Showing posts with label Piala AFF. Show all posts
Showing posts with label Piala AFF. Show all posts

Thursday, June 23, 2011

Fabregas Puji Timnas Indonesia di Piala AFF

Cesc Fabregas
Aksi timnas Indonesia di Piala AFF 2010 lalu banyak mengundang sanjungan tak terkecuali juga kapten Arsenal Cesc Fabregas yang memuji aksi Merah Putih dan bahkan sempat menontonnya, meskipun pada akhirnya Indonesia gagal juara.

Mencetak 18 gol dan tampil sebagai tim terproduktif akhir tahun lalu nyatanya tak cukup membawa Indonesia bertakhta di Piala AFF. Di laga puncak mereka harus mengaku keunggulan Malaysia.

Namun sepakbola aktraktif yang dipertontonkan anak asuh Alfred Riedl mendapat sanjungan dari seluruh masyarakat Indonesia, bahkan sampai ke belahan Eropa sana saat pesepakbola macam Rio Ferdinand, Ryan Babel dan Fabregas turut memberi apresiasi via twitter.

Fabregas yang tengah berada di Jakarta saat ini mengaku mengenal Indonesia juga dari aksi para pesepakbolanya di Piala AFF lalu. Pemain internasional Spanyol itu tak sungkan memuji langsung penampilan apik 'Pasukan Garuda' kala itu.

"Saya tahu timnas Indonesia lewat twitter akhir tahun lalu. Mereka bermain bagus, operan mereka bagus, aliran bolanya dan mereka kompak," ujar Fabregas dalam jumpa pers di Hotel Shangrila, Rabu (22/6/2011) sore WIB.

"Saya sempat menonton sekali dan saya terkesan dengan permainan mereka," tutupnya singkat.

Sumber : Detiksport
Selengkapnya...

Monday, January 31, 2011

Laga Malaysia vs Indonesia dijual Pengurus PSSI?

Kasak kusuk tentang adanya dugaan oknum PSSI yang menjual laga leg pertama final AFF Suzuki Cup 2010 di Stadion Bukit Jalil, Kualalumpur, lalu makin kencang terdengar.

Jika sebelumnya isu soal oknum PSSI yang tega menjual kemenangan Indonesia kepada bandar judi kelas kakap di Malaysia hanya beredar dari mulut ke mulut, kini muncul pengakuan dari seseorang yang mengaku bernama Eli Cohen, pegawai pajak di lingkungan Kementrian Keuangan Republik Indonesia, yang menyampaikan surat terbuka melalui email kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sby@presiden.go.id.

Surat tersebut dikirim juga ke email redaksi Tribunnews.com, Bolanews, dan Topskor.

Dalam surat elektronik tersebut, Eli bercerita soal kekecewaannya mendengar adanya ketidak beresan yang terjadi saat Indonesia yang tampil luar biasa di turnamen tersebut. Apalagi, tiba-tiba Indonesia kemudian dihajar telak Malaysia 3-0. Kekalahan tersebut, menurutnya, telah diatur sebelumnya agar Indonesia kalah dari Malaysia.

"Kekalahan tim sepak bola Indonesia dari tuan rumah Malaysia saat itu adalah sudah ditentukan sebelum pertandingan dimulai. Hal ini terjadi karena adanya permainan atau skandal suap yang dilakukan oleh Bandar Judi di Malaysia dengan petinggi penting di PSSI (ia menulis inisial dua nama, red). Dari kekalahan tim Indonesia ini baik Bandar judi maupun 2 orang oknum PSSI ini meraup untung puluhan miliar rupiah," ujar Eli dalam email tersebut.

Lebih lanjut, Eli juga mengatakan dalam suratnya bahwa hasil menjual kemenangan Indonesia kepada bandar judi tersebut kemudian digunakan untuk membiayai Kongres Tahunan PSSI di Bali beberapa waktu lalu.

Tak hanya itu, Eli juga mengatakan dalam suratnya jika dua oknum PSSI yang menjadi otak kekalahan tersebut sempat masuk ke ruang ganti pemain dan memberikan instruksi khusus kepada oknum pemain yang kemudian ambil bagian memerankan bagiannya mengacaukan dan mematahkan semangat bertanding timnas.

Eli juga menambahkan, persoalan sinar laser yang kemudian timbul dan dianggap sebagai biang kekalahan timnas juga termasuk salah satu bagian dari skenario besar membuat timnas kalah. Karena, dengan kekalahan tersebut, oknum PSSI yang menurut Eli telah berbuat tega membuat timnas kalah tersebut kemudian mendapatkan keuntungan berlipat dari bandar Malaysia, demikian surat Eli kepada Presiden SBY.

Belum ada konfirmasi atas surat ini. Surat yang diterima Tribunnews.com menyebutkan, email itu juga dikirimkan ke Menteri Olah Raga, Ketua KPK, Ketua DPR, dan Ketua KONI.

Sumber : Tribunnews
Selengkapnya...

Thursday, December 30, 2010

Indonesia Menang Tapi Gagal Juara

Pupus sudah harapan publik tanah air menyaksikan timnas Indonesia meraih trofi pertama kalinya di Piala AFF. Timnas Indonesia memang berhasil menundukkan Malaysia 2-1 di partai leg II final Piala AFF 2010. Tapi keunggulan agregat 2-4 tetap bikin Malaysia keluar jadi juara.

Dalam partai leg II Piala AFF 2010, Rabu (29/12/2010) malam WIB, Indonesia membuang peluang untuk unggul lebih dulu setelah Firman Utina gagal menceploskan bola dari titik putih di menit-menit awal laga.

Malaysia lantas unggul duluan lewat Safee Sali di awal babak kedua. Mohammad Nasuha menyamakan skor sebelum tendangan M. Ridwan menjebol gawang Khairul Fahmi setelah terlebih dulu mengenai bek Malaysia.

