Showing posts with label Kisruh PSSI. Show all posts
Showing posts with label Kisruh PSSI. Show all posts

Tuesday, April 05, 2011

FIFA Akhirnya Ambil Alih Exco PSSI

FIFA merilis keputusan resmi melalui situsnya perihal kisruh di tubuh PSSI. Dalam situs resminya, FIFA dengan tegas menyatakan mengambilalih Komite Eksekutif PSSI saat ini. Akan dibentuk Komite Normalisasi yang mengambilalih tugas Komite Eksekutif PSSI.

"Menyusul kejadian yang berkaitan dengan Federasi Sepakbola Indonesia (PSSI), Komite Darurat FIFA telah memutuskan pada 1 April 2011 bahwa, mengacu pada pasal 7 paragraf 2 pada Statuta FIFA, Komite Normalisasi akan mengambilalih Komite Eksekutif PSSI saat ini," demikian tulis FIFA dalam situs resminya.

Dalam statemen tersebut juga, FIFA mengatakan bahwa kepemimpinan PSSI saat ini gagal mengontrol pesepakbolaan Indonesia dengan baik. Sebagai contoh, adalah munculnya Liga Primer Indonesia sebagai liga selain Liga Indonesia.

"Komite Darurat FIFA memperkirakan bahwa kepemimpinan PSSI saat ini tak memiliki kontrol terhadap sepakbola di Indonesiayang terlihat dari gagalnya mengontrol liga tandingan (Liga Primer, LPI) yang terbentuk tanpa campur-tangan PSSI atau dari fakta bahwa mereka tak bisa mengorganisir kongres yang mana tujuannya adalah untuk mengadopsi electoral code dan membentuk Komite Pemilihan."

"Komite Darurat FIFA datang dengan kesumpulan bahwa kepemimpinan PSSI telah kehilangan kredibilitas di Indonesia sendiri dan sudah tak berada dalam posisi lagi untuk memimpin proses pemecahan krisis ini."

Statemen tersebut juga mengungkapkan tugas dari Komite Normalisasi, di antaranya menyelenggarakan pemilihan berdasarkan electoral code FIFA dan statuta PSSI sebelum 21 Mei 2011. Komite Normalisasi ini nantinya akan terdiri dari insan sepakbola Indonesia yang tidak akan bisa duduk dalam sebuah posisi di PSSI.

LPI juga mendapatkan keputusan dari FIFA. Mereka menyebut, LPI hendaknya segera berada di bawah naungan PSSI atau FIFA meminta PSSI menghentikan liga itu sesegera mungkin.

Terakhir, FIFA juga mengonfirmasi bahwa empat calon yang sebelumnya berniat bertarung untuk pemilihan Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid, Nirwan Bakrie, George Toisutta dan Arifin Panigoro tak bisa dicalonkan menjadi Ketua Umum PSSI 2011-2015.

"Misi dari Komite Normalisasi adalah: untuk menyelenggarakan pemilihan yang berdasarkan electoral code FIFA dan statuta PSSI sebelum 21 Mei 2011; untuk membuat liga tandingan berada di bawah kontrol PSSI atau menghentikannya sesegera mungkin; untuk menjalankan kegiatan sehari-hari PSSI di bawah spirit rekonsiliasi demi kebaikan sepakbola Indonesia."

"Komite Normalisasi terdiri dari dari insan sepakbola Indonesia yang tidak akan bisa duduk dalam sebuah posisi di PSSI dan akan bertugas sebagai Komisi Pemilihan. Juga dikonfirmasikan, ketidaksahan dari empat kandidat yang mencalonkan diri menjadi Ketua Umum PSSI, yang mana keempatnya telah ditolak oleh Komite Banding PSSI pada 28 Februari 2011."

Dengan munculnya statemen ini, FIFA dengan tegas sudah menyatakan bahwa PSSI sudah tak kredibel lagi untuk mengelola persepakbolaan di Indonesia.

Sumber : Detiksport.com
Selengkapnya...

Tuesday, March 29, 2011

Inilah Pernyataan Pemerintah Yang Isinya Tidak Akui Lagi Nurdin Halid di PSSI

Pemerintah melalui Menpora akhirnya bertindak dengan mengeluarkan pernyataan untuk tidak mengakui kepengurusan PSSI dibawah Ketua Umum Nurdin Halid dan Sekjen Nugraha Besoes.

Langkah ini merupakan salah satu rencana yang disiapkan pemerintah apabila FIFA menolak hasil Kongres 78 pemilik hak suara PSSI di Pekanbaru.

Berikut ini pernyataan pemerintah yang disampaikan Menpora Andi Mallarangeng di depan wartawan di kantornya, Senin (28/3/2011), menyusul kejadian pada Kongres PSSI di Pekanbaru, Riau, hari Sabtu lalu.

1. Menunggu sikap FIFA atas keputusan kongres PSSI tanggal 26 Maret 2011 di Pekanbaru yang diikuti oleh 78 anggota PSSI pemilik hak suara.

2. Jika Keputusan Kongres tersebut disikapi secara positif oleh FIFA, maka Pemerintah bersama KONI/KOI mendukung segera dilaksanakannya kongres PSSI untuk memilih Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, dan Anggota Executive Committee PSSI Periode 2011-2015 sesuai jadual yang telah ditetapkan oleh FIFA yaitu sebelum tanggal 30 April 2011.

3. Apabila FIFA bersikap lain, maka Pemerintah bersama KONI/KOI mendukung segera diselenggarakannya kongres PSSI untuk memilih Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan yang baru, dan selanjutnya melaksanakan kongres pemilihan Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, dan Anggota Executive Committee PSSI Periode 2011-2015.

4. Apabila situasi butir 3 yang terjadi, maka Pemerintah bersama KONI/KOI beranggapan bahwa Pengurus PSSI di bawah pimpinan Ketua Umum Saudara Nurdin Halid dan Sekretaris Jenderal Saudara Noegraha Besoes tidak kompeten untuk memimpin organisasi PSSI, dan karenanya tidak kompeten untuk menyelenggarakan kongres PSSI.

5. Untuk mencegah hal-hal yang bisa menyebabkan terulangnya kegagalan kongres PSSI karena ketidak-kompetenan pengurus PSSI, terutama ketidak-tertiban di dalam penentuan hak suara, distribusi undangan, penentuan peraturan pemilihan, agenda kongres, serta ketidak-bertanggungjawaban dalam penyelenggaraan kongres, maka dengan ini Pemerintah menyatakan tidak mengakui lagi Pengurus PSSI di bawah pimpinan Ketua Umum Saudara Nurdin Halid dan Sekretaris Jenderal Saudara Noegraha Besoes, serta seluruh kegiatan keolahragaan yang diselenggarakan kepengurusan PSSI tersebut.

6. Kebijakan ini diambil berdasarkan kewenangan Pemerintah yang terdapat pada Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 serta Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2007. Kebijakan ini juga diambil demi menyelamatkan organisasi PSSI dan melindungi kepentingan persepakbolaan nasional.

7. Dengan kebijakan ini, maka seluruh jajaran pemerintahan baik di pusat maupun di daerah, termasuk Kepolisian Negara Republik Indonesia, tidak dapat lagi memberikan pelayanan dan fasilitasi kepada kepengurusan PSSI di bawah pimpinan Ketua Umum Saudara Nurdin Halid dan Sekretaris Jenderal Saudara Noegraha Besoes, serta seluruh kegiatan keolahragaannya.

8. Dengan ini pula maka Pemerintah menghentikan sementara penyaluran dana yang bersumber dari APBN, sampai terbentuk kepengurusan PSSI yang baru periode 2011-2015.

9. Demi kepentingan nasional, maka persiapan Tim Nasional Sepakbola Indonesia untuk menghadapi SEA Games 2011 harus terus berjalan. Dalam hal ini Pemerintah bersama KONI/KOI sepakat bahwa KONI/ KOI bersama Program Indonesia Emas (PRIMA) akan menjalankan persiapan Tim Nasional.

10. Seluruh pertandingan LSI, Divisi Utama, Divisi I, II, dan III tetap berjalan sebagaimana mestinya dengan supervisi KONI/KOI bersama Pengprov PSSI dan Klub setempat.

11. Pemerintah bersama KONI/KOI akan terus berkomunikasi dan bekerjasama dengan FIFA untuk mencari solusi terbaik dalam rangka penyelenggaraan kongres PSSI serta terpilihnya Komite Eksekutif PSSI Periode 2011-2015 yang kredibel.

12. Pemerintah bersama KONI/KOI meminta dukungan dan doa seluruh rakyat Indonesia, seluruh pecinta bola di manapun berada agar langkah-langkah yang diambil ini akan berujung pada terbentuknya Pengurus PSSI yang kredibel dan kemajuan sepakbola Indonesia.

13. Sudah saatnya sepakbola Indonesia kembali menjadi yang terbaik di Asia Tenggara, menjadi salah satu Macan Asia, dan berbicara pada tingkat dunia.

Sumber : Detiksport.com
Selengkapnya...

Sunday, March 27, 2011

Inilah Hasil Kongres PSSI di Pekanbaru

Kongres untuk pemilihan Komite Eksekutif dan Komite Banding memang dinyatakan batal oleh pengurus PSSI status quo, tetapi 78 anggota pemilik suara kongres PSSI tetap melaksanakan kongres dan 12 anggota Komite Eksekutif (Exco) terpilih melalui Kongres PSSI di Hotel Premiere, Pekanbaru, Riau, Sabtu (26/3/2011).

Seperti diketahui, Kongres PSSI untuk memilih anggota Komite Pemilihan dan Komite Banding memang telah dibatalkan oleh PSSI, melalui Sekjen Nugraha Besoes, karena situasi yang tidak kondusif. Namun, sejumlah peserta yang hadir tetap menggelar kongres karena mereka menilai telah memenuhi kuota untuk menggelar kongres sendiri, karena dihadiri 78 pemilik suara.

Setelah melewati kekisruhan, 78 peserta dapat menggelar kongres tanpa dibuka Ketua Umum Nurdin Halid dan tanpa dihadiri Sekretaris Jenderal Nugraha Besoes, serta pengurus lainnya. Sidang akhirnya dibuka sekira pukul 21.30 WIB, molor dua jam dari yang dijadwalkan.

Tanpa proses yang rumit, terpilihlah 12 anggota Exco, yang terdiri dari 7 orang Komite Pemilihan dan 5 orang Komite Banding, serta anggota pengganti dan cadangan.

Hasil Kongres:

Komite Pemilihan:
Harbiansyah Hanafiah (Ketua)
Wisnu Wardhana (Wakil Ketua)
Hadiyandra (Sekretaris)
Dirk Saloanit
Mohammad Yasin
Usman Fakaubun
Erizal Anwar
Anggota cadangan Komite Pemilihan:
Agus Santoso
Sukawi Sutarip
Lamber Tukan

Komite Banding:
Ahmad Riyadh (Ketua)
Umuh Muchtar (Wakil Ketua)
Rio Dinamore (anggota)

Anggota pengganti Komite Banding:
Dr. Muhdar
Abdullah Palla

Sumber : Okezone.com
Selengkapnya...

Friday, March 11, 2011

Inilah Keputusan Resmi FIFA Masalah Indonesia

FIFA sudah merilis keputusan resmi terkait permasalah di PSSI yang tengah menjadi polemik. Ini untuk menjelaskan adanya kesimpangsiuran informasi yang beredar di Indonesia.

Meski baru berbentuk rilis dan bukan surat keputusan resmi, komunike FIFA yang mereka cantumkan di situs resminya adalah bukti tertulis pertama yang ada perihal sengkarut yang terjadi di PSSI.

Seperti diketahui, selama ini publik hanya mendapat informasi yang berbentuk lisan, seperti dari Dubes Indonesia di Swiss, Djoko Soesilo, Ketua Umum KON/KOI Rita Subowo, atau bantahan dari Sekjen PSSI Nugraha Besoes.

Berikut adalah terjemahan dari rilis FIFA yang tercantum di situs resminya tertanggal 10 Maret 2011:

"Situasi yang terjadi di PSSI telah didiskusikan selama sidang Komite Asosiasi FIFA yang digelar di Zurich pada 1 Maret dan pada sidang Komite Eksekutif FIFA yang digelar di Zurich pada 3 Maret.

Komite Eksekutif FIFA telah membuat keputusan sebagai berikut:
"PSSI harus menggelar Sidang Umum pada 26 Maret 2011 untuk memilih anggota Komite Pemilihan dan menyusun kode pemilihan (electoral code) berdasarkan pada electoral code standar FIFA. Komite Pemilihan akan menyelenggarakan pemilihan sebelum 30 April 2011."

Sebagai tambahan, jika PSSI tidak mampu mengambil alih kendali atas liga yang memisahkan diri, kasus ini akan diajukan ke Komite Eksekutif FIFA yang bisa menimbulkan skorsing."

Komite Eksekutif juga telah mengakui keputusan Komite Banding PSSI yang telah menganulir pencalonan empat kandidat Ketua Umum PSSI.

Presiden FIFA, Sekjen FIFA dan Direktur Asosiasi FIFA telah bertemu dengan perwakilan PSSI pada Senin 7 Maret dan Dubes RI di Swiss serta Ketua KOI Indonesia pada Selasa 8 Maret di Zurich di markas FIFA. Mereka menjelaskan keputusan Komite Eksekutif FIFA selama pertemuan itu. Tidak ada keputusan baru atau aksi baru yang diputuskan di pertemuan-pertemuan itu."

Selengkapnya...

Friday, March 04, 2011

Dunia Menyoroti Krisruh PSSI

Kabar mengenai kekacauan yang tengah melanda federasi sepakbola Indonesia PSSI ternyata sudah meluas hingga dunia internasional. Salah satu media terbesar di Amerika Serikat, New York Times bahkan juga ikut menyoroti kisruh di PSSI.

Adalah Aubrey Belford, salah seorang jurnalis di NY Times yang mengangkat polemik yang tengah terjadi di PSSI, terkait pemilihan calon ketua umum baru periode 2011-2015.

Dalam artikelnya kali ini, Aubrey juga menyoroti sikap Ketua Umum saat ini Nurdin Halid yang keukeuh menolak mundur dan terkesan ingin kembali menjabat sebagai Ketum untuk ketiga kalinya.

Aubrey menilai, Nurdin merupakan sosok pemimpin diktator yang tidak bisa mendengar suara masyarakat pecinta sepakbola di Ibukota maupun daerah yang belakangan ini tak henti-hentinya menyuarakan agar dirinya segera meletakan jabatan.

Padahal, dalam statuta FIFA sudah jelas bahwa latar belakang pria asal Bugis ini tidak memenuhi syarat sebagai ketua. Nurdin diketahui sempat dihukum penjara lantaran kasus korupsi.

Dalam tulisannya tertanggal 3 Maret kemarin, Aubrey juga menceritakan tentang kegagalan dua bakal calon (balon) ketua umum yakni KSAD Jenderal George Toisutta dan Arifin Panigoro lolos verifikasi. Dinilainya, kegagalan kedua sosok diatas tak lepas dari peran Nurdin yang tak ingin kalah, karena sadar Toisutta dan Arifin mendapat dukungan dari masyarakat.

Terakhir, Aubrey juga membeberkan isi pernyataan yang dilontarkan Nurdin dalam sidang dengan pendapat dengan anggota Komisi X DPR RI, Selasa kemarin. Salah satu yang paling mencolok adalah saat Nurdin menangis dan mengaku sempat diancam dibunuh oleh salah satu petinggi negara.

Untuk menguatkan artikelnya ini, New York Times dalam hal ini Aubrey menunjuk pengamat sepakbola, Tondo Widodo yang notabene mantan anggota PSSI, sebagai narasumber.

Tondo sendiri mengakui bahwa kisruh yang tengah terjadi di PSSI dan maraknya aksi demo menuntut Nurdin turun, merupakan titik kulminasi masyarakat yang sudah muak dengan kepemimpinan Nurdin selama sembilan tahun terakhir, namun tanpa prestasi.

“Anda tanya saja pada semua orang di jalan, mereka tidak harus seorang yang intelek, anda juga bisa tanya kepada sopir taksi. Mereka semua pasti malu. Mereka tidak suka dengan apa yang telah dilakukan Nurdin dan kroni-kroninya selama memimpin PSSI,” pungkasnya.

Merujuk pada putusan rapat Eksekutif Komite (EXCO) FIFA, kemarin, yang meminta PSSI untuk segera membentuk komite pemilihan yang independen dan melakukan pemilihan ketua sebelum 30 April mendatang, maka bisa dikatakan, nasib Nurdin dan seluruh kroninya hanya tinggal menunggu waktu saja.
Selengkapnya...