Tanda-tanda sanksi LPI akan diputihkan diungkap dalam kongres PSSI Sabtu 26-03-2011. Liga Primer Indonesia (LPI) selama ini dianggap sebagai kompetisi ilegal oleh PSSI. Klub-klub yang berpartisipasi di LPI pun disebut sebagai pengkhianat, termasuk tiga klub yang dulunya bergabung dengan PSSI. Bagaimana prosesnya?
Persema Malang, Persibo Bojonegoro dan PSM Makassar memilih menyeberang ke LPI, setelah menganggap kompetisi di bawah naungan PSSI, baik ISL ataupun liga divisi utama sudah tidak lagi menjadi kompetisi yang sehat.
Akibatnya, Persema, Persibo dan PSM sempat kehilangan hak suara dan tidak disertakan dalam setiap acara PSSI. Tapi, kali ini tiga tim tersebut bisa sedikit bernafas lega, pasalnya hasil kongres malam tadi ada keputusan yang sedikit meringankan mereka.
"Kongres malam tadi menghasilkan tiga keputusan. Pertama, terpilihnya Komite Pemilihan dan Komite Banding. Kedua, melakukan perubahan di sana-sini, termasuk statuta PSSI terutama pasal 35. Ketiga, kami akan memutihkan sanksi semua pihak di liga,” jelas pimpinan sidang Usman Fakaubun wakil dari Sekretaris Umum Pengprov PSSI Papua, kepada wartawan di Pekanbaru, Minggu (27/3/2011).
"Kita perlu memberi pembuktian kepada semua pihak. LPI juga akan diputihkan hukumannya, termasuk ketiga klub LSI yang ke LPI,” lanjut Usman.
Persema Malang, Persibo Bojonegoro, PSM Makassar akan mendapat Pemutihan sanksi akan diselesaikan sebelum kongres pemilihan ketua umum. Pemutihan ini bertujuan agar ketiga klub bisa memiliki hak suara saat kongres.
Sumber : Okezone.com
Selengkapnya...
Showing posts with label kongres PSSI. Show all posts
Showing posts with label kongres PSSI. Show all posts
Sunday, March 27, 2011
Inilah Hasil Kongres PSSI di Pekanbaru
Kongres untuk pemilihan Komite Eksekutif dan Komite Banding memang dinyatakan batal oleh pengurus PSSI status quo, tetapi 78 anggota pemilik suara kongres PSSI tetap melaksanakan kongres dan 12 anggota Komite Eksekutif (Exco) terpilih melalui Kongres PSSI di Hotel Premiere, Pekanbaru, Riau, Sabtu (26/3/2011).
Seperti diketahui, Kongres PSSI untuk memilih anggota Komite Pemilihan dan Komite Banding memang telah dibatalkan oleh PSSI, melalui Sekjen Nugraha Besoes, karena situasi yang tidak kondusif. Namun, sejumlah peserta yang hadir tetap menggelar kongres karena mereka menilai telah memenuhi kuota untuk menggelar kongres sendiri, karena dihadiri 78 pemilik suara.
Setelah melewati kekisruhan, 78 peserta dapat menggelar kongres tanpa dibuka Ketua Umum Nurdin Halid dan tanpa dihadiri Sekretaris Jenderal Nugraha Besoes, serta pengurus lainnya. Sidang akhirnya dibuka sekira pukul 21.30 WIB, molor dua jam dari yang dijadwalkan.
Tanpa proses yang rumit, terpilihlah 12 anggota Exco, yang terdiri dari 7 orang Komite Pemilihan dan 5 orang Komite Banding, serta anggota pengganti dan cadangan.
Hasil Kongres:
Komite Pemilihan:
Harbiansyah Hanafiah (Ketua)
Wisnu Wardhana (Wakil Ketua)
Hadiyandra (Sekretaris)
Dirk Saloanit
Mohammad Yasin
Usman Fakaubun
Erizal Anwar
Anggota cadangan Komite Pemilihan:
Agus Santoso
Sukawi Sutarip
Lamber Tukan
Komite Banding:
Ahmad Riyadh (Ketua)
Umuh Muchtar (Wakil Ketua)
Rio Dinamore (anggota)
Anggota pengganti Komite Banding:
Dr. Muhdar
Abdullah Palla
Sumber : Okezone.com
Selengkapnya...
Seperti diketahui, Kongres PSSI untuk memilih anggota Komite Pemilihan dan Komite Banding memang telah dibatalkan oleh PSSI, melalui Sekjen Nugraha Besoes, karena situasi yang tidak kondusif. Namun, sejumlah peserta yang hadir tetap menggelar kongres karena mereka menilai telah memenuhi kuota untuk menggelar kongres sendiri, karena dihadiri 78 pemilik suara.
Setelah melewati kekisruhan, 78 peserta dapat menggelar kongres tanpa dibuka Ketua Umum Nurdin Halid dan tanpa dihadiri Sekretaris Jenderal Nugraha Besoes, serta pengurus lainnya. Sidang akhirnya dibuka sekira pukul 21.30 WIB, molor dua jam dari yang dijadwalkan.
Tanpa proses yang rumit, terpilihlah 12 anggota Exco, yang terdiri dari 7 orang Komite Pemilihan dan 5 orang Komite Banding, serta anggota pengganti dan cadangan.
Hasil Kongres:
Komite Pemilihan:
Harbiansyah Hanafiah (Ketua)
Wisnu Wardhana (Wakil Ketua)
Hadiyandra (Sekretaris)
Dirk Saloanit
Mohammad Yasin
Usman Fakaubun
Erizal Anwar
Anggota cadangan Komite Pemilihan:
Agus Santoso
Sukawi Sutarip
Lamber Tukan
Komite Banding:
Ahmad Riyadh (Ketua)
Umuh Muchtar (Wakil Ketua)
Rio Dinamore (anggota)
Anggota pengganti Komite Banding:
Dr. Muhdar
Abdullah Palla
Sumber : Okezone.com
Selengkapnya...
Labels:
Kisruh PSSI,
komite banding,
komite eksekutif,
kongres PSSI,
PSSI
Friday, March 11, 2011
Inilah Keputusan Resmi FIFA Masalah Indonesia
FIFA sudah merilis keputusan resmi terkait permasalah di PSSI yang tengah menjadi polemik. Ini untuk menjelaskan adanya kesimpangsiuran informasi yang beredar di Indonesia.
Meski baru berbentuk rilis dan bukan surat keputusan resmi, komunike FIFA yang mereka cantumkan di situs resminya adalah bukti tertulis pertama yang ada perihal sengkarut yang terjadi di PSSI.
Seperti diketahui, selama ini publik hanya mendapat informasi yang berbentuk lisan, seperti dari Dubes Indonesia di Swiss, Djoko Soesilo, Ketua Umum KON/KOI Rita Subowo, atau bantahan dari Sekjen PSSI Nugraha Besoes.
Berikut adalah terjemahan dari rilis FIFA yang tercantum di situs resminya tertanggal 10 Maret 2011:
"Situasi yang terjadi di PSSI telah didiskusikan selama sidang Komite Asosiasi FIFA yang digelar di Zurich pada 1 Maret dan pada sidang Komite Eksekutif FIFA yang digelar di Zurich pada 3 Maret.
Komite Eksekutif FIFA telah membuat keputusan sebagai berikut:
"PSSI harus menggelar Sidang Umum pada 26 Maret 2011 untuk memilih anggota Komite Pemilihan dan menyusun kode pemilihan (electoral code) berdasarkan pada electoral code standar FIFA. Komite Pemilihan akan menyelenggarakan pemilihan sebelum 30 April 2011."
Sebagai tambahan, jika PSSI tidak mampu mengambil alih kendali atas liga yang memisahkan diri, kasus ini akan diajukan ke Komite Eksekutif FIFA yang bisa menimbulkan skorsing."
Komite Eksekutif juga telah mengakui keputusan Komite Banding PSSI yang telah menganulir pencalonan empat kandidat Ketua Umum PSSI.
Presiden FIFA, Sekjen FIFA dan Direktur Asosiasi FIFA telah bertemu dengan perwakilan PSSI pada Senin 7 Maret dan Dubes RI di Swiss serta Ketua KOI Indonesia pada Selasa 8 Maret di Zurich di markas FIFA. Mereka menjelaskan keputusan Komite Eksekutif FIFA selama pertemuan itu. Tidak ada keputusan baru atau aksi baru yang diputuskan di pertemuan-pertemuan itu."
Selengkapnya...
Meski baru berbentuk rilis dan bukan surat keputusan resmi, komunike FIFA yang mereka cantumkan di situs resminya adalah bukti tertulis pertama yang ada perihal sengkarut yang terjadi di PSSI.
Seperti diketahui, selama ini publik hanya mendapat informasi yang berbentuk lisan, seperti dari Dubes Indonesia di Swiss, Djoko Soesilo, Ketua Umum KON/KOI Rita Subowo, atau bantahan dari Sekjen PSSI Nugraha Besoes.
Berikut adalah terjemahan dari rilis FIFA yang tercantum di situs resminya tertanggal 10 Maret 2011:
"Situasi yang terjadi di PSSI telah didiskusikan selama sidang Komite Asosiasi FIFA yang digelar di Zurich pada 1 Maret dan pada sidang Komite Eksekutif FIFA yang digelar di Zurich pada 3 Maret.
Komite Eksekutif FIFA telah membuat keputusan sebagai berikut:
"PSSI harus menggelar Sidang Umum pada 26 Maret 2011 untuk memilih anggota Komite Pemilihan dan menyusun kode pemilihan (electoral code) berdasarkan pada electoral code standar FIFA. Komite Pemilihan akan menyelenggarakan pemilihan sebelum 30 April 2011."
Sebagai tambahan, jika PSSI tidak mampu mengambil alih kendali atas liga yang memisahkan diri, kasus ini akan diajukan ke Komite Eksekutif FIFA yang bisa menimbulkan skorsing."
Komite Eksekutif juga telah mengakui keputusan Komite Banding PSSI yang telah menganulir pencalonan empat kandidat Ketua Umum PSSI.
Presiden FIFA, Sekjen FIFA dan Direktur Asosiasi FIFA telah bertemu dengan perwakilan PSSI pada Senin 7 Maret dan Dubes RI di Swiss serta Ketua KOI Indonesia pada Selasa 8 Maret di Zurich di markas FIFA. Mereka menjelaskan keputusan Komite Eksekutif FIFA selama pertemuan itu. Tidak ada keputusan baru atau aksi baru yang diputuskan di pertemuan-pertemuan itu."
Selengkapnya...
Subscribe to:
Posts (Atom)