Dengan kemenangan 2-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno tersebut, Indonesia pada akhirnya tak berhasil jadi juara karena kalah agregat 2-4 dari Malaysia yang menang 3-0 di leg I.

Jalannya Pertandingan


Kelengahan Indonesia di sektor kiri belakang pada menit dua nyaris dimanfaatkan pemain depan Malaysia. Untung buat Indonesia, Firman Utina masih bisa mencuri bola.

Semenit berselang, usaha Indonesia menekan kandas setelah bola umpan Firman terlalu deras lajunya sehingga tak bisa dikejar Arif. Umpan jauh kembali diarahkan ke Arif meski kiper Malaysia masih bisa mengamankan si kulit bundar.

Pada menit enam, umpan silang M.Nasuha sukses meluncur ke muka gawang. Tapi sekali lagi kiper Khairul Fahmi masih sigap menangkap bola.

Kerjasama Arif dan Irfan Bachdim diakhiri dengan sebuah umpan silang ke muka gawang pada menit sembilan masih bisa dipotong M. Fadhli.

Pelanggaran pada menit 11 usai Irfan dijatuhkan beberaoa meter dari luar kotak penalti. Firman mengambil pendek dan mengoper ke M. Ridwan yang dengan mudah kecolongan bola.

Irfan! Bola mengarah ke Irfan yang ada di muka gawang pada menit 16. Tapi ia kurang sigap meneruskan sehingga bola dengan mudah diamankan Khairul Fahmi.

Penalti untuk Indonesia pada menit 17! Wasit menunjuk titik putih usai M Sabre menyentuh bola dengan tangan. Sabre juga dapat kartu kuning.

Firman maju jadi algojo dan sepakannya ke arah kanan dengan mudah terbaca oleh kiper! Sayang sekali, peluang emas terbuang untuk Indonesia.

Markus dipaksa menyelamatkan gawang dari sepakan Ashari pada menit 21. Kemelut kemudian lahir tapi tidak melahirkan apa-apa.

Cristian Gonzales sukses menyambut bola hasil umpan silang dengan tandukan di tiang jauh pada menit 24. Tapi si kulit bundar masih menyisir di sisi gawang. Gonzales kembali berhasil menanduk bola di muka gawang, meski lagi-lagi bola belum menemui sasaran.

M. Ridwan berlari menyongsong bola di sisi kiri dan sukses menembus pertahanan Malaysia tanpa pengawalan. Tapi bola sepakannya lantas dengan sukses dipotong Fahmi.

Lagi-lagi peluang emas terbuang pada menit 29. Dari sebuah umpan terobosan, Ridwan dengan cerdik mendapat celah di pertahanan Malaysia. Tapi ia terlalu lama mengambil keputusan sehingga bola kembali kandas di tangan kiper.

Tiga menit menuju turun minum dengan Indonesia dan Malaysia masih terus membagi skor 0-0. Peluang teranyar dihasilkan Gonzales dengan sepakan kerasnya di kotak penalti walau arahnya masih melambung.

Di tengah-tengah usaha Indonesia menyerang, Malaysia sukses melancarkan serangan balik akibat kesalahan oper Maman. Dengan serangan balik cepat, Mohd Safee Sali berhasil menjebol gawang Markus pada menit 53.

Pergantian pemain dilakukan oleh Alfred Riedl beberapa menit kemudian. Eka Ramdani menggantikan Firman dan Bambang Pamungkas menggantikan Irfan.

Gantian Malaysia melakukan pergantian pemain pada menit 61. Gelandang Amar Rohidan digantikan Razman Roslan yang pemain bertahan. Malaysia tampak cukup puas dengan skor saat ini.

Pergantian terakhir dibuat Indonesia pada menit 70 setelah Arif cedera. Tony Sucipto masuk.

Tak lama berselang, Indonesia mencetak gol! Bustomi melepaskan tembakan keras yang masih bisa ditepis kiper sebelum Nasuha menceploskan bola rebound. Skor 1-1.

Malaysia merancang serangan balik. Dari sisi kiri bola digulirkan ke tengah dan Ashari kemudian melepaskan tembakan dari luar kotak penalti yang masih melebar di sisi gawang Markus.

Pada menit 76 Bepe melepaskan tembakan menyusur tanah dari luar kotak penalti. Tapi arahnya masih tepat ke kiper Fahmi.

Goool! Indonesia berbalik unggul 2-1 setelah sepakan keras Ridwan mengenai kepala pemain belakang Malaysia dan menceplos masuk.

Bepe melepaskan tendangan bebas dari luar kotak penalti yang susah payah ditepis kiper Malaysia. Skor 2-1 tidak berubah sampai peluit akhir dibunyikan.

Susunan Pemain

Indonesia: Markus; Zulkifli, Maman, Hamka, Nasuha; Ridwan, Firman (Eka Ramdani '57), Bustomi, Arif (Tony Sucipto '70); Gonzales, Irfan (Bambang '57).

Malaysia: Khairul Fahmi; M Sabre, M Faizal, M Muslim, M Fadhli; Safiq, Norshahrul Idlan, Amar (Razman Roslan '61), Kunanlan Subramaniam; M Safee (Izzaq Faris Ramlan '90), M Ashari (Mohd Amri Yahyah '78).

Sumber : Detiksport
Selengkapnya...

Monday, December 27, 2010

Indonesia Dihajar Malaysia 0-3

Peluang Indonesia untuk merebut gelar juara AFF Suzuki Cup 2010 untuk pertama kalinya terasa sangat berat. Pasalnya, di partai final pertama di kandang Malaysia, tim 'Merah Putih' dipukul 0-3.

Dua dari tiga gol Malaysia yang membuat publik Stadion Bukit Jalil bersorak dicetak oleh striker andalannya, Mohd Safee Sali. Satu gol tambahan diceploskan oleh Mohamad Ashari.

Dengan kekalahan ini, Indonesia harus menang dengan selisih empat gol saat laga final leg kedua diselenggarakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Rabu (29/12/2010).

Jalannya pertandingan
Baru empat menit laga berjalan, Indonesia sudah mendapat pukulan ketika Oktavianus Maniani mendapat kartu kuning akibat melanggar pemain lawan. Alhasil, Okto pun dipastikan absen di leg kedua.

Di menit-menit awal ini sudah muncul gangguan dalam bentuk sorotan sinar laser yang diarahkan dari tribun penonton ke wajah Markus Horison. Markus pun mengajukan protes kepada wasit.

Malaysia menebar ancaman di menit 18. Kali ini, pergerakan Kunanlan Subramanaiam dari sayap kiri diakhirinya dengan tendangan kaki kanan yang bisa dijinakkan Markus dengan baik.

Peluang berbahaya dipetik Indonesia di menit 27. Kerja sama satu-dua Ahmad Bustomi dengan Cristian Gonzales disudahi tendangan kaki kiri Bustomi yang menyamping di kiri gawang Khairul Fahmi.

Skor imbang tanpa gol ini pun menyudahi 45 menit pertama pertandingan ini. Di saat jeda ini, di stadion diumumkan bahwa apabila ada sorotan laser lagi, laga akan distop.

Dua menit babak kedua berjalan, sundulan Gonzales sukses menembus jala Malaysia, tetapi gol itu dianulir wasit karena El Loco sudah terlebih dahulu off-side.

Indonesia membuat awal bagus di babak kedua ketika semenit berselang tendangan Bustomi mencoba kemampuan Fahmi. Tapi kali ini sepakan Bustomi bisa dijinakkan kiper Malaysia itu.

Di menit 53, kembali terjadi insiden sorotan laser ke wajah Markus. Protes Markus membuat wasit Toma Masaaki kemudian menghentikan permainan. Keputusan wasit ini mengundang protes.

Setelah terhenti selama lima menit untuk negosiasi, pertandingan akhirnya dilanjutkan. Dan hanya semenit setelah laga ini di-restart, Malaysia berhasil mencetak gol pembuka.

Gol ini diawali oleh pergerakan Norshahrul Idlan di sisi kiri yang bisa melewati penjagaan Maman Abdurachman. Umpan pendek Idlan dicocor Mohd Safee Sali untuk merobek jala Markus.

Di menit 66, Safee Sali kembali mengancam pertahanan Indonesia. Umpan Idlan ke Safee gagal diantisipasi oleh Markus, beruntung ada Zulkifli Syukur yang menghalau bola dengan kepala.

Tak sampai semenit, Indonesia kebobolan gol kedua. Kembali aksi Idlan yang membelah pertahanan Indonesia kemudian mengirim umpan ke Ashari yang dengan jitu melepaskan tendangan keras yang bersarang di pojok atas gawang 'Garuda'.

Alih-alih bangkit, di menit 73, Indonesia malah dipaksa menerima gol ketiga bersarang di gawang markus. Kali ini tandukan Safee menyambut umpan Mahalli bin Jasuli yang menjadi prosesnya.

Masuknya Irfan Bachdim dan Arif Suyono sedikit menaikkan harapan Indonesia. Namun pertahanan dan koordinasi tim Malaysia sudah terlanjur bagus dan mereka pun sudah nyaman dengan unggul tiga gol.

Sampai menit-menit akhir, para pemain Indonesia terus mencoba menyerang. Namun hingga peluit panjang berbunyi, tidak ada gol yang berhasil mereka ciptakan ke gawang Malaysia dan tim 'Harimau Malaya' pun resmi menang 3-0.

Susunan pemain
Malaysia: Khairul Fahmi; Asrarudin, Safiq, Norshahrul Idlan, Mohd Safee (Mohd Amri 81), Amar Bin Rohidan, Kunanlan Subramaniam, Mahalli Bin Jasuli (Mohd Sabre 90),  Mohd Amirulhadi (Mohamad Ashari 53), Mohamad Muslim, Mohamad Fadhli

Indonesia: Markus, Zulkifli, Maman, Hamzah, M.Nasuha; M.Ridwan, Firman, Bustomi, Okto (Arif Suyono 72); Gonzales (Bambang 90), Yongki (Irfan 65)

Sumber : Detiksport
Selengkapnya...

Monday, December 20, 2010

Gol Gonzales Antar Indonesia ke Final Piala AFF

Akhirnya Indonesia sukses melangkah ke  final Piala AFF 2010 untuk menghadapi Malaysia. Indonesia melaju usai mengatasi Filipina 1-0 di leg II, sehingga unggul agregat 2-0. Tinggal 2 pertandingan lagi yang harus dihadapi timnas Merah Putih untuk mencatatkan sejarah pertama kali menjuarai Piala AFF tahun 2010.

Setelah memetik kemenangan 1-0 di leg pertama, Kamis (19/12/2010) lalu, kemenangan kembali dipetik oleh 'Pasukan Garuda' pada leg II, Minggu (19/12/2010) malam WIB.

Christian Gonzales kembali mencetak gol semata wayang dalam kemenangan Indonesia di leg kedua. Ia menjebol gawang Filipina beberapa menit sebelum babak pertama berakhir dengan tendangan jarak jauh.

Pertandingan berlangsung keras karena kedua tim sama-sama tampil ngotot, terlebih Filipina menerapkan permainan keras. Akibatnya, Azkals juga harus tampil minus satu pemain menjelang laga berakhir usai Christopher Greatwich dikartu merah.

Jalannya Pertandingan


Indonesia mencoba menekan sedari menit awal dari sayap kanan. Firman Utina mencoba melepaskan tendangan spekulasi yang masih jauh dari sasaran.

Filipina coba melakukan serangan balik tapi masih bisa dipatahkan. Indonesia gantian menyerang balik dan hasilnya tak jauh beda.

Cristian Gonzales terjebak offside saat berusaha mengejar bola pada menit empat. Usaha Yongki mengejar bola sesaat kemudian juga masih kandas di tangan kiper.

Pada menit delapan Cristian Gonzales terjatuh di kotak penalti saat dikawal dua pemain! Tapi tak ada pelanggaran.

Peluang emas untuk Indonesia pada menit 11! Gonzales mengejar umpan terobosan dari Yongki tapi bola lebih dulu ditangkap kiper.

Kemelut di depan gawang Indonesia lahir pada menit 12, tapi sepakan Phil Younghusband akhirnya melambung. Sebelumnya pemain bertahan Indonesia juga gagal mengalau bola dengan lugas.

Christopher Greatwich berbenturan dengan Nasuha saat berebut bola di menit ke-16. Wasit menilai pelanggaran dilakukan si pemain Filipina.

Bola kemudian dikuasai Okto di sayap kiri meski umpan silangnya ke muka gawang masih bisa dihalau bek Filipina.

Gonzales mencatat peluang emas pada menit 21! Ia berhasil menanduk bola di muka gawang meski arah bola masih mengarah tepat ke kiper.

Indonesia kemudian menciptakan kemelut di muka gawang Filipna meski tak ada yang bisa diubah jadi gol.

Setengah jam berjalan, belum ada gol tercipta. Indonesia terlihat masih kesulitan menembus pertahanan Filipina yang rapi.

Nasuha melakukan penetrasi dari tengah lapangan pada menit 3. Okto terlihat ikut berlari untuk menyongsong bola. Okto pada akhirnya bisa menguasai bola tapi sepakannya belum jitu.

Firman Utina melepaskan umpan tumit ke arah M. Ridwan, dengan dua pemain Indonesia berada di kotak penalti. Alih-alih mengoper, M. Ridwan malah melepaskan tendangan langsung yang masih melebar.

Pertandingan memanas pada menit 40 setelah Ahmad Bustomi diterjang dengan keras oleh Greatwich. Wasit mengeluarkan kartu kuning untuk Greatwich.

Sesaat kemudian, Gonzales berada di depan gawang tapi kurang sigap menyongsong bola yang menuju ke arahnya. Peluang terbuang.

Gol untuk Indonesia pada menit 42! Dari luar kotak penalti, sepakan keras Gonzales tak tertahan untuk bersarang di gawang Filipina. Sebelum mengirimkan tendangan itu, sepakannya juga sempat dihadang bek Filipina.

Lima menit memasuki babak kedua, Yongki terkapar di lapangan setelah bertabrakan dengan Etheridge ketika sedang berusaha mengejar bola.

Zulkifli membuang peluang pada menit 55. Dari luar kotak penalti, ia melepaskan tendangan yang masih jauh melebar.

Filipina nyaris saja menyamakan skor. Greatwich yang tak terkawal di tiang jauh berhasil menyambut bola umpan silang dengan kepalanya dan si kulit bundar menyisir tipis di atas mistar gawang Indonesia.

Okto! Dengan lihai ia mengejar bola dan mengecoh lawan di sisi gawang Filipina pada menit 63, meski sepakannya dari sudut sempit masih bisa dibendung kaki kiper Etheridge.

Markus berhasil mengadang sepakan keras pemain Filipina dari luar kotak penalti. Hamka kemudian menyapu bola yang tak bisa ditangkap Markus.

Kesalahan komunikasi di lini belakang Indonesia nyaris saja bikin Filipina bikin gol pada menit 79. Beruntung Firman masih bisa menyapu. Dari lemparan ke dalam, gawang Indonesia juga terancam walau bola masih tipis melebar.

Nyaris saja Arif Suyono langsung bikin gol beberapa saat usai dimainkan. Bola mengarah ke tiang jauh dan coba ditanduknya meski gagal.

Filipina harus bermain minus satu pemain setelah Greatwich mendapat kartu kuning kedua sehingga diacungi kartu merah, usai melanggar Markus pada menit 87.


Susunan pemain


Indonesia: Markus; Zulkifli, Maman, Hamka, M. Nasuha; M. Ridwan, Bustomi, Firman, Okto (Arif '85); Yongky Aribowo, Gonzales (Bambang Pamungkas '92).

Filipina: Etheridge; Gier, Boromeo, Del Rosario, Ray Anthony Jonsson; Gener (Margarse '57), J. Younghusband (Barsales '84), De Jong, Greatwich; P. Younghusband, Araneta (Caligdong '76).  

Sumber : Detiksport
Selengkapnya...

Friday, December 17, 2010

Gol Gonzales Menangkan Indonesia

Gol Christian Gonzales
Dengan susah payah Timnas Indonesia akhirnya berhasil merebut kemenangan 1-0 atas Filipina di semifinal pertama Piala AFF, Kamis 16 Desember 2010. Bertanding dalam laga "away" di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, gol tunggal Indonesia dicetak Christian Gonzales di babak pertama.

Skor ini cukup mengecewakan mengingat tim Merah Putih menguasai pertandingan tapi selalu kandas oleh ketangguhan kiper Neil Etheridge dan juga rapatnya pertahanan Filipina yang menerapkan pola defensif dan hanya sesekali melakukan counter attack. Namun hasil ini jadi modal penting buat Indonesia untuk melaju ke leg kedua pada laga "home" semifinal Piala AFF pada 19 Desember mendatang di Stadion yang sama.
Sesudah unggul 1-0 di babak pertama, Indonesia juga masih tampil dominan di paruh kedua. Tepat di menit 51, tim Merah Putih sudah bisa mencetak peluang emas pertamanya lewat tendangan bebas Firman Utina dari luar kotak penalti.
Empat menit kemudian, kembali Indonesia mengancam lewat striker Cristian Gonzales yang adu sprint dengan satu defender Filipina di depan jala yang sudah kosong ditinggalkan defender lainnya. Namun Gonzales 'kalah' dan hanya menghasilkan sepak pojok.

Masuknya Arif Suyono di menit 60 menggantikan Oktovianus Maniani juga menambah daya gedor Indonesia. Hanya tiga menit pasca menginjakkan kaki di lapangan, Arif bisa merepotkan Azkals -julukan Filipina- dengan teknik mencuri bola dan merangsek masuk pertahanan lawan. Sayangnya peluang ini masih gagal jadi gol.

Masuk menit 70, lagi Arif merepotkan defender Filipina dengan mengotaki serangan yang berbuah kemelut di depan gawang. Kembali, peluang ini gagal menjadi gol.

Filipina bukannya tidak menimbulkan ancaman di paruh kedua. Meski tidak setajam di babak pertama, Azkals nyaris saja menyamakan kedudukan di menit 73 setelah terjadi miskomunikasi antara kiper dan defender Indonesia.

Saat itu kiper Markus Haris Maulana meninggalkan posnya untuk mencegah jalannya bola. Tapi si kuit bundar masih melambung ke arah jala Indonesia dan membuat defender Indonesia, Zulkifli, turun ke mistar gawang untuk membuang bola.

Itu menjadi peluang terbaik Filipina sepanjang babak kedua. Sedangkan Indonesia meski  mencetak beberapa peluang lagi, tidak ada satu pun yang berbuah gol. Skor pun bertahan 1-0 untuk kemenangan Indonesia.

Susunan pemain

Indonesia: Markus Haris Maulana; M Nasuha (Beny Wahyudi'84), Zulkifli Syukur, Maman, Hamka Hamzah; Firman Utina, Ahmad Bustomi, Oktovianus Maniani (Arif Suyono'60), M Ridwan; Irfan Bachdim (Bambang Pamungkas'67), Cristian Gonzales.

Filipina: Neil Etheridge; Robert James Dazo Gier, Anton Edward, Roel Jimena, Jason Nicolas Mari Dantes; James Younghusband, Nestorio Braga, Ian Bayona Araneta (Emelio Caligdong'59), Ray Anthony Pepito; Christopher Greatwich, Philip Younghusband

Sumber : Vivanews
Selengkapnya...

Wednesday, December 15, 2010

Lambang Garuda di Kostum Timnas Digugat

Kostum Timnas Indonesia
Di tengah persiapan timnas menghadapi pertandingan semifinal Piala AFF kontra Filipina, masalah hukum menghampiri Tim nasional (Timnas). Tidak ada panas tidak ada hujan seorang pengacara, David ML Tobing menggugat penggunaan lambang Garuda yang ada di kostum Timnas Indonesia. Gugatan dilayangkan Selasa 14 Desember 2010 di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Tak pelak gugatan ini mengundang reaksi keras dari fans timnas Indonesia. Di beberapa forum muncul banyak reaksi kepada tindakan pengacara David ML Tobing yang dianggap penghianat bangsa dsb.

Apa alasan David menggugat kostum Timnas? "Hal itu melanggar UU Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan," kata David di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa siang.

Dalam Pasal 52 dijelaskan lambang negara dapat digunakan sebagai lencana atau atribut pejabat negara, pejabat pemerintah, atau WNI yang mengemban tugas negara di luar negeri.

"Nah, sekarang apakah bertanding termasuk dalam kategori itu," tambah dia.

Dijelaskan David, lambang negara di kostum Timnas ada di dua tempat. Berupa emblem Garuda di dada kiri dan watermark Garuda yang memanjang dari dada hingga perut bagian atas.

David mengajukan lima pihak sebagai tergugat. Tergugat pertama adalah Presiden.

"Presiden kan meninjau langsung pada saat latihan, harusnya ia melihat lambang itu. Presiden harusnya bertindak, mengambil tindakan," jelas David.

Tergugat kedua adalah Mendiknas, yang merupakan pihak yang memiliki otoritas dan kewenangan untuk merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis.

Sementara, tergugat ketiga adalah Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga. "Tergugat 1 sampai 3 pada dasarnya mengetahui dan  menyadari penggunaan lambang negara yang telah dilakukan Tergugat 5, Nike," kata David.

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dijadikan tergugat keempat.

Sementara, produsen kostum Timnas, Nike dijadikan tergugat lima. "Karena membuat dan memasarkan kostum Timnas Indonesia yang menggunakan lambang negara," tambah David.

Dalam gugatannya, David meminta PN Jakarta Pusat memerintahkan Presiden, Mendiknas, dan Menegpora melarang dan melakukan pengawasan seksama penggunaan lambang negara.

Juga, "Menghukum PSSI untuk menghentikan pemakaian lambang negara di seluruh kostum," kata David.

PSSI dan pihak Nike juga diminta merevisi dan atau mengakhiri perjanjian PSSI dan Nike yang mengatur penggunaan lambang negara.

"Juga menghukum Nike menghentikan produksi dan menarik peredaran kostum Timnas," kata David.

Dalam gugatannya, David juga meminta putusan ini dapat terlebih dahulu meski ada bantahan, banding, kasasi, dan upaya hukum lainnya.

"Gugatan ini dilayangkan hari ini supaya saat Timnas bertanding di semifinal tidak pakai lambang negara," tambah dia. Nah kalau ada yang belum tahu wajah David ML Tobing ini dia fotonya.

David ML Tobing
Selengkapnya...

Wednesday, December 08, 2010

Dua Penalti Bambang Menangkan Indonesia

Perubahan strategi timnas Indonesia pada saat menghadapi Thailand membuat seluruh publik tanah air ketar ketir. Meskipun hanya melakukan perubahan starting line up hanya tiga pemain dari starting line up dua pertandingan sebelumnya dengan mengistirahatkan Firman Utina, Hamka Hamzah dan Ahmad Bustomi, tetapi pelatih Riedl menerapkan strategi yang berbeda yaitu lebih mengutamakan pertahanan dan hanya mengandalkan serangan balik sehingga lebih memberi kesempatan kepada Thailand mengembangkan permainan.

Tetapi meskipun demikian pelatih cukup jeli dalam melakukan pergantian pemain pada babak kedua sehingga Indonesia bisa membalikkan keadaan dari tertinggal 0-1 menjadi berbalik unggul 10 menit sebelum laga usai. Dan yang menjadi bintang dalam pertandingan melawan Thailand adalah striker senior Bambang Pamungkas yang sukses melakukan dua eksekusi penalti dan mengkonversinya menjadi dua gol keunggulan Indonesia. Dengan mengawali pertandingan dari bangku cadangan, Bambang Pamungkas tampil sebagai pahlawan Indonesia saat bersua Thailand. Dua gol Bepe dari titik penalti membawa Indonesia menang 2-1.

Bermain di depan puluhan ribu pendukungnya sendiri di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Selasa (7/12/2010), Indonesia tertinggal lewat gol Suree Sukha di menit 69.

Bambang yang baru dimainkan di menit 58 menggantikan Irfan Bachdim tampil sebagai pahlawan dengan dua penaltinya yang meluncur mulus ke gawang Thailand di menit 80 dan 88.

Kemenangan ini membuat Indonesia mencatat hasil sempurna selalu menang dari tiga pertandingan dan mengoleksi angka sembilan. Sedangkan Thailand tersisih karena dengan nilai dua, mereka kalah bersaing dengan Malaysia.

Di pertandingan lain yang berlangsung bersamaan di Palembang, Malaysia tampil meyakinkan dengan melipat Laos dengan skor 5-1. Dengan nilai empat, Malaysia melenggang sebagai runner-up.

Jalannya pertandingan
Indonesia sempat menguasai pertandingan di 10 menit pertama. Di menit kelima, tendangan sudut Tony Sucipto disambut Muhammad Roby dengan tandukannya, tapi arahnya melebar.

Setelahnya, Thailand lebih menguasai permainan. Menit 14, sodoran Kirait Keawsombut yang ditujukan kepada Datsakorn Thonglao dipotong kiper Markus Horison di dekat gawang Indonesia.

Setelah rehat, Thailand kian mendominasi di babak kedua. Di menit 50, Thailand nyaris mencetak gol saat sebuah tendangan keras sudah melewati hadangan Markus, tetapi diusir Maman Abdurachman di mulut gawang.

Tiga menit berselang, Indonesia ganti mengancam. Kali ini, dari umpan lambung Eka Ramdani, Cristian Gonzales menyontek bola ke gawang Thailand, tetapi arahnya tipis di kiri tiang Sinthaweechai Hathairattanakool.

Thailand kembali membuat peluang di menit 55. Kali ini, tendangan salto nan spektakuler dari Keawsombut gagal menjadi gol karena Markus dengan cekatan menepis bola.

Keawsombut secara konsisten menjadi momok pertahanan Indonesia. Di menit 64, Keawsombut kembali melakukan tendangan salto, tetapi karena tendangannya kali ini lemah, Markus mudah saja menjinakannya.

Thailand akhirnya berhasil unggul saat laga memasuki menit 69. Mendapat umpan kepala Keawsombut, sepakan deras Suree Sukha menjebol gawang Markus. Indonesia 0, Thailand 1.

Masuknya Arif Suyono menggantikan Okto Maniani setelah gol itu membuat permainan Indonesia lebih hidup. Perlahan, tim Garuda menekan pertahanan tim tamu.

Penalti! Di menit 79, Gonzales dijatuhkan oleh Panupong Wongsa dan wasit tak ayal menunjuk titik penalti. Sebelum dijatuhkan, sontekan Gonzales menyambut umpan Eka membentur tiang Thailand.

Bambang Pamungkas yang baru masuk ke lapangan di menit 58 menggantikan Irfan Bachdim sukses mengecoh Hathairattanakool dan membawa Indonesia menyamakan skor jadi 1-1.

Di menit 86, Indonesia kembali mendapat penalti saat tendangan Arif Suyono mengenai tangan Wongsa. Selain penalti, wasit juga mengusir Wongsa karena telah menerima dua kartu kuning.

Bambang yang kembali dipercaya jadi algojo mengarahkan bola ke sudut yang sama dengan penalti pertamanya dan gol! Indonesia berbalik unggul 2-1 atas Thailand!

Di menit-menit akhir, Thailand mencoba menyelamatkan peluangnya dengan bermain agresif. Namun hingga peluit panjang berbunyi, tidak ada gol tambahan yang tercipta dari kedua kubu.
 
Susunan Pemain

Indonesia: 1-Markus Horison (g), 2-Mohammad Nasuha, 16-Muhammad Roby, 3-Zulkifli Syukur, 22-Muhammad Ridwan, 5-Maman Abdurahman (C), 6-Tony Sucipto, 8-Eka Ramdani (Ahmad Bustomi, 83'), 10-Oktovianus Maniani (Arif Suyono, 69'),  17-Irfan Haarys Bachdim (Bambang Pamungkas, 59'), 9-Christian Gonzales

Thailand: 18-Sinthaweechai Hathairattanakool (g), 2-Suree Sukha (Sunchao Nutnum, 76'), 3-Nattahaphong Samana, 5-Suttinun Phukhom, 6-Nataporn Phanrit (C), 7-Datsakorn Thonglao (Therdsak Chaiman, 67') 10-Teerasil Dangda, 11-Rangsan Vivatchaichok, 20-Panupong Wongsa, 25-Kirati Keawsombut (Sarayoot Chaikamdee, 72'), 28-Naruphol Ar-Romsawa

Sumber : Detiksport
Selengkapnya...

Monday, December 06, 2010

Jadi Idola, Irfan Bachdim Wujudkan Mimpi

Penampilan ciamik Irfan Bachdim berbuah pujian dari fans timnas Indonesia.  Irfan Bachdim sukses menyihir puluhan ribu suporter Indonesia yang datang ke Stadion Utama Gelora Bung Karno saat tim nasional Indonesia melumat Laos 6-0, Sabtu 4 Desember 2010.

Setelah mencetak gol perdananya bersama tim nasional Indonesia saat menekuk Malaysia 5-1 pada laga pertama Grup A Piala AFF 2010, Irfan kembali mendapat kepercayaan dari pelatih Alfred Riedl untuk menjadi starter saat melawan Laos.

Kepercayaan itu tidak disia-siakan oleh Irfan. Striker 22 tahun keturunan Belanda tersebut sukses menyumbang satu gol pada pertandingan ini.

Irfan berhasil memanfaatkan kesalahan pemain belakang Laos dalam mengantisipasi bola dan dengan mudah menceploskan bola ke gawang Laos pada menit ke-62.

Usai gol tersebut puluhan ribu suporter Indonesia langsung meneriakkan nama 'Irfan Bachdim, Irfan Bachdim' untuk memuji penampilan striker Persema Malang tersebut.

Usai pertandingan Irfan mengaku mendapat perasaan yang luar biasa mendapat pujian dari suporter yang memadati SUGBK.

"Sungguh luar biasa. Ini impian masa kecil saya. Bermain di stadion yang penuh, mencetak gol dan suporter meneriakkan nama saya. Impian saya menjadi kenyataan," ujar Bachdim saat usai pertandingan melawan Laos.
Selengkapnya...

Sunday, December 05, 2010

Indonesia Gunduli Laos 6-0

Tim Nasional Indonesia melanjutkan trend positif dalam pertandingan kedua Piala AFF 2010 dimana pada Sabtu 04/12 berhasil menggunduli Laos dengan 6-0 tanpa balas. Penampilan Indonesia yang impresif masih terlihat saat laga menghadapi Laos tersebut sehingga dari dua laga Timnas Indonesia sudah mencetak 11 gol dan hanya kebobolan 1 gol saat mengalahkan Laos 6-0 dan mengalahkan Malaysia 5-1 pada laga pertama. Tim nasional Indonesia memastikan melaju ke babak semifinal Piala AFF 2010. Kemenangan ini membuat Merah Putih tampil sebagai juara grup dan akan menantang runner up Grup B.

Meski masih menyisakan satu laga kontra Thailand, poin sempurna enam dari dua laga yang telah dilakoni membuat tim besutan Alfred Riedl dipastikan tampil sebagai juara Grup A. Sedangkan satu jatah lagi akan diperebutkan Laos, Malaysia dan Thailand.

Bertanding dihadapan pendukungnya di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Sabtu 4 Desember 2010, Merah Putih langsung tampil agresif. Bahkan belum genap 10 menit, Mohammad Ridwan tercatat dua kali mengancam gawang Laos. Sayang tak satupun berbuah gol.

Serangan bergelombang Merah Putih hampir ternoda pada menit 10. Tendangan jarak jauh gelandang Kaysone Soukhavong hampir menjebol gawang Indonesia yang dikawal Markus Horison. Beruntung, bola hanya mampu membentur mistar gawang.

Pada menit 26, stadion bergemuruh setelah wasit Daud Abbas menunjuk titik putih setelah bek Laos Saynakhonevieng Phommpanya mengganjal Christian Gonzales di kotak penalti. Firman Utina yang maju sebagai algojo sukses mengelabui kiper Sengphachan Bounthisanh. Indonesia sementara memimpin 1-0 atas Laos.

Indonesia berhasil menggandakan keunggulan di menit 33 lewat aksi M Ridwan. Berawal dari blunder pertahanan Laos, Ridwan berhasil mencuri bola dan merangsek ke kotak penalti Laos.

Ridwan sempat kehilangan keseimbangan, namun sempat menyepak bola yang membentur bek Laos dan bola meluncur ke gawang sendiri. Skor 2-0 buat keunggulan Indonesia ini bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, pasukan Garuda tak mengendurkan serangan. Bahkan Firman Utina berhasil mencetak gol kedua di menit 50. Gelandang pengatur serangan Indonesia berhasil melepaskan tembakan menyusur ke sisi kanan gawang Laos yang gagal dihadang Sengphachan Bounthisanh. Indonesia unggul 3-0.

Pada menit 62, giliran Irfan Bachdim yang melahirkan petaka bagi Laos. Penyerang naturalisasi ini berhasil memanfaatkan umpan Christian Gonzales sebelum akhirnya mampu merubah kedudukan menjadi 4-0 buat keunggulan Indonesia.

Arif Suyono yang datang sebagai pemain pengganti kembali membuktikan kelasnya sebagai pemain supersub. Pada menit 76, Arif berhasil menyambar bola muntah hasil tembakan Hamka Hamzah. 5-0 buat keunggulan Merah Putih.

Dan pesta gol Indonesia ditutup dengan gol winger lincah Oktovianus Maniani pada menit 80. Putra Papua ini berhasil memanfaatkan umpan Bambang Pamungkas sebelum akhirnya menjebol gawang Laos.

Indonesia terus memburu gol. Namun hingga pertandingan usai skor 6-0 buat keunggulan Merah Putih tak berubah. Thailand akan menjadi ujian terakhir Indonesia di penyisihan grup pada Selasa 7 Desember 2010 mendatang.

Susunan Pemain
Indonesia: Markus Harison; Mohammad Nasuha, Zulkifli Syukur (Beny Wahyudi, 74'), Maman Abdurahman, Hamka Hamzah; Oktovianus Maniani, Firman Utina; Ahmad Bustomi, Muhamad Ridwan (Arif Suyono, 70') ; Cristian Gonzales (Bambang Pamungkas, 67'), Irfan Bachdim

Laos: Sengphachan Bounthisanh; Saynakhonevieng Phommpanya, Kitsada, Ketsada Souksavanh, Khamla Pinkeo (Soukhaphone, 54'); Lamnao Singto, Keoviengphet Lithideth, Kaysone Soukhavong, Konekham Inthammavong; Soukaphone Vongchiengkham (Kovanh, 54'), Khampheng Sayavutthi (Visay, 64')

Sumber : Vivanews
Selengkapnya...

Saturday, November 20, 2010

Meraba Kekuatan Timnas Indonesia di Piala AFF

Bagaimana kekuatan timnas Indonesia di Piala AFF bulan Desember mendatang tanpa kehadiran bomber timnas Indonesia Boaz Salossa yang dicoret? Kita bisa sedikit meraba kekuatan timnas Indonesia yang akan diterjunkan di piala AFF pada saat timnas melakukan laga uji coba.

Timnas Indonesia melakoni dua partai ujicoba sebelum turun di Piala AFF Desember mendatang. Kemarin Bambang Pamungkas dkk bertolak ke Palembang, untuk menghadapi Timor Leste besok sore (21/11) di Stadion Jakabaring, dan dilanjutkan dengan menjamu Taiwan tiga hari berikutnya (24/11) di tempat yang sama.

Kemarin pagi, rombongan timnas meninggalkan Jakarta membawa 24 pemain dan 10 ofisial. Satu pemain, yaitu gelandang asal klub Persib Bandung Hariono, ditinggal dan dipulangkan ke klubnya karena belum pulih setelah sempat dirawat selama 3 hari di salah satu RS Jakarta karena terjangkit virus.

Pelatih timnas Alfred Riedl mengatakan akan memberi kesempatan kepada semua pemain untuk tampil. Dari laga ujicoba ini, tim pelatih akan berusaha mendapatkan gambaran skuad inti di Piala AFF nanti.

Di lini depan, kesempatan terbuka bagi striker naturalisasi Cristian Gonzales, dan pemain yang lahir dan besar di Belanda, Irfan Bachdim. Kesempatan keduanya untuk menjadi starter terbuka lebar, setelah Boaz Solossa dicoret dari tim karena tak kunjung bergabung dalam pemusatan latihan di Jakarta.

Meski saat ini Boaz dalam permainan terbaik bersama klubnya, Riedl yakin tanpa Boaz bukan persoalan besar. "Tanpa Boaz tidak akan terjadi masalah besar. Timnas masih memiliki beberapa pemain depan yang bisa diandalkan. Seperti Christian (Gonzalez) dan Irfan Bachdim," kata Riedl. "Selain mereka, kami juga masih memiliki Bambang Pamungkas dan Yongky (Aribowo)," lanjutnya.

Meski berstatus debutan, Riedl mengisyaratkan akan memberikan kesempatan starter kepada Gonzalez maupun Irfan saat melawan Timor Leste. "Christian memang baru akan memulai debutnya sebagai pemain timnas Indonesia. Tapi bukan berarti dia baru bermain di Indonesia. Dia sudah mengerti atmosfir sepakbola Indonesia. Jadi saya rasa, tidak terlalu sulit buatnya untuk beradaptasi. Begitu pula dengan Irfan. Dia pemain muda yang bertalenta. Dia mampu beradaptasi dengan baik di Persema. Saya rasa dia tidak akan kesulitan di timnas," bebernya.


Sumber : Jpnn
Selengkapnya...

Sunday, November 14, 2010

Boaz Dicoret Timnas Indonesia

Boaz Solossa akhirnya dicoret dari skuat inti timnas proyeksi Piala AFF 2010 karena sampai batas waktu tetap tidak hadir latihan sampai Jumat 12 Nopember 2010.  Akhirnya pelatih timnas Indonesia itu mengambil tindakan tegas mencoret nama Boaz setelah Boaz kembali mengulur-ulur waktu untuk hadir pada latihan timnas di Jakarta.
Pelatih Rield sudah menghubungi Boaz dan sepertinya Boaz tidak juga bisa datang hingga hari Jumat lalu. Jadi, diputuskan untuk menempatkannya ke waiting list. Ini untuk menjaga rasa keadilan bagi pemain-pemain lainnya.

Timnas telah memulai pemusatan latihan tahap akhir sejak Senin, 8 November lalu. Namun hingga Jumat, 12 November 2010, Boaz tak juga menunjukkan batang hidungnya di Jakarta.

Sehari sebelumnya, Riedl masih memberikan kelonggaran bagi Boaz yang beralasan harus menemani anaknya yang sedang sakit. Riedl sempat melunak karena Boaz berjanji akan datang hari Jumat 12 Nopember.

Sebagai gantinya, coach Riedl telah memanggil Dendi Santoso yang sebelumnya berada di waiting list.
Selain Boaz, gelandang Oktavianus juga dicoret dari tim inti. Pemain Persija Jakarta itu dipulangkan karena menderita cedera hamstring. Sebagai gantinya, Rield juga memanggil satu nama lainnya dari daftar tunggu.

Sebelumnya, BTN telah memanggil 25 nama untuk mengikuti TC tahap terakhir jelang Piala AFF 2010. Sedangkan lima nama lagi masuk dalam daftar waitring list sebagai antisipiasi bila ada pemain yang cedera.

Kelima pemain tersebut adalah I Made Wirawan (Persiba), Supardi (Sriwijaya FC), Yesayas Desnam (Persiwa), Johan Juansyah (Persijap), dan Dendy Santoso (Arema Malang).
Selengkapnya...