011), terkait masa depan timnas Indonesia yang akan menghadapi Turkmenistan di babak kualifikasi Piala Dunia 2014.

"Kita sudah tidak pakai Riedl lagi sejak besok, karena manajer sudah diganti," ujar Djohar.

Saat ditanya alasannya, ia mengatakan bahwa tidak ada kejelasan kontrak pelatih yang membawa Indonesia ke final Piala AFF 2010 itu.

"Dia bukan dikontrak dengan PSSI. Kita cari-cari kontraknya, tidak ada, Kontraknya tidak jelas. Nanti lah," sahut Djohar.

Ia menambahkan, pemutusan kerja sama itu bukan dikarenakan Riedl disebut-sebut pro ke status quo dalam kemelut PSSI sejak awal tahun ini. Gosipnya, selama ini urusan kontrak Riedl untuk timnas Indonesia diurus oleh wakil ketua umum PSSI sebelumnya, Nirwan Bakrie.

Sumber : Detiksport
Selengkapnya...

Saturday, April 30, 2011

Pemain LPI Ikuti Seleksi Timnas SEA Games

Irfa Bachdim
Akhirnya pemain LPI memiliki kesempatan untuk memperkuat timnas Merah Putih di ajang SEA Games. Usaha Liga Primer Indonesia (LPI) untuk mengirimkan para pemainnya ke tim nasional U-23 membuahkan hasil. Dari 41 nama yang mereka sodorkan, 17 di antaranya dipanggil untuk mengikuti seleksi.

Dikutip dari situs resmi LPI, pemanggilan itu berdasarkan surat Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) nomor 634 /PRIMA -UM/ IV /2011 yang diteken ketuanya, Tono Suratman, pada 29 April 2011. Dari total 46 pemain yang dipanggil mengikuti seleksi Timnas U-23 proyeksi SEA Games XXVI, 17 di antaranya berasal dari LPI.

Nama-nama populer macam Irfan Bachdim dan Kim Jeffrey Kurniawan masuk dalam daftar pemain yang dipanggil. Andik Vermansyah dan Samsul Arif juga mendapat kesempatan untuk unjuk gigi.

Tim yang akan ditangani Rahmad Darmawan bersama dua asistennya, Aji Santoso dan Widodo C. Putro, itu juga memberi kesempatan kepada empat pemain naturalisasi untuk mengikuti seleksi. Mereka adalah Diego Michiels dan Ruben Wuarbanaran, Stefano Lilipaly (FC Uthrecht), serta Joey Suk (FC Deventer).

Selain 17 pemain dari LPI, Satlak Prima juga memanggil 29 pemain yang bermain di kompetisi lain, termasuk naturalisasi. Seluruh calon pemain Timnas U-23 yang akan dimanajeri Kol Inf Made Agra, dan asisten manajer Adika Nuraga, itu diminta berkumpul di Hotel Atlet Century Park, Jakarta, pada 2 Mei 2011. Tes kesehatan digelar di tempat sama pada 4 Mei, tes fisik 5-6 Mei, sedangkan character building pada 7-21 Mei di Batujajar, Jawa Barat.

Pendaftaran ulang oleh klub dilakukan selambat-lambatnya pada 2 Mei 2011, dengan melampirkan nama lengkap, asal daerah, ukuran pakaian, ukuran pinggang, dan ukuran sepatu masing-masing calon peserta character building gelombang X. Manajer, pelatih, serta ofisial juga wajib mengikuti kegiatan tersebut.

Satlak Prima akan langsung mencoret pemain yang terlambat hadir tanpa keterangan atau tidak hadir dalam pemanggilan tahap pertama.

Daftar pemain LPI yang dipanggil mengikuti seleksi Timnas U-23 proyeksi SEA Games XXVI:

No - Nama Pemain - Posisi - Klub
1. Kim Jeffrey Kurniawan Gelandang Persema
2. Andik Vermansyah Penyerang Persebaya 1927
3. Samsul Arif Penyerang Persibo
4. Irfan Bachdim Penyerang Persema
5. Ardian Gelandang Minang Kabau FC
6. Hendra Wijaya Bek PSM
7. Yoseph Ostanika Penyerang Bintang Medan
8. Andrid Wibawa Penyerang Real Mataram
9. Sansan Ali Fauzi Gelandang Jakarta FC
10. Wirya Kumandra Gelandang Jakarta FC
11. Fathul Adha Bek Batavia Union
12. Ngurah Komang AP Kiper Bali Devata
13. Egi Hermawan Gelandang Tangerang wolves
14. Syafruddin Thahar Bek Aceh United
15. Yance Yowey Penyerang Cendrawasih Papua
16. Yunet HW Gelandang Solo FC
17. Rahmad Hidayat Penyerang Medan Chiefs

Sumber : Detiksport
Selengkapnya...

Monday, April 04, 2011

Menpora Fasilitasi Pemain LPI Ke Timnas

Irfan Bachdim
Upaya agar pemain yang bermain di LPI bisa memperkuat Timnas terus dicarikan jalan keluar. Yang terbaru adalah Menpora dan Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) sudah melakukan pembicaraan dengan Badan Tim Nasional (BTN). Bagaimana upaya tersebut?

Deputy bidang teknik BTN Iman Arif mengatakan, ada wacana pemain-pemain LPI yang memenuhi syarat untuk ikut seleksi timnas seperti Irfan Bachdim (Persema Malang) dan Andik Vermansyah (Persebaya 1927) nantinya akan dicarikan solusi dengan pindah ke klub Indonesia Super League (ISL).

"Hal ini sudah kami bicarakan dengan Kemenpora dan satlak Prima. Secara prinsip mereka setuju. Tinggal mekanismenya yang akan kita bicarakan lagi secepatnya," kata Iman Arif.

Mantan ketua BTN ini menyatakan, Kemenpora sudah Saltak Prima sudah menyatakan akan memfasilitasi rencana tersebut. "Pemain LPI yang diusulkan masuk ke timnas akan difasilitasi oleh Kemenpora dan Satlak Prima untuk masuk ke liga yang diakui oleh FIFA," sambungnya.

Melihat usia, Irfan Bachdim dan Andik Vermansyah masih bisa masuk dalam skuad timnas SEA Games 2011 ( U-23). "Jika sudah ada kata sepakat, kontrak mereka diambil alih saja sesuai kontrak terakhir. Saya yakin klub ISL tidak akan keberatan menerima mereka," bebe Iman.

Iman Arif mengungkapkan, dalam situasi seperti ini, demi kepentingan bangsa dan demi timnas Merah Putih, semua harus bersatu untuk mencari solusi terbaik dan sesuai aturan FIFA. Demi timnas, pihak-pihak yang selama ini berbeda pendapat harus menyisihkan ego dan kepentingannya masing-masing.

Meski sudah ada beberapa nama pemain LPI yang disebut-sebut layak diberi kesempatan bergabung dengan Skuad Garuda, Iman Arif menegaskan jika pemanggilan pemain sepenuhnya adalah otoritas pelatih Alfred Riedl. Riedl sendiri saat ini masih berlibur di Negara asalnya, Austria, dan baru akan kembali ke Indonesia pekan depan. "Bilamana sudah masuk system, pelatih dan BTN akan memberikan kesempatan seleksi sesuai dengan prosedur yang berlaku," papar Iman Arif.

Bulan lalu, BTN sudah mengumumkan 20 nama pemain calon penghuni skuad SEA Games 2011. Mereka akan berkumpul di Jakarta pada 25 April mendatang untuk cek kesehatan. Selanjutnya mereka akan mengukuti program character building di Batujajar selamas sekitar dua pekan dan pertengahan Mei timnas akan menjalani pemusatan latihian selama satu bulan di Austria.

Sebelum berangkat ke Austria, BTN dan Alfred Riedl akan mengumumkan lagi lima pemain baru yang dipanggil untuk menggenapi tim menjadi 25 pemain. Seperti yang sudah diputuskan, demi meraih target medali emas SEA Games November mendatang, timnas akan menjalani pemusatan latihan tertutup. Artinya, para pemain yang dipanggil timnas tidak boleh lagi memperkuat klubnya masing-masing.

Sumber : JPNN
Selengkapnya...

Friday, April 01, 2011

Irfan Bachdim Kembali Dipanggil Timnas Indonesia

Irfan Bachdim
Ada kabar gembira bagi pecinta sepakbola nasional. Pemain blasteran Belanda Irfan Bachdim akhirnya dipanggil timnas Indonesia. Irfan Bachdim akan kembali memperkuat tim Merah Putih setelah kendali timnas diambil alih oleh KONI.

Menurut Tono Suratman, Komandan Satlak Program Indonesia Emas (Prima) KONI, Jumat (1/4), Irfan Bachdim akan dipanggil untuk memperkuat timnas senior di ajang Pra Piala Dunia Zona Asia melawan Turkmenistan Juli nanti.

KONI sendiri mencabut larangan bagi pemain Liga Primer Indonesia (LPI) untuk memperkuat timnas yang sempat diberlakukan PSSI dibawah kepemimpinan Nurdin Halid. Irfan sempat dilarang memperkuat timnas U-23 karena bermain untuk Persema di ajang LPI.

Larangan juga diberlakukan untuk pemain LPI lainnya, seperti Andik Virmasyah dan Lucky Wahyu dari Persebaya 1927 serta pemain naturalisasi Kim Kurniawan. Tapi kini mereka juga berpeluang memperkuat timnas. Keputusan tersebut disambut baik Irfan dan Kim. Mereka mengaku sangat mencintai dan ingin beramain untuk timnas.

Rencananya KONI akan melakukan perombakan pada timnas, namun tetap berkoordinasi dengan Badan Tim Nasional. Tapi yang pasti posisi pelatih timnas akan tetap dipegang Alfred Riedl.
Selengkapnya...

Monday, March 14, 2011

Inilah 20 Pemain Timnas SEA Games

Pelatih timnas Indonesia Alfred Riedl akhirnya mengumumkan 20 pemain yang terpilih untuk masuk timnas SEA Games 2011. Dalam daftar itu tak ada nama Oktovianus Maniani. Hal itu disampaikan Riedl dalam jumpa pers yang diadakan, Senin (14/3/2011). Disebutkan Riedl jika alasannya mencoret Okto kali ini murni masalah indisipliner.

Okto memang kerap mangkir dari Training Camp (TC) tim Pra Olimpiade 2012 lalu dengan berbagai macam alasan. Dimulai larangan dari klubnya Sriwijaya FC sampai sakit.

Namun Riedl kali ini sepertinya tidak mau bermurah hati pada pemain yang kerap dicap "anak kesayangan" itu. Untuk menggantikan perang Okto, Riedl masih ada tiga pemain di sisi kiri dan salah satunya pemain Persiwa Wamena Ferdinand Sinaga.

Ini untuk ketiga kalinya Riedl mencoret tiga pemainnya asal Papua sejak melatih Indonesia pertengahan 2010 lalu. Sebelumnya Boaz Solossa dan Titus Bonai sudah dikeluarkan karena alasan indisipliner juga.

Dari 20 nama itu Riedl tidak menyertakan Irfan Bachdim dan Kim Jeffrey Kurniawan terkait status mereka sebagai pemain klub peserta Liga Primer Indonesia (LPI) saat ini.

Namun ada dua nama pemain keturunan yang diikutkan yakni Diego Michels dan Ruben Wuarbanaran. Sisanya adalah para pemain yang bermain di kompetisi ISL.

Para pemain itu rencananya akan mulai masuk TC pada 24 April 2011 di Jakarta. Kemudian menjalani TC jangka panjang, di antaranya ke Austria mulai 7 Mei dan kembali ke Jakarta pada 10 Juni 2011.

Berikut adalah ke-20 nama pemain yang diikutkan oleh Riedl

Kiper: Kurnia Mega, Rifki Mokodompit, Arditani Ardiyasa.
Bek: Diego Michels, Herry Susilo, Irfan Raditya, Gunawan Dwi Cahyo, Abdul Rachman, Ruben Wuarbanaran, Fauzan Djamal.
Gelandang: Stevie Bonsapia, Zulham Zumrud, Hendro Siswanto, Egi Malgiansyah, Lasut Mahadirga, Ferdinand Sinaga, Dendi Santoso.
Striker: Jajang Muliana, Yongki Aribowo, Fauzi Rishadi.

Sumber : Detiksport
Selengkapnya...

Wednesday, January 26, 2011

Boaz Diincar Klub Belanda

Boaz Salossa
Ketajaman striker Persipura Jayapura Boaz Solossa, menarik promotor sepakbola Ruud J.C. Voll. Boaz, menurutnya, merupakan pemain potensial yang layak bermain di Liga tertinggi di Belanda. Oleh karena itu salah satu klub Liga Belanda sedang melakukan pendekatan untuk merekrut Boaz.

Seperti dikutip dari Radio Nederland Wereldomroep, Rabu (26/1/2011), promotor berdarah Indonesia-Belanda itu sedang mencoba memfasilitasi pendekatan Boaz dengan klub Eredivisie VVV Venlo. Dan saat ini, klub tersebut tengah mempelajari video penampilan Boaz.

Voll menilai Boaz memiliki ketajaman sangat dibutuhkan VVV Venlo untuk mengangkat klub keluar dari zona degradasi. Tak hanya itu, Boaz bisa menjadi inventasi yang menguntungkan bagi klub jika suatu saat ingin melepasnya.

VVV Venolo pernah mendatangkan Keisuke Honda pada 2008 dan kemudian melepasnya ke CSKA Moskow dengan harga lumayan tinggi, 9 juta euro. Begitu pun Nordin Amrabat yang sempat bergabung dengan skuad Andre Wetzel. Pemain Maroko itu kemudian dilepas ke PSV Eindhoven dengan harga berlipat.

"Sekarang tinggal menunggu pihak VVV saja. Kalau tertarik maka Boaz bisa langsung datang dan melakukan tes. Saya tidak heran kalau Boaz bisa loncat dari Venlo ke Ajax Amsterdam atau bahkan ke liga Spanyol," ujarnya.

Sumber : Okezone
Selengkapnya...

Friday, January 21, 2011

Timnas Indonesia Dipuji FIFA

Timnas Indonesia
Penampilan yang ditunjukkan timnas Indonesia di piala AFF lalu mendapat apresiasi dari FIFA. Meskipun gagal menjadi juara performa yang bagus yang ditunjukkan timnas Indonesia mendapat penilaian yang tinggi dengan bukti peringkat Indonesia di ranking dunia meningkat secara signifikan.

FIFA memberikan pujian kepada tim nasional Indonesia. Tim Merah Putih disebut sebagai tim dari kawasan Asia yang berhasil meraih kenaikan peringkat secara signifikan.

Pujian FIFA itu tercantum melalui tulisan berjudul berjudul "Indonesia keep on rising" yang dipublikasikan di situs resmi otoritas tertinggi sepakbola dunia tersebut, tertanggal 20 Januari 2011.

"Dengan kondisi di mana kebanyakan tim nasional tidak aktif selama periode tahun baru, maka hanya sedikit perbahan di FIFA/Coca-Cola World Ranking. Meski begitu, kenaikan Indonesia secara konsisten di peringkat dunia telah membuat publik tercengang dalam dua bulan terakhir," demikian tertulis dalam artikel tersebut.

FIFA menyebutkan bahwa kenaikan secara signifikan tersebut dipicu oleh performa anak asuh Alfred Riedl di Piala AFF 2010 Desember silam. Memang tim Merah Putih gagal juara, namun Firman Utina dkk. berhasil menunjukkan performa yang bagus.

Otoritas tertinggi sepakbola dunia itu juga menyebut bahwa Indonesia merupakan negara di kawasan Asia yang menunjukkan kenaikan ranking secara signifikan.

"Menduduki posisi 135 di dunia dan ke-20 di Asia di bulan November, Indonesia naik delapan tingkat dan itu menjadikan mereka sebagai negara dari Asia dengan pergerakan terbaik, sebelum akhirnya naik satu tingkat ke urutan 126 di awal tahun 2011," demikian FIFA.

Sumber : Detiksport
Selengkapnya...

Saturday, January 08, 2011

Pemain Naturalisasi Sedang Seksi

James Zaidan Saragih dan Andrea Bitar
Pemain berdarah asing kini sedang gencar dijadikan Warga Negara Indonesia (WNI). Dengan demikian pemain bersangkutan bisa membela timnas Indonesia di ajang internasional.

Contoh proses yang kerap dinamai naturalisasi ini sudah dialami oleh Cristian Gonzales dan Kim Jeffrey Kurniawan. Nama itu kemungkinan bakal bertambah dengan James Zaidan Saragih, Andrea Bitar, Stefano Lilipaly, Mark van de Mareel, atau Oliver Rifai.

Mereka merupakan pemain keturunan Indonesia yang tengah menjalani seleksi timnas U-23 yang dipersiapkan untuk Pra Olimpiade 2012.

"Pemain naturalisasi ini lagi seksi. Mereka tengah disorot karena ini (naturalisasi) masih baru," kata pengamat sepakbola M.Kusnaeni, Sabtu 8 Januari 2011.

"Bukan artinya pemain lokal tidak diminati karena nanti pada akhirnya kualitas yang bicara. Kalau pemain lokal lebih bagus ya pasti masyarakat bisa melihatnya."

Bung Kus -sapaannya- juga menekankan kalau naturalisasi merupakan proses yang tidak dihindari dengan adanya proses globalisasi. Para pemain keturunan atau pun sudah pernah tinggal lama di Indonesia punya hak untuk membela timnas.

Masyarakat hanya perlu untuk beradaptasi dengan proses tersebut. Apalagi menjunjung hak yang sama merupakan prinsip dalam olahraga seperti sepakbola.

"Prinsip sepakbola itu memberi hak yang sama untuk mereka yang punya asal-usul Indonesia untuk membela Indonesia. Suka tidak suka pemain keturunan itu tidak bisa dicampakkan begitu saja," ujar Bung Kus.

Sumber : Vivanews
Selengkapnya...

Thursday, January 06, 2011

Pemain LPI Bisa Gabung Timnas

Irfan Bachdim
Menteri Negara Pemuda dan olahraga Andi Mallarangeng menjamin pemain sepak bola yang bermain dalam Liga Primer Indonesia dapat bergabung ke dalam tim nasional. Usai rapat kabinet paripurna di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Kamis, Andi mengatakan semua putra putri terbaik Indonesia dapat mewakili Indonesia dalam tim nasional tanpa diskriminasi apa pun. "Tidak ada diskriminasi dalam olah raga. Soal merah putih itu tidak ada diskriminasi," ujarnya.

Andi mengatakan, tidak ada alasan nantinya PSSI melarang pemain sepak bola yang bergabung dalam LPI untuk bermain dalam tim nasional karena peraturan perundang-undangan sudah jelas mengatur tentang perekrutan anggota tim nasional. Selain itu, lanjut dia, ada peraturan pemerintah mengenai Program Indonesia Emas atau Prima yang mengatur persiapan atlet andalan nasional untuk berbagai macam kejuaraan yang mewakili Indonesia di tingkat internasional.

Andi menjamin siapa pun yang terbaik dalam cabang olah raga masing-masing bisa bergabung dalam program Prima tersebut. "Kalau Prima penanggungjawabnya kan Menegpora. Jika dalam situasi khusus bagi atlet berprestasi secara internasional itu juga boleh mendaftar langsung ke Prima dan diseleksi. Kalau lulus seleksi bisa ikut jadi anggota tim nasional," jelasnya.

Andi memastikan pelaksanaan LPI tidak akan bentrok dengan penyelenggaraan liga oleh PSSI karena pada dasarnya setiap pertandingan olah raga profesional dapat dilangsungkan asalkan telah mendapat ijin dari Badan Olah Raga Profesional Indonesia (BOPI). "Jadi kalau BOPI setelah melihat segala macam dan sudah memutuskan memberikan perijinan tentu saja kepolisian mengikuti apa yang menjadi keputusan BOPI. Jadi sederhana, caranya sesuai dengan sistem aturan perundang-undangan yang ada," katanya.

Meski demikian, Andi belum bisa memastikan apakah dirinya akan membuka LPI pada 8 Januari 2011 di Solo karena belum mendapatkan undangan. Ia pun belum bisa memastikan kehadiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada pembukaan LPI tersebut.
Selengkapnya...

Friday, December 31, 2010

Irfan Bachdim Terancam Dicoret Timnas

Irfan Bachdim, striker Persema Malang, bisa terancam dicoret dari timnas Indonesia menyusul keputusan Persema Malang keluar dari kompetisi PSSI 'Liga Super Indonesia' 2010 untuk gabung dengan kompetisi tandingan Liga Primer Indonesia (LPI). Karena, PSSI tidak mengakui pemain yang tampil di LPI karena kompetisi tersebut dinilai ilegal.

''Apabila kesebelasan tersebut bergabung dengan kompetisi ilegal atau di luar PSSI, maka akan mendapatkan sanksi organisasi dari federasi sepak bola Indonesia,'' kata CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono, di Jakarta, Kamis (30/12). ''Sanksi juga akan diberikan kepada semua yang terlibat mulai dari tim manajemen, jajaran pelatih, maupun pemain yang saat ini memperkuat klub tersebut.''

Irfan bersama pemain naturalisasi lainnya, gelandang Kim Jeffrey Kurniawan, saat ini memperkuat Persema Malang. Laskar Ken Arok, julukan Persema Malang, bersama PSM Makassar dan Persibo Bojonegoro secara resmi sudah menyatakan mundur dari ISL 2010/2011.

PSSI sebelumnya mengancam pemain yang ikut kompetisi LPI. PSSI tidak mengakui pemain tersebut meski mereka berstatuskan pemain timnas. Untuk pemain asing yang tampil di LPI, PSSI mengancam akan langsung mendeportasinya.

Terkait ancaman Irfan yang tidak bisa memperkuat timnas jika berlaga di LPI, Persema tidak terlalu khawatir. Manajer Persema, Asmuri, beralasan bahwa Bachdim dan Kim sudah terikat kontrak dengan Persema. Sehingga apabila keduanya membatalkan karena ancaman itu, maka kedua pemain itu terkena pelanggaran administrasi dan wajib mengembalikan nilai kontraknya dua kali lipat.

Sumber : Republika
Selengkapnya...

Wednesday, December 29, 2010

Surat Untuk Firman Utina Kapten Timnas

Di tengah euforia terhadap timnas kita dan ditengah hiruk pikuk timnas kita yang dielu-elukan seluruh lapisan masyarakat atas permainan timnas kita di Piala AFF. Baru kali ini saya membaca tulisan seseorang sangat inspiratif dan yang pertama yang mengharapkan hal berbeda untuk timnas kita di ajang AFF kali ini,,,mari kita lupakan sejenak urusan laser, bubuk gatal, kecurangan, sangsi dan sebagainya, buat meluangkan waktu sejenak membaca beberapa paragraf tulisan salah seorang anak bangsa yang gak kita kenal, tentang harapan dan semangat dia untuk timnas tercinta... Mari sama-sama kita baca yuk.

Surat Untuk Firman

Kawan, kita sebaya. Hanya bulan yang membedakan usia. Kita tumbuh di tengah sebuah generasi dimana tawa bersama itu sangat langka. Kaki kita menapaki jalan panjang dengan langkah payah menyeret sejuta beban yang seringkali bukan urusan kita. Kita disibukkan dengan beragam masalah yang sialnya juga bukan urusan kita. Kita adalah anak-anak muda yang dipaksa tua oleh televisi yang tiada henti mengabarkan kebencian. Sementara adik-adik kita tidak tumbuh sebagaimana mestinya, narkoba politik uang membunuh nurani mereka. Orang tua, pendahulu kita dan mereka yang memegang tampuk kekuasaan adalah generasi gagal. Suatu generasi yang hidup dalam bayang-bayang rencana yang mereka khianati sendiri. Kawan, akankah kita berhenti lantas mengorbankan diri kita untuk menjadi seperti mereka?

Di negeri permai ini, cinta hanyalah kata-kata sementara benci menjadi kenyataan. Kita tidak pernah mencintai apapun yang kita lakukan, kita hanya ingin mendapatkan hasilnya dengan cepat. Kita tidak mensyukuri berkah yang kita dapatkan, kita hanya ingin menghabiskannya. Kita enggan berbagi kebahagiaan, sebab kemalangan orang lain adalah sumber utama kebahagiaan kita. Kawan, inilah kenyataan memilukan yang kita hadapi, karena kita hidup tanpa cinta maka bahagia bersama menjadi langka. Bayangkan adik-adik kita, lupakan mereka yang tua, bagaimana mereka bisa tumbuh dalam keadaan demikian. Kawan, cinta adalah persoalan kegemaran. Cinta juga masalah prinsip. Bila kau mencintai sesuatu maka kau tidak akan peduli dengan yang lainnya. Tidak kepada poster dan umbul-umbul, tidak kepada para kriminal yang suka mencuci muka apalagi kepada kuli kamera yang menimbulkan kolera. Cinta adalah kesungguhan yang tidak dibatasi oleh menang dan kalah.

Hari-hari belakangan ini keadaan tampak semakin tidak menentu. Keramaian puluhan ribu orang antre tidak mendapatkan tiket. Jutaan orang lantang bersuara demi sepakbola. Segelintir elit menyiapkan rencana jahat untuk menghancurkan kegembiraan rakyat. Kakimu, kawan, telah memberi makna solidaritas. Gocekanmu kawan, telah mengundang tarian massal tanpa saweran. Terobosanmu, kawan, menghidupkan harapan kepada adik-adik kita bahwa masa depan itu masih ada. Tendanganmu kawan, membuat orang-orang percaya bahwa kata “bisa” belum punah dari kehidupan kita. Tetapi inilah buruknya hidup di tengah bangsa yang frustasi, semua beban diletakkan ke pundakmu. Seragammu hendak digunakan untuk mencuci dosa politik. Kegembiraanmu hendak dipunahkan oleh iming-iming bonus dan hadiah. Di Bukit Jalil kemarin, ada yang mengatakan kau terkapar, tetapi aku percaya kau tengah belajar. Di Senayan esok, mereka bilang kau akan membalas, tetapi aku berharap kau cukup bermain dengan gembira.

Firman Utina, kapten tim nasional sepak bola Indonesia, bermain bola lah dan tidak usah memikirkan apa-apa lagi. Sepak bola tidak ada urusannya dengan garuda di dadamu, sebab simbol hanya akan menggerus kegembiraan. Sepak bola tidak urusannya dengan harga diri bangsa, sebab harga diri tumbuh dari sikap dan bukan harapan. Di lapangan kau tidak mewakili siapa-siapa, kau memperjuangkan kegembiraanmu sendiri. Di pinggir lapangan, kau tidak perlu menoleh siapa-siapa, kecuali Tuan Riedl yang percaya sepak bola bukan dagangan para pecundang.

Berlarilah Firman, Okto, Ridwan dan Arif, seolah-olah kalian adalah kanak-kanak yang tidak mengerti urusan orang dewasa.

Berjibakulah Maman, Hamzah, Zulkifli dan Nasuha seolah-olah kalian mempertahankan kegembiraan yang hendak direnggut lawan.

Tenanglah Markus, gawang bukan semata-mata persoalan kebobolan tetapi masalah kegembiraan membuyarkan impian lawan.

Gonzales dan Irfan, bersikaplah layaknya orang asing yang memberikan contoh kepada bangsa yang miskin teladan.


Kawan, aku berbicara tidak mewakili siapa-siapa. Ini hanyalah surat dari seorang pengolah kata kepada seorang penggocek bola. Sejujurnya, kami tidak mengharapkan Piala darimu. Kami hanya menginginkan kegembiraan bersama dimana tawa seorang tukang becak sama bahagianya dengan tawa seorang pemimpin Negara. Tidak, kami tidak butuh piala, bermainlah dengan gembira sebagaimana biasanya. Biarkan bola mengalir, menarilah kawan, urusan gol seringkali masalah keberuntungan. Esok di Senayan, kabarkan kepada seluruh bangsa bahwa kebahagiaan bukan urusan menang dan kalah. Tetapi kebahagiaan bersumber pada cinta dan solidaritas. Berjuanglah layaknya seorang laki-laki, kawan. Adik-adik kita akan menjadikan kalian teladan!


Sumber  : http://itonesia.com/surat-untuk-firman/
Selengkapnya...

Friday, December 17, 2010

Petasan Ancam Timnas Tak Bisa Gelar Laga Home

Timnas Indonesia
Indonesia terancam tidak bisa menggelar laga home jika lolos ke babak final menyusul adanya petasan yang menghiasi laga semifinal pertama melawan Filipina, Kamis 16 Desember 2010.

Layaknya pesta petasan terdengar di Stadion Utama Gelora Bung Karno di babak pertama laga semifinal pertama antara Indonesia melawan Filipina. Sejak lagu kebangsaan kedua negara dikumandangkan hingga Cristian Gonzales mencetak gol, petasan terus berbunyi.

Menanggapi kondisi ini, Ketua Umum PSSI Nurdin Halid mengimbau suporter untuk tidak kembali menyalakan petasan di laga kedua semifinal, Minggu 19 Desember 2010. Pasalnya, Indonesia terancam tidak bisa menggelar partai home jika lolos ke final menyusul adanya petasan tersebut.

"Kami sudah berikan penjelasan kepada match commisioner dari AFF dan mereka bisa memahami. Tapi, ini tidak boleh terulang di tanggal 19 malam. Kalau terjadi, maka kita terancam tidak menjadi tuan rumah di final. Jadi mohon kepada suporter dan masyarakat, tidak boleh ada petasan. Itu dilarang," ujar Nurdin usai pertandingan di mixed zone.

"Tadi sebelum babak kedua, saya minta agar diumumkan bahwa kita terancam dihukum jika terus-menerus menyalakan petasan. Kita tidak bisa mengumumkannya saat pertandingan berjalan, jadi kita setuju, saat istirahat babak pertama baru kita umumkan. Alhamdulilah di babak kedua sudah tidak ada lagi," papar Nurdin.

Indonesia sendiri berpeluang besar lolos ke babak final setelah pada laga pertama menang 1-0 lewat gol semata wayang Cristian Gonzales. Hasil imbang di semifinal kedua cukup bagi tim Garuda untuk lolos ke babak final.
Selengkapnya...

Wednesday, December 15, 2010

Garuda di Dada Timnas Demi Membela Bangsa

Kostum Timnas Indonesia
Banyak kalangan yang menuding gugatan seorang pengacara David ML Tobing adalah untuk mencari popularitas di tengah dukungan seluruh rakyat Indonesia untuk timnas Merah Putih di Piala AFF. SAlah satunya adalah Wakil Ketua DPR RI dari PDI Perjuangan, Pramono Anung yang tak habis pikir soal gugatan penggunaan lambang Garuda yang dilayangkan pengacara, David ML Tobing.

"Gugatan lambang Garuda di kostum Timnas berlebihan. Penggunaan lambang itu untuk bela bangsa," tegas Pramono di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu 15 Desember 2010.

Pramono menilai pengajuan gugatan tersebut sekedar mencari popularitas. Kata dia, penggunaan lagu, bahasa, dan simbol dibolehkan penggunaannya sesuai diatur UU.

"Saya heran, kalau mau cari popularitas, kok bukan hal lain. Seperti Dewi Persik atau yang lain," kata Pramono.

Hal senada disampaikan Politisi Partai Demokrat Roy Suryo. Roy yang dulu ikut terlibat penyusunan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan itu menilai penggugat hanya ingin terkenal.

"Argumen dia terlalu mengada-ada," kata Roy, Rabu 15 Desember 2010 pagi.

Gugatan terhadap lambang garuda di kostum Tim Nasional Indonesia dilayangkan Selasa 14 Desember 2010 -- dua hari jelang laga semifinal antara Indonesia vs Filipina.

David ML Tobing menggugat lima pihak, yakni Presiden RI, Mendiknas, Menegpora, PSSI, dan Nike -- selaku produsen kostum Timnas.

Apa alasan David menggugat kostum Timnas? "Hal itu melanggar UU Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan," kata David.

Mungkin sekarang David ML Tobing mulai dikenal oleh hampir semua pecinta Timnas Merah Putih tetapi sebagai number one enemy atau musuh nomor satu.
Selengkapnya...

Tuesday, November 23, 2010

Timnas Piala AFF Andalkan Duet Striker Senior - Junior

Seperti apa duet penyerang timnas Indonesia di Piala AFF? Pelatih Alfred Riedl memberikan gambaran seperti apa lini depan Indonesia bahwa dia bakal menurunkan kombinasi pemain senior dan junior.

Banyak yang menanti seperti apa wajah lini depan tim nasional Indonesia menyusul masuknya dua pemain naturalisasi Cristian Gonzalez dan Irfan Bachdim. Selain keduanya, Indonesia juga masih memiliki pemain langganan timnas Bambang Pamungkas serta dua pemain muda seperti Yongki Ariwibowo dan Dendi Santoso.

Riedl mengatakan bahwa dengan materi yang ada, dia akan menduetkan pemain senior dan junor. "Bambang sangat cerdas, namun sayang sekali dia sudah mulai termakan usia di 30 tahun. Kualitas dan kemampuannya masih oke, tapi kecepatannya menurun," tukas pelatih asal Austria itu di situs resmi AFF Cup.

"Gonzales juga siap tampil. Memang dia sudah berusia 35 tahun namun masih memiliki ketajaman dalam mencetak gol di kompetisi liga dan dia menjadi top skorer empat kali."

Karena faktor usia, Riedl pun mengindikasikan tidak memasang duet Bepe-El Loco di Piala AFF nanti. Suksesor Benni Dollo tersebut berencana memasangkan salah satu striker senior itu dengan pemain muda.

"Keduanya merupakan pemain berkualitas, namun menampilkan Gonzales dan Bambang bersamaan bakal menjadi masalah karena faktor usia keduanya. Mungkin kami akan menduetkan mereka dengan striker muda seperti Yongki Aribowo, Dendi Santoso atau Irfan Bachdim," tutup Riedl.

Skema ini telah dicoba dalam laga ujicoba melawan Timor Leste akhir pekan lalu. Dimana striker anyar Indonesia Christian Gonzales mencetak dua gol pada partai uji coba yang dimenangkan Indonesia 6-0 tersebut.

Sumber : Detiksport
Selengkapnya...

Sunday, November 21, 2010

Timnas Indonesia Cukur Timor Leste 6-0

Harapan cerah terlihat pada pertandingan uji coba timnas Indonesia yang memainkan pemain naturalisasi melawan Timor Leste dan hasil positif diraih tim nasional Indonesia dalam laga ujicobanya menjelang Piala AFF bulan depan. Menghadapi Timor Leste di Palembang, Minggu (21/11/2010), skuad "Merah Putih" menang telak 6-0.

Cristian Gonzales menandai debutnya sebagai pemain Indonesia dengan cemerlang karena mendulang dua gol. Empat gol lainnya dibuat M. Ridwan, Oktovianus Maniani, Bambang Pamungkas dan Yongki Ariwibowo.

Dalam pertandingan di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, Indonesia mengawali kemenangannya di menit 12 melalui bek asal Sriwijaya FC, M. Ridwan. Berselang 15 menit kemudian, rekannya di klub yang sama, gelandang Oktovianus, mengubah skor menjadi 2-0.

'El Loco' Gonzales memulai rekening gol perdananya delapan menit menjelang babak pertama selesai. Dan penyerang kelahiran Uruguay itu, yang memperkuat Persib Bandung, melakukannya lagi saat babak kedua baru berjalan kurang dari tiga menit.

Bambang Pamungkas yang turun sebagai pengganti Gonzales di hampir satu jam pertandingan, mengukir gol kelima di menit 75. Pemain pengganti yang lain, striker Arema FC Yongki Ariwibowo, memantapkan kemenangan Indonesia menjadi 6-0 di menit 85.

Setelah Timor Leste, rencananya pada Rabu (24/11) mendatang pasukan Alfred Riedl akan berujicoba lagi melawan China Taipei.

Indonesia berada di Grup B Piala AFF bersama Thailand, Malaysia, dan Laos. Malaysia akan menjadi lawan pertama yang dihadapi pada 1 Desember, lalu Laos (4/12) dan Thailand (7/12), semua digelar di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

Sumber : Detiksport
Selengkapnya...