Showing posts with label Foto gol Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Foto gol Indonesia. Show all posts

Friday, March 11, 2011

Inilah Keputusan Resmi FIFA Masalah Indonesia

FIFA sudah merilis keputusan resmi terkait permasalah di PSSI yang tengah menjadi polemik. Ini untuk menjelaskan adanya kesimpangsiuran informasi yang beredar di Indonesia.

Meski baru berbentuk rilis dan bukan surat keputusan resmi, komunike FIFA yang mereka cantumkan di situs resminya adalah bukti tertulis pertama yang ada perihal sengkarut yang terjadi di PSSI.

Seperti diketahui, selama ini publik hanya mendapat informasi yang berbentuk lisan, seperti dari Dubes Indonesia di Swiss, Djoko Soesilo, Ketua Umum KON/KOI Rita Subowo, atau bantahan dari Sekjen PSSI Nugraha Besoes.

Berikut adalah terjemahan dari rilis FIFA yang tercantum di situs resminya tertanggal 10 Maret 2011:

"Situasi yang terjadi di PSSI telah didiskusikan selama sidang Komite Asosiasi FIFA yang digelar di Zurich pada 1 Maret dan pada sidang Komite Eksekutif FIFA yang digelar di Zurich pada 3 Maret.

Komite Eksekutif FIFA telah membuat keputusan sebagai berikut:
"PSSI harus menggelar Sidang Umum pada 26 Maret 2011 untuk memilih anggota Komite Pemilihan dan menyusun kode pemilihan (electoral code) berdasarkan pada electoral code standar FIFA. Komite Pemilihan akan menyelenggarakan pemilihan sebelum 30 April 2011."

Sebagai tambahan, jika PSSI tidak mampu mengambil alih kendali atas liga yang memisahkan diri, kasus ini akan diajukan ke Komite Eksekutif FIFA yang bisa menimbulkan skorsing."

Komite Eksekutif juga telah mengakui keputusan Komite Banding PSSI yang telah menganulir pencalonan empat kandidat Ketua Umum PSSI.

Presiden FIFA, Sekjen FIFA dan Direktur Asosiasi FIFA telah bertemu dengan perwakilan PSSI pada Senin 7 Maret dan Dubes RI di Swiss serta Ketua KOI Indonesia pada Selasa 8 Maret di Zurich di markas FIFA. Mereka menjelaskan keputusan Komite Eksekutif FIFA selama pertemuan itu. Tidak ada keputusan baru atau aksi baru yang diputuskan di pertemuan-pertemuan itu."

Selengkapnya...

Monday, February 28, 2011

Prestasi PSSI Dinilai Turun

Timnas Indonesia di Piala AFF 2010
PSSI di bawah kepemimpinan Nurdin Halid dicatat mengalami penurunan itu jika dilihat dari prestasi dan ranking FIFA. Menpora Andi Malarangeng mencatat penurunan prestasi PSSI selama masa kepemimpinan Nurdin Halid. Menpora mencatat rangking FIFA turun hingga urutan 120.

"Tahun 2003 sampai sekarang Ketua PSSI nya Pak Nurdin Halid sampai sekarang Mungkin ada beberapa masalah-masalah. Selama delapan tahun ini. Terakhir tim Indonesia kalah dari Malaysia di Piala AFF," ujar Menpora dalam Raker Komisi X DPR , di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (28/2/2011).

Menpora menuturkan, prestasi Timnas Indonesia dibawah pembinaan PSSI menurun. Alhasil Indonesia hanya bercokol di posisi 200 besar di rangking FIFA.

"FIFA world rangking, kita pernah di rangking 100, sekarang turun jadi 120. Peringkat Timnas PSSI di SEA Games pernah juara I sekarang juara 8," keluh Menpora.

Menpora menuturkan banyak persoalan yang membuat Timnas turun prestasinya. Menpora berharap PSSI melakukan pembinaan untuk memaksimalkan Timnas sepakbola Indoensia.

"Prolematika penurunan prestasi karena persoalan di lapangan. Tetapi ada juga persoalan mafia sepakbola, ada persoalan soal kekerasan dan sebagainya. Pembinaan usai dini juga perlu ditingkatkan," tandasnya.

Sumber : Detiksport
Selengkapnya...

Monday, January 31, 2011

Laga Malaysia vs Indonesia dijual Pengurus PSSI?

Kasak kusuk tentang adanya dugaan oknum PSSI yang menjual laga leg pertama final AFF Suzuki Cup 2010 di Stadion Bukit Jalil, Kualalumpur, lalu makin kencang terdengar.

Jika sebelumnya isu soal oknum PSSI yang tega menjual kemenangan Indonesia kepada bandar judi kelas kakap di Malaysia hanya beredar dari mulut ke mulut, kini muncul pengakuan dari seseorang yang mengaku bernama Eli Cohen, pegawai pajak di lingkungan Kementrian Keuangan Republik Indonesia, yang menyampaikan surat terbuka melalui email kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sby@presiden.go.id.

Surat tersebut dikirim juga ke email redaksi Tribunnews.com, Bolanews, dan Topskor.

Dalam surat elektronik tersebut, Eli bercerita soal kekecewaannya mendengar adanya ketidak beresan yang terjadi saat Indonesia yang tampil luar biasa di turnamen tersebut. Apalagi, tiba-tiba Indonesia kemudian dihajar telak Malaysia 3-0. Kekalahan tersebut, menurutnya, telah diatur sebelumnya agar Indonesia kalah dari Malaysia.

"Kekalahan tim sepak bola Indonesia dari tuan rumah Malaysia saat itu adalah sudah ditentukan sebelum pertandingan dimulai. Hal ini terjadi karena adanya permainan atau skandal suap yang dilakukan oleh Bandar Judi di Malaysia dengan petinggi penting di PSSI (ia menulis inisial dua nama, red). Dari kekalahan tim Indonesia ini baik Bandar judi maupun 2 orang oknum PSSI ini meraup untung puluhan miliar rupiah," ujar Eli dalam email tersebut.

Lebih lanjut, Eli juga mengatakan dalam suratnya bahwa hasil menjual kemenangan Indonesia kepada bandar judi tersebut kemudian digunakan untuk membiayai Kongres Tahunan PSSI di Bali beberapa waktu lalu.

Tak hanya itu, Eli juga mengatakan dalam suratnya jika dua oknum PSSI yang menjadi otak kekalahan tersebut sempat masuk ke ruang ganti pemain dan memberikan instruksi khusus kepada oknum pemain yang kemudian ambil bagian memerankan bagiannya mengacaukan dan mematahkan semangat bertanding timnas.

Eli juga menambahkan, persoalan sinar laser yang kemudian timbul dan dianggap sebagai biang kekalahan timnas juga termasuk salah satu bagian dari skenario besar membuat timnas kalah. Karena, dengan kekalahan tersebut, oknum PSSI yang menurut Eli telah berbuat tega membuat timnas kalah tersebut kemudian mendapatkan keuntungan berlipat dari bandar Malaysia, demikian surat Eli kepada Presiden SBY.

Belum ada konfirmasi atas surat ini. Surat yang diterima Tribunnews.com menyebutkan, email itu juga dikirimkan ke Menteri Olah Raga, Ketua KPK, Ketua DPR, dan Ketua KONI.

Sumber : Tribunnews
Selengkapnya...

Monday, December 27, 2010

Indonesia Dihajar Malaysia 0-3

Peluang Indonesia untuk merebut gelar juara AFF Suzuki Cup 2010 untuk pertama kalinya terasa sangat berat. Pasalnya, di partai final pertama di kandang Malaysia, tim 'Merah Putih' dipukul 0-3.

Dua dari tiga gol Malaysia yang membuat publik Stadion Bukit Jalil bersorak dicetak oleh striker andalannya, Mohd Safee Sali. Satu gol tambahan diceploskan oleh Mohamad Ashari.

Dengan kekalahan ini, Indonesia harus menang dengan selisih empat gol saat laga final leg kedua diselenggarakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Rabu (29/12/2010).

Jalannya pertandingan
Baru empat menit laga berjalan, Indonesia sudah mendapat pukulan ketika Oktavianus Maniani mendapat kartu kuning akibat melanggar pemain lawan. Alhasil, Okto pun dipastikan absen di leg kedua.

Di menit-menit awal ini sudah muncul gangguan dalam bentuk sorotan sinar laser yang diarahkan dari tribun penonton ke wajah Markus Horison. Markus pun mengajukan protes kepada wasit.

Malaysia menebar ancaman di menit 18. Kali ini, pergerakan Kunanlan Subramanaiam dari sayap kiri diakhirinya dengan tendangan kaki kanan yang bisa dijinakkan Markus dengan baik.

Peluang berbahaya dipetik Indonesia di menit 27. Kerja sama satu-dua Ahmad Bustomi dengan Cristian Gonzales disudahi tendangan kaki kiri Bustomi yang menyamping di kiri gawang Khairul Fahmi.

Skor imbang tanpa gol ini pun menyudahi 45 menit pertama pertandingan ini. Di saat jeda ini, di stadion diumumkan bahwa apabila ada sorotan laser lagi, laga akan distop.

Dua menit babak kedua berjalan, sundulan Gonzales sukses menembus jala Malaysia, tetapi gol itu dianulir wasit karena El Loco sudah terlebih dahulu off-side.

Indonesia membuat awal bagus di babak kedua ketika semenit berselang tendangan Bustomi mencoba kemampuan Fahmi. Tapi kali ini sepakan Bustomi bisa dijinakkan kiper Malaysia itu.

Di menit 53, kembali terjadi insiden sorotan laser ke wajah Markus. Protes Markus membuat wasit Toma Masaaki kemudian menghentikan permainan. Keputusan wasit ini mengundang protes.

Setelah terhenti selama lima menit untuk negosiasi, pertandingan akhirnya dilanjutkan. Dan hanya semenit setelah laga ini di-restart, Malaysia berhasil mencetak gol pembuka.

Gol ini diawali oleh pergerakan Norshahrul Idlan di sisi kiri yang bisa melewati penjagaan Maman Abdurachman. Umpan pendek Idlan dicocor Mohd Safee Sali untuk merobek jala Markus.

Di menit 66, Safee Sali kembali mengancam pertahanan Indonesia. Umpan Idlan ke Safee gagal diantisipasi oleh Markus, beruntung ada Zulkifli Syukur yang menghalau bola dengan kepala.

Tak sampai semenit, Indonesia kebobolan gol kedua. Kembali aksi Idlan yang membelah pertahanan Indonesia kemudian mengirim umpan ke Ashari yang dengan jitu melepaskan tendangan keras yang bersarang di pojok atas gawang 'Garuda'.

Alih-alih bangkit, di menit 73, Indonesia malah dipaksa menerima gol ketiga bersarang di gawang markus. Kali ini tandukan Safee menyambut umpan Mahalli bin Jasuli yang menjadi prosesnya.

Masuknya Irfan Bachdim dan Arif Suyono sedikit menaikkan harapan Indonesia. Namun pertahanan dan koordinasi tim Malaysia sudah terlanjur bagus dan mereka pun sudah nyaman dengan unggul tiga gol.

Sampai menit-menit akhir, para pemain Indonesia terus mencoba menyerang. Namun hingga peluit panjang berbunyi, tidak ada gol yang berhasil mereka ciptakan ke gawang Malaysia dan tim 'Harimau Malaya' pun resmi menang 3-0.

Susunan pemain
Malaysia: Khairul Fahmi; Asrarudin, Safiq, Norshahrul Idlan, Mohd Safee (Mohd Amri 81), Amar Bin Rohidan, Kunanlan Subramaniam, Mahalli Bin Jasuli (Mohd Sabre 90),  Mohd Amirulhadi (Mohamad Ashari 53), Mohamad Muslim, Mohamad Fadhli

Indonesia: Markus, Zulkifli, Maman, Hamzah, M.Nasuha; M.Ridwan, Firman, Bustomi, Okto (Arif Suyono 72); Gonzales (Bambang 90), Yongki (Irfan 65)

Sumber : Detiksport
Selengkapnya...

Friday, December 17, 2010

Gol Gonzales Menangkan Indonesia

Gol Christian Gonzales
Dengan susah payah Timnas Indonesia akhirnya berhasil merebut kemenangan 1-0 atas Filipina di semifinal pertama Piala AFF, Kamis 16 Desember 2010. Bertanding dalam laga "away" di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, gol tunggal Indonesia dicetak Christian Gonzales di babak pertama.

Skor ini cukup mengecewakan mengingat tim Merah Putih menguasai pertandingan tapi selalu kandas oleh ketangguhan kiper Neil Etheridge dan juga rapatnya pertahanan Filipina yang menerapkan pola defensif dan hanya sesekali melakukan counter attack. Namun hasil ini jadi modal penting buat Indonesia untuk melaju ke leg kedua pada laga "home" semifinal Piala AFF pada 19 Desember mendatang di Stadion yang sama.
Sesudah unggul 1-0 di babak pertama, Indonesia juga masih tampil dominan di paruh kedua. Tepat di menit 51, tim Merah Putih sudah bisa mencetak peluang emas pertamanya lewat tendangan bebas Firman Utina dari luar kotak penalti.
Empat menit kemudian, kembali Indonesia mengancam lewat striker Cristian Gonzales yang adu sprint dengan satu defender Filipina di depan jala yang sudah kosong ditinggalkan defender lainnya. Namun Gonzales 'kalah' dan hanya menghasilkan sepak pojok.

Masuknya Arif Suyono di menit 60 menggantikan Oktovianus Maniani juga menambah daya gedor Indonesia. Hanya tiga menit pasca menginjakkan kaki di lapangan, Arif bisa merepotkan Azkals -julukan Filipina- dengan teknik mencuri bola dan merangsek masuk pertahanan lawan. Sayangnya peluang ini masih gagal jadi gol.

Masuk menit 70, lagi Arif merepotkan defender Filipina dengan mengotaki serangan yang berbuah kemelut di depan gawang. Kembali, peluang ini gagal menjadi gol.

Filipina bukannya tidak menimbulkan ancaman di paruh kedua. Meski tidak setajam di babak pertama, Azkals nyaris saja menyamakan kedudukan di menit 73 setelah terjadi miskomunikasi antara kiper dan defender Indonesia.

Saat itu kiper Markus Haris Maulana meninggalkan posnya untuk mencegah jalannya bola. Tapi si kuit bundar masih melambung ke arah jala Indonesia dan membuat defender Indonesia, Zulkifli, turun ke mistar gawang untuk membuang bola.

Itu menjadi peluang terbaik Filipina sepanjang babak kedua. Sedangkan Indonesia meski  mencetak beberapa peluang lagi, tidak ada satu pun yang berbuah gol. Skor pun bertahan 1-0 untuk kemenangan Indonesia.

Susunan pemain

Indonesia: Markus Haris Maulana; M Nasuha (Beny Wahyudi'84), Zulkifli Syukur, Maman, Hamka Hamzah; Firman Utina, Ahmad Bustomi, Oktovianus Maniani (Arif Suyono'60), M Ridwan; Irfan Bachdim (Bambang Pamungkas'67), Cristian Gonzales.

Filipina: Neil Etheridge; Robert James Dazo Gier, Anton Edward, Roel Jimena, Jason Nicolas Mari Dantes; James Younghusband, Nestorio Braga, Ian Bayona Araneta (Emelio Caligdong'59), Ray Anthony Pepito; Christopher Greatwich, Philip Younghusband

Sumber : Vivanews
Selengkapnya...