Showing posts with label sanksi. Show all posts
Showing posts with label sanksi. Show all posts

Sunday, March 27, 2011

Sanksi LPI Akan Diputihkan

Tanda-tanda sanksi LPI akan diputihkan diungkap dalam kongres PSSI Sabtu 26-03-2011. Liga Primer Indonesia (LPI) selama ini dianggap sebagai kompetisi ilegal oleh PSSI. Klub-klub yang berpartisipasi di LPI pun disebut sebagai pengkhianat, termasuk tiga klub yang dulunya bergabung dengan PSSI. Bagaimana prosesnya?

Persema Malang, Persibo Bojonegoro dan PSM Makassar memilih menyeberang ke LPI, setelah menganggap kompetisi di bawah naungan PSSI, baik ISL ataupun liga divisi utama sudah tidak lagi menjadi kompetisi yang sehat.

Akibatnya, Persema, Persibo dan PSM sempat kehilangan hak suara dan tidak disertakan dalam setiap acara PSSI. Tapi, kali ini tiga tim tersebut bisa sedikit bernafas lega, pasalnya hasil kongres malam tadi ada keputusan yang sedikit meringankan mereka.

"Kongres malam tadi menghasilkan tiga keputusan. Pertama, terpilihnya Komite Pemilihan dan Komite Banding. Kedua, melakukan perubahan di sana-sini, termasuk statuta PSSI terutama pasal 35. Ketiga, kami akan memutihkan sanksi semua pihak di liga,” jelas pimpinan sidang Usman Fakaubun wakil dari Sekretaris Umum Pengprov PSSI Papua, kepada wartawan di Pekanbaru, Minggu (27/3/2011).

"Kita perlu memberi pembuktian kepada semua pihak. LPI juga akan diputihkan hukumannya, termasuk ketiga klub LSI yang ke LPI,” lanjut Usman.

Persema Malang, Persibo Bojonegoro, PSM Makassar akan mendapat Pemutihan sanksi akan diselesaikan sebelum kongres pemilihan ketua umum. Pemutihan ini bertujuan agar ketiga klub bisa memiliki hak suara saat kongres.

Sumber : Okezone.com
Selengkapnya...

Monday, March 07, 2011

Kena Sanksi FIFA karena Pemain Rekayasa Luka

Chile pernah mendapat sanksi yang keras dari FIFA pada awal 1990-an. Mereka dilarang berpartisipasi dalam kualifikasi Piala Dunia 1994. Itu artinya secara otomatis hak mereka untuk tampil pada pesta sepak bola empat tahunan dicabut. Mengapa demikian?

Tentu saja sanksi itu sangat menyakitkan bagi Chile yang termasuk langganan tampil di Piala Dunia. Meski prestasinya di Piala Dunia terbilang tidak terlalu bagus, tapi mereka sudah delapan kali ikut ambil bagian di Piala Dunia.

Berbeda dengan beberapa negara lain yang disanksi karena intervensi pemerintah, regulasi yang tidak sesuai statuta FIFA, atau telat melaksanakan pergantian kepemimpinan. Sanksi yang dijatuhkan FIFA kepada Chile karena alasan yang konyol.

Penyebab Chile didiskualifikasi dari kualifikasi Piala Dunia 1990 dan dilarang berpartisipasi di kualifikasi Piala Dunia 1994 lantaran diving. Ya, insiden itu dikenal dengan sebutan skandal Roberto Rojas atau di Chile disebut Maracanazo.

Ketika itu, Chile sedang melakoni laga hidup mati melawan Brazil untuk lolos ke Piala Dunia 1990. Pertarungan di Stadion Maracana, Rio de Janeiro, berlangsung alot. Brazil sudah unggul 1-0 yang artinya Chile bisa tersisih.

Pada menit ke-67, tiba-tiba kiper Chile Roberto Rojas terjengkang setelah ada lemparan kembang api yang jatuh tepat di sampingnya. Kiper yang pernah membela Sao Paulo itu terjatuh dan mengerang kesakitan. Para pemain Chile pun mendekat.

Ternyata, darah mengucur deras dari kepala Rojas. Para pemain Chile pun mulai gusar. Mereka membawa keluar Rojas dan enggan melanjutkan pertandingan. Terpaksa pertandingan ketika itu dihentikan dan pengusutan dilakukan.

Setelah melalui pengusutan dan mengumpulkan berbagai bukti, FIFA akhirnya mengambil kesimpulan bahwa Rojas tidak terkena kembang api. Parahnya lagi, diketahui bahwa dia sengaja merekayasa luka di kepala dengan cara melukai dirinya dengan silet yang disimpan di sarung tangannya.

Jadi, derasnya darah dari luka di kepalanya itu karena ulahnya sendiri dengan motif agar pertandingan terhenti. Insiden itu benar-benar membuat FIFA berang. "Sepak bola telah tercederai oleh ulah-ulah tidak sportif," ujar Andreas Herren, juru bicara FIFA saat itu, seperti dikutip Reuters.

Akibat insiden itu, Rojas dihukum seumur hidup dan Chile dilarang tampil di Piala Dunia 1994. Bukan hanya itu, beberapa orang yang dianggap punya andil juga kena getah. Pelatih Chile Orlando Aravena dan dokter tim Daniel Rodriguez juga dihukum seumur hidup tidak boleh aktif di sepak bola.

Bahkan, izin kerja Rodriguez sebagai dokter dicabut gara-gara insiden itu. Penyebabnya, dia diyakini mengetahui luka di kepala itu karena ulah Rojas sendiri. Adapun kapten Chile Fernando Astengo yang mengajak rekan-rekannya keluar lapagnan dihukum lima tahun dari sepak bola internasional.

Sumber : JPNN
Selengkapnya...

Inilah Negara yang Pernah Diskors FIFA

FIFA termasuk organisasi olahraga yang digdaya yang tidak bisa diusik oleh siapapun. Otoritas sepakbola dunia itu memiliki independensi yang tidak bisa ditentang pihak manapun. Negara yang tidak menjalankan statuta FIFA dan ada intervensi dari pemerintah akan terkena sanksi.

Prancis malu besar dalam Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan (Afsel). Les Bleus -sebutan timnas Prancis- finish sebagai juru kunci di grup A setelah mencatat sekali seri dan dua kali kalah. Tidak hanya itu, striker Nicolas Anelka dipulangkan setelah laga kedua karena bertengkar dengan pelatih Raymond Domenech.

Efeknya, jelang laga terakhir grup melawan Afsel, para pemain yang dimotori kapten tim Patrice Evra menggelar aksi boikot latihan sebagai bentuk solidaritas kepada Anelka. Raihan jeblok yang dibumbui aksi boikot pemain tak pelak memicu reaksi di Negeri Anggur itu.

Kepulangan Evra dkk disambut dengan permintaan Menteri Olahraga Roselyne Bachelot agar FIFA mencekal Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) untuk sementara waktu. Bachelot mengungkapkannya karena ingin mereformasi kepengurusan FFF sekaligus menyelidiki kasus boikot pemain.

Sikap Bachelot, yang kabarnya atas permintaan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy, tentu saja membuat FIFA meradang karena merasa independensi anggotanya, FFF, diobok-obok. FIFA pun mengancam bakal menskors partisipasi Prancis di level sepak bola internasional apabila pemerintah Prancis ikut campur dalam urusan internal FFF.

Apalagi dengan Presiden FFF Jean-Pierre Escalettes mundur dari jabatannya seusai kegagalan Les Blues di Piala Dunia 2010. "Saya orang Prancis dan mencintai negara saya. Tapi, saya tidak mendukung pemerintah (Prancis) terhadap FFF. Jika diteruskan, FIFA akan melawan," ungkap Jerome Valcke, sekum FIFA, kepada Jawa Pos di Stadion Soccer City, Johannesburg, di tengah perhelatan Piala Dunia 2010.

Warning FIFA membuat pemerintah Prancis menjauh ketika reformasi dalam tubuh FFF berjalan. Awal Februari lalu, pelatih Les Bleus Laurent Blanc menolak rencana menteri olahraga Prancis yang baru, Chantal Jouanno, untuk memperpanjang skors provokator boikot pemain di Piala Dunia 2010. Di antaranya Evra, Franck Ribery, dan Jeremy Toulalan.

"Sebagai pelatih timnas, saya sepenuhnya memiliki kebebasan menentukan pemain. Di egara demokrasi, setiap orang berhak menyampaikan pendapatnya. Tapi, itu juga berarti setiap orang juga berhak untuk tidak menyampaikan pendapat orang lain," papar Blanc.

Prancis masih beruntung dibandingkan beberapa negara yang federasi sepak bola negaranya diskors karena intervensi pemerintah. Kasus Prancis mirip dengan Nigeria. Instruksi Presiden Nigeria Goodluck Jonathan membekukan federasi sepak bola negaranya setelah gagal total di Piala Dunia 2010 berbuah skors dari FIFA. Namun, skors itu hanya berlangsung tidak sampai sepekan setelah sang presiden menarik instruksinya.

Yang paling parah adalah Brunei Darussalam. Keputusan Sultan Brunei membentuk kepengurusan baru federasi sepak bola di negaranya pada Desember 2008 berbuah skors dari FIFA setahun kemudian. Sampai sekarang, Brunei yang prestasi sepak bolanya memang jalan di tempat masih dalam skors. Bahkan ada sinyalemen apabila negara tetangga Indonesia itu diskors sampai Juni 2013.

Kasus Brunei pun menambah daftar negara korban skors FIFA. Dalam lima tahun terakhir, sedikitnya 14 negara yang federasi sepak bolanya dinonaktifkan. Kebanyakan memang karena adanya campur tangan pemerintah di negara masing-masing.

Tapi, ada sejumlah kasus skors oleh FIFA bukan karena intervensi pemerintah. Di antaranya skors kepada Australia pada 1960 karena pendekatan pemain ilegal (untuk dinaturalisasi) dan skors kepada Afsel karena politik apartheid alias diskriminasi warna kulit. (dns)

Negara Korban Skors FIFA

Negara Lama Skors Alasan
Australia 196 0-April 1963 Pendekatan pemain ilegal
Afsel 26 September 1961-Januari 1963 Regulasi apartheid
Oktober 1964-1976 Politik apartheid
Bangladesh 11 Januari-12 Februari 2002 Intervensi pemerintah
Kenya Juni-Agustu s 2004 Intervensi pemerintah
25 Oktober 2006-9 Maret 2007 Intervensi pemerintah
Yaman 12 Agustus-13 November 2005 Intervensi pemerintah
Yunani 3-7 Juli 2006 Tidak patuhi statuta FIFA
Iran 22 November-17 Desember 2006 Telat gelar kongres federasi
Kuwait 30 Oktober-15 November 2007 Intervensi pemerintah
24 Oktober-22 Desember 2008 Telat gelar kongres federasi
Iraq 26 Mei 2008-29 Mei 2008 Niat pemerintah bubarkan federasi
20 November 2009-Maret 2010 Intervensi pemerintah
Madagaskar 19 Maret-19 Mei 2008 Pemerintah skors presiden federasi
Chad 29 Maret-7 Mei 2008 Intervensi pemerintah
Ethiopia Juni-Nove mber 2008 Intervensi pemerintah
Peru 24 November-20 Desember 2008 Intervensi pemerintah
Zambia 19-24 Maret 2009 Intervensi pemerintah
Brunei September 2009- Intervensi pemerintah
Nigeria 4-8 Oktober 2010 Intervensi pemerintah

Sumber : JPNN
Selengkapnya...